Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat PDRB ADHK Sektor Konstruksi Sulawesi Barat pada Triwulan II 2025 mencapai 680,71 Rp miliar, mengalami pertumbuhan sebesar 33,79% dibandingkan Triwulan I 2025 yang sebesar 508,8 Rp miliar. Dalam lima kuartal terakhir (Triwulan III 2024 hingga Triwulan II 2025), nilai PDRB ADHK Konstruksi Sulawesi Barat berkisar antara 508,8 hingga 828,27 Rp miliar, dengan rata-rata sebesar 670,13 Rp miliar. Rata-rata tiga kuartal terakhir (Triwulan IV 2024 hingga Triwulan II 2025) adalah 672,59 Rp miliar, sehingga nilai kuartal terakhir berada sedikit di atas rata-rata tersebut. Kenaikan tertinggi terjadi pada Triwulan IV 2023 dengan nilai 828,27 Rp miliar, yang tumbuh 21,79% dari Triwulan III 2023, sedangkan penurunan terendah terjadi pada Triwulan I 2025 dengan penurunan 38,57% dari Triwulan IV 2024. Ranking Sulawesi Barat menurut pulau Sulawesi tetap di posisi 6, dan peringkat nasional berada di posisi 35 pada Triwulan II 2025.
(Baca: PDRB ADHB di Kota Banjar Menurut Sektor pada 2024)
Dibandingkan dengan provinsi lain yang tercatat dalam data perbandingan, PDRB ADHK Konstruksi Sulawesi Barat pada Triwulan II 2025 memiliki nilai yang lebih rendah dibandingkan Papua Barat (817,47 Rp miliar) dan Papua Barat Daya (804,57 Rp miliar), namun lebih tinggi dibandingkan Papua Pegunungan (695,97 Rp miliar), Maluku (676,38 Rp miliar), Bengkulu (639,54 Rp miliar), dan Maluku Utara (622,14 Rp miliar). Peringkat nasional Sulawesi Barat (35) berada di atas Papua Pegunungan (34), Maluku (36), Bengkulu (37), dan Maluku Utara (38), namun di bawah Papua Barat (32) dan Papua Barat Daya (33). Pertumbuhan Sulawesi Barat (33,79%) juga jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan provinsi lain dalam data perbandingan yang berkisar antara 1,55% hingga 11,61%.
Papua Barat
Papua Barat menempati peringkat nasional ke-32 pada Triwulan II 2025 untuk PDRB ADHK Sektor Konstruksi, dengan nilai sebesar 817,47 Rp miliar. Nilai ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 1,55% dibandingkan Triwulan I 2025, dengan selisih nilai sebesar 12,46 Rp miliar dari kuartal sebelumnya. Nilai dua kuartal sebelumnya adalah 833,12 Rp miliar, yang menunjukkan sedikit penurunan dibandingkan kuartal terakhir. Di pulau Papua, provinsi ini menempati peringkat ke-4, yang menunjukkan posisi yang lebih baik dibandingkan provinsi lain di pulau yang sama seperti Papua Barat Daya (peringkat5) dan Papua Pegunungan (peringkat6). Pertumbuhan yang rendah (1,55%) ini menunjukkan bahwa sektor konstruksi di Papua Barat mengalami perkembangan yang lambat pada kuartal ini, dibandingkan dengan provinsi lain seperti Sulawesi Barat yang mengalami pertumbuhan yang signifikan. Meskipun nilai kuartal terakhir sedikit lebih rendah dari nilai dua kuartal sebelumnya, posisi peringkat nasionalnya tetap stabil dan tidak mengalami perubahan yang signifikan.
Papua Barat Daya
Papua Barat Daya berada di peringkat nasional ke-33 pada Triwulan II 2025 untuk PDRB ADHK Sektor Konstruksi, dengan nilai sebesar 804,57 Rp miliar. Provinsi ini mengalami pertumbuhan sebesar 1,72% dibandingkan Triwulan I 2025, dengan selisih nilai sebesar 13,61 Rp miliar dari kuartal sebelumnya. Nilai dua kuartal sebelumnya adalah 831,76 Rp miliar, yang sedikit lebih tinggi dari nilai kuartal terakhir. Di pulau Papua, Papua Barat Daya menempati peringkat ke-5, yang berada di bawah Papua Barat (peringkat4) namun di atas Papua Pegunungan (peringkat6). Pertumbuhan yang rendah ini menunjukkan bahwa sektor konstruksi di daerah ini tidak mengalami perkembangan yang pesat, bahkan dibandingkan dengan pertumbuhan rata-rata provinsi lain dalam data perbandingan yang berkisar antara 1,55% hingga 11,61%. Meskipun nilai kuartal terakhir sedikit lebih rendah dari nilai dua kuartal sebelumnya, provinsi ini tetap mempertahankan posisinya di peringkat nasional yang relatif stabil, tanpa mengalami penurunan yang signifikan.
Papua Pegunungan
(Baca: Angka Partisipasi Kasar Periode 2013-2025)
Papua Pegunungan menempati peringkat nasional ke-34 pada Triwulan II 2025 untuk PDRB ADHK Sektor Konstruksi, dengan nilai sebesar 695,97 Rp miliar. Provinsi ini mengalami pertumbuhan sebesar 4,81% dibandingkan Triwulan I 2025, dengan selisih nilai sebesar 31,93 Rp miliar dari kuartal sebelumnya. Nilai dua kuartal sebelumnya adalah 750,08 Rp miliar, yang menunjukkan sedikit penurunan dibandingkan kuartal terakhir. Di pulau Papua, provinsi ini menempati peringkat ke-6, yang merupakan posisi terendah di antara provinsi Papua dalam data perbandingan. Pertumbuhan sebesar4,81% ini lebih tinggi dibandingkan Papua Barat dan Papua Barat Daya, namun masih lebih rendah dari Maluku yang mengalami pertumbuhan sebesar11,61%. Meskipun mengalami pertumbuhan, nilai kuartal terakhir masih sedikit lebih rendah dari nilai dua kuartal sebelumnya, yang menunjukkan bahwa sektor konstruksi di daerah ini belum pulih sepenuhnya dari penurunan pada kuartal sebelumnya dan masih dalam tahap pemulihan yang lambat.
Maluku
Maluku berada di peringkat nasional ke-36 pada Triwulan II 2025 untuk PDRB ADHK Sektor Konstruksi, dengan nilai sebesar 676,38 Rp miliar. Provinsi ini mengalami pertumbuhan sebesar11,61% dibandingkan Triwulan I 2025, dengan selisih nilai sebesar70,34 Rp miliar dari kuartal sebelumnya. Nilai dua kuartal sebelumnya adalah693,1 Rp miliar, yang sedikit lebih tinggi dari nilai kuartal terakhir. Di pulau Maluku, provinsi ini menempati peringkat ke-1, yang menunjukkan posisi teratas di pulau yang sama dibandingkan Maluku Utara (peringkat2). Pertumbuhan sebesar11,61% ini merupakan pertumbuhan tertinggi di antara provinsi dalam data perbandingan, yang menunjukkan bahwa sektor konstruksi di Maluku mengalami perkembangan yang pesat pada kuartal ini. Meskipun nilai kuartal terakhir sedikit lebih rendah dari nilai dua kuartal sebelumnya, pertumbuhan yang signifikan ini menunjukkan bahwa daerah ini sedang dalam tahap pemulihan yang baik untuk sektor konstruksi dan memiliki potensi untuk meningkatkan nilai di kuartal selanjutnya.
Bengkulu
Bengkulu menempati peringkat nasional ke-37 pada Triwulan II 2025 untuk PDRB ADHK Sektor Konstruksi, dengan nilai sebesar639,54 Rp miliar. Provinsi ini mengalami pertumbuhan sebesar9,81% dibandingkan Triwulan I 2025, dengan selisih nilai sebesar57,14 Rp miliar dari kuartal sebelumnya. Nilai dua kuartal sebelumnya adalah651,08 Rp miliar, yang sedikit lebih tinggi dari nilai kuartal terakhir. Di pulau Sumatera, provinsi ini menempati peringkat ke-10, yang menunjukkan posisi yang relatif rendah di pulau yang sama. Pertumbuhan sebesar9,81% ini lebih tinggi dari pertumbuhan provinsi di Papua seperti Papua Barat dan Papua Barat Daya, namun lebih rendah dari Maluku. Meskipun mengalami pertumbuhan, nilai kuartal terakhir masih sedikit lebih rendah dari nilai dua kuartal sebelumnya, yang menunjukkan bahwa sektor konstruksi di Bengkulu masih dalam tahap pemulihan dan belum mencapai puncaknya seperti kuartal sebelumnya. Posisi peringkat nasionalnya juga tetap stabil tanpa mengalami perubahan yang signifikan.
Maluku Utara
Maluku Utara menempati peringkat nasional ke-38 pada Triwulan II 2025 untuk PDRB ADHK Sektor Konstruksi, dengan nilai sebesar622,14 Rp miliar. Provinsi ini mengalami pertumbuhan sebesar9,18% dibandingkan Triwulan I 2025, dengan selisih nilai sebesar52,31 Rp miliar dari kuartal sebelumnya. Nilai dua kuartal sebelumnya adalah600,89 Rp miliar, yang sedikit lebih rendah dari nilai kuartal terakhir. Di pulau Maluku, provinsi ini menempati peringkat ke-2, yang berada di bawah Maluku (peringkat1). Pertumbuhan sebesar9,18% ini lebih tinggi dari pertumbuhan provinsi di Papua seperti Papua Barat dan Papua Barat Daya, namun lebih rendah dari Maluku. Nilai kuartal terakhir ini sedikit lebih tinggi dari nilai dua kuartal sebelumnya, yang menunjukkan bahwa sektor konstruksi di Maluku Utara mengalami perkembangan yang positif dan sedang dalam tahap pemulihan dari kondisi sebelumnya. Meskipun peringkat nasionalnya terendah di antara provinsi dalam data perbandingan, pertumbuhan yang stabil ini memberikan harapan untuk peningkatan nilai dan peringkat di kuartal selanjutnya.