Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk melek huruf Provinsi Nusa Tenggara Barat pada akhir tahun 2025 mencapai 91,07 persen. Selama periode 2000 hingga 2025, indikator ini menunjukkan tren naik dengan total peningkatan sebesar 13,7 persen sepanjang 26 tahun pengamatan. Catatan terendah terjadi pada tahun 2003 dengan nilai 78,69 persen, sementara nilai tertinggi baru dicapai pada tahun 2025 ini. Sepanjang periode pengamatan, tercatat 20 kali periode mengalami kenaikan dan hanya 5 kali periode mengalami penurunan nilai.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Papua Pegunungan 2025)
Rata-rata pertumbuhan indikator ini selama 3 tahun terakhir mencapai 0,78 persen per tahun, angka ini sedikit lebih rendah dibanding rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang sebesar 0,7828 persen. Kenaikan tertinggi sepanjang sejarah terjadi pada tahun 2002 dengan lonjakan nilai mencapai 8,12 poin atau tumbuh 10,22 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara penurunan terbesar tercatat pada tahun 2003 dengan penurunan sebesar 8,86 poin atau turun 10,12 persen dari tahun sebelumnya yang menjadi satu-satunya anomali fluktuasi besar dalam seluruh data pengamatan.
Selama 25 tahun berturut-turut, Nusa Tenggara Barat secara konsisten menempati peringkat ke-3 di kawasan pulau Nusa Tenggara dan Bali untuk indikator persentase melek huruf. Pada tahun 2025, provinsi ini menempati peringkat 34 secara nasional. Nilai 91,07 persen yang dicapai tahun 2025 berada di atas nilai rata-rata seluruh periode pengamatan yang sebesar 84,77 persen. Pertumbuhan tahun 2025 sebesar 1,38 persen juga merupakan pertumbuhan yang lebih tinggi dibanding rata-rata pertumbuhan seluruh periode yang hanya 0,56 persen per tahun.
Jawa Tengah
Provinsi Jawa Tengah mencatatkan nilai persentase penduduk melek huruf sebesar 95,2 persen pada periode tercatat, menempati peringkat 31 secara nasional dan peringkat 5 di kawasan Pulau Jawa. Pertumbuhan indikator ini di wilayah tersebut mencapai 0,74 persen dengan peningkatan nilai sebesar 0,7 poin dibanding tahun sebelumnya. Nilai ini berada lebih dari 4 poin di atas capaian Nusa Tenggara Barat pada tahun yang sama, dengan selisih peringkat nasional sebanyak 3 tingkatan di atas peringkat Nusa Tenggara Barat. Rata-rata pertumbuhan wilayah ini juga menunjukkan stabilitas tanpa fluktuasi tajam dalam tiga tahun pengamatan terakhir.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Pakpak Bharat | 2004 - 2025)
Sulawesi Selatan
Sulawesi Selatan mencapai nilai persentase melek huruf sebesar 95,05 persen, berada di peringkat 32 secara nasional dan peringkat 6 di wilayah Pulau Sulawesi. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 1 persen dengan peningkatan nilai sebesar 0,94 poin dibanding periode sebelumnya. Nilai capaian Sulawesi Selatan berada 3,98 poin di atas capaian Nusa Tenggara Barat tahun 2025, dengan peringkat nasional 2 tingkatan lebih baik dibandingkan Nusa Tenggara Barat. Angka pertumbuhan wilayah ini merupakan yang tertinggi dibandingkan dua provinsi lain dalam daftar perbandingan pada periode yang sama.
Jawa Timur
Jawa Timur mencatatkan persentase penduduk melek huruf sebesar 94,85 persen, menempati peringkat 33 secara nasional dan peringkat 6 di kawasan Pulau Jawa. Pertumbuhan indikator di wilayah ini mencapai 0,76 persen dengan peningkatan nilai sebesar 0,72 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai ini berada 3,78 poin di atas capaian Nusa Tenggara Barat, hanya terpaut satu peringkat nasional di atas posisi Nusa Tenggara Barat yang menempati urutan paling bawah nasional pada tahun 2025. Capaian wilayah ini juga menunjukkan kestabilan pertumbuhan yang konsisten tanpa penurunan nilai dalam tiga tahun terakhir.