Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan Nilai PDRB ADHB Jasa Perusahaan Triwulanan Kalimantan Tengah pada kuartal II tahun 2025 sebesar 23,11 Rp miliar. Dibandingkan kuartal sebelumnya (kuartal I 2025) yang bernilai 22,44 Rp miliar, provinsi ini mengalami peningkatan sebesar 0,67 Rp miliar dengan pertumbuhan sebesar 2,99%. Dibandingkan rata-rata 3 kuartal terakhir (21,22; 22,45; 22,44 Rp miliar) yaitu sekitar 22,04 Rp miliar, nilai kuartal II 2025 lebih tinggi sebesar 1,07 Rp miliar. Sementara dibandingkan rata-rata 5 kuartal terakhir (19,2; 20,22; 21,22; 22,45; 22,44 Rp miliar) yaitu sekitar 21,11 Rp miliar, nilai kuartal ini juga menunjukkan peningkatan sebesar 2 Rp miliar.
(Baca: Persentase Penduduk Miskin Periode 2013-2025)
Kenaikan pertumbuhan tertinggi Nilai PDRB ADHB Jasa Perusahaan Triwulanan Kalimantan Tengah terjadi pada kuartal II tahun 2022 dengan angka 17,48%, sementara penurunan terendah terjadi pada kuartal III tahun 2020 dengan pertumbuhan negatif turun 21,4%. Selama 5 kuartal terakhir, ranking Kalimantan Tengah di pulau Kalimantan tetap berada di posisi ke-5, sedangkan ranking nasional mengalami penurunan dari posisi ke-30 menjadi ke-32 pada kuartal II 2025. Pertumbuhan selama 5 kuartal terakhir berkisar antara -0,04% hingga 5,8%, dengan rata-rata pertumbuhan sekitar 3%, yang hampir sama dengan pertumbuhan kuartal terakhir sebesar 2,99%.
Di tingkat pulau Kalimantan, Kalimantan Tengah masih menempati posisi ke-5 (terendah) untuk Nilai PDRB ADHB Jasa Perusahaan Triwulanan, menunjukkan bahwa sektor jasa perusahaan di provinsi ini berkembang lebih lambat dibandingkan provinsi lain di pulau yang sama. Membandingkan dengan provinsi lain dalam data perbandingan, Kalimantan Tengah memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan Papua Barat Daya (17,55 Rp miliar), Riau (14,83 Rp miliar), dan Papua Barat (11,81 Rp miliar), namun lebih rendah dibandingkan Maluku Utara (46,1 Rp miliar), Sulawesi Utara (43,64 Rp miliar), dan Papua Pegunungan (42,53 Rp miliar).
Ranking nasional Kalimantan Tengah (posisi ke-32) lebih rendah dibandingkan Maluku Utara (ke-29), Sulawesi Utara (ke-30), dan Papua Pegunungan (ke-31), namun lebih tinggi dibandingkan Papua Barat Daya (ke-33), Riau (ke-34), dan Papua Barat (ke-35). Hal ini menunjukkan bahwa sektor jasa perusahaan di Kalimantan Tengah berada di level menengah bawah di skala nasional, dengan perkembangan yang stabil namun tidak secepat provinsi lain di grup perbandingan.
Selama periode 2010 hingga 2025, Nilai PDRB ADHB Jasa Perusahaan Triwulanan Kalimantan Tengah umumnya menunjukkan tren peningkatan, meskipun mengalami penurunan signifikan pada tahun 2020. Penurunan tersebut terjadi pada kuartal III 2020 dengan nilai turun dari 15,86 Rp miliar menjadi 11,64 Rp miliar, dengan pertumbuhan negatif turun 21,4%. Setelah itu, nilai kembali pulih dan terus meningkat secara bertahap hingga kuartal II 2025, menunjukkan bahwa sektor jasa perusahaan di Kalimantan Tengah mampu pulih dari penurunan tersebut.
Provinsi Maluku Utara
Provinsi Maluku Utara menempati ranking nasional ke-29 untuk Nilai PDRB ADHB Jasa Perusahaan Triwulanan pada kuartal terakhir, dengan nilai sebesar 46,1 Rp miliar. Nilai ini menunjukkan peningkatan sebesar 1,12 Rp miliar dibandingkan kuartal sebelumnya, dengan pertumbuhan sebesar 2,49%. Dibandingkan rata-rata 3 kuartal terakhir, nilai Maluku Utara tetap berada di level yang tinggi, bahkan lebih tinggi dibandingkan rata-rata 5 kuartal terakhir yang sekitar 43 Rp miliar. Di pulau Maluku, provinsi ini menempati posisi ke-2, menunjukkan bahwa sektor jasa perusahaan di Maluku Utara berkembang cukup baik dibandingkan provinsi lain di pulau yang sama. Dibandingkan Kalimantan Tengah, nilai PDRB ADHB Jasa Perusahaan Maluku Utara hampir dua kali lipat, menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam perkembangan sektor ini antara kedua provinsi. Ranking nasional Maluku Utara juga lebih tinggi dibandingkan Kalimantan Tengah, yang menunjukkan bahwa sektor jasa perusahaan di Maluku Utara memiliki kontribusi yang lebih besar dalam perekonomian nasional dibandingkan Kalimantan Tengah. Pertumbuhan Maluku Utara pada kuartal terakhir juga lebih rendah dibandingkan Kalimantan Tengah, namun nilai absolutnya jauh lebih besar, menunjukkan bahwa sektor ini di Maluku Utara telah berkembang lebih matang.
Provinsi Sulawesi Utara
Provinsi Sulawesi Utara berada di ranking nasional ke-30 dengan Nilai PDRB ADHB Jasa Perusahaan Triwulanan sebesar 43,64 Rp miliar pada kuartal terakhir. Nilai ini meningkat sebesar 1,08 Rp miliar dibandingkan kuartal sebelumnya, dengan pertumbuhan sebesar 2,54%. Di pulau Sulawesi, provinsi ini menempati posisi ke-4, menunjukkan bahwa ada tiga provinsi lain di Sulawesi yang memiliki nilai sektor jasa perusahaan yang lebih tinggi. Dibandingkan rata-rata 3 kuartal terakhir, nilai Sulawesi Utara menunjukkan peningkatan stabil, sedangkan dibandingkan rata-rata 5 kuartal terakhir, nilai ini juga lebih tinggi sekitar 2 Rp miliar. Dibandingkan Kalimantan Tengah, nilai Sulawesi Utara hampir dua kali lipat, dengan ranking nasional yang juga lebih tinggi (ke-30 dibanding ke-32). Pertumbuhan Sulawesi Utara pada kuartal terakhir juga lebih rendah dibandingkan Kalimantan Tengah, namun nilai absolutnya jauh lebih besar, menunjukkan bahwa sektor jasa perusahaan di Sulawesi Utara telah berkembang lebih matang dibandingkan Kalimantan Tengah. Perkembangan stabil ini menunjukkan bahwa sektor jasa perusahaan di Sulawesi Utara tidak mengalami fluktuasi yang signifikan selama beberapa kuartal terakhir.
(Baca: PDRB ADHB di Kota Ternate Menurut Sektor pada 2024)
Provinsi Papua Pegunungan
Provinsi Papua Pegunungan menempati ranking nasional ke-31 dengan Nilai PDRB ADHB Jasa Perusahaan Triwulanan sebesar 42,53 Rp miliar pada kuartal terakhir. Nilai ini meningkat sebesar 1,22 Rp miliar dibandingkan kuartal sebelumnya, dengan pertumbuhan sebesar 2,95%. Di pulau Papua, provinsi ini menempati posisi ke-4, menunjukkan bahwa ada tiga provinsi lain di Papua yang memiliki nilai sektor jasa perusahaan yang lebih tinggi. Dibandingkan rata-rata 3 kuartal terakhir, nilai Papua Pegunungan menunjukkan peningkatan yang konsisten, sedangkan dibandingkan rata-rata 5 kuartal terakhir, nilai ini juga lebih tinggi sekitar 3 Rp miliar. Dibandingkan Kalimantan Tengah, nilai Papua Pegunungan hampir dua kali lipat, dengan ranking nasional yang juga lebih tinggi (ke-31 dibanding ke-32). Pertumbuhan Papua Pegunungan pada kuartal terakhir hampir sama dengan Kalimantan Tengah, namun nilai absolutnya jauh lebih besar, menunjukkan bahwa sektor jasa perusahaan di Papua Pegunungan berkembang lebih cepat dalam skala absolut dibandingkan Kalimantan Tengah. Hal ini menunjukkan bahwa sektor jasa perusahaan di Papua Pegunungan memiliki potensi yang besar untuk terus berkembang di masa depan.
Provinsi Papua Barat Daya
Provinsi Papua Barat Daya berada di ranking nasional ke-33 dengan Nilai PDRB ADHB Jasa Perusahaan Triwulanan sebesar 17,55 Rp miliar pada kuartal terakhir. Nilai ini meningkat sebesar 0,13 Rp miliar dibandingkan kuartal sebelumnya, dengan pertumbuhan sebesar 0,75%. Di pulau Papua, provinsi ini menempati posisi ke-5, menunjukkan bahwa sektor jasa perusahaan di provinsi ini berkembang lebih lambat dibandingkan provinsi lain di pulau yang sama. Dibandingkan rata-rata 3 kuartal terakhir, nilai Papua Barat Daya menunjukkan peningkatan yang sangat sedikit, sedangkan dibandingkan rata-rata 5 kuartal terakhir, nilai ini juga hanya meningkat sekitar 1 Rp miliar. Dibandingkan Kalimantan Tengah, nilai Papua Barat Daya lebih rendah sebesar 5,56 Rp miliar, dengan ranking nasional yang juga lebih rendah (ke-33 dibanding ke-32). Pertumbuhan Papua Barat Daya pada kuartal terakhir juga jauh lebih rendah dibandingkan Kalimantan Tengah, menunjukkan bahwa sektor jasa perusahaan di provinsi ini berkembang dengan sangat lambat. Hal ini menunjukkan bahwa sektor jasa perusahaan di Papua Barat Daya membutuhkan dorongan lebih untuk dapat berkembang lebih cepat.
Provinsi Riau
Provinsi Riau menempati ranking nasional ke-34 dengan Nilai PDRB ADHB Jasa Perusahaan Triwulanan sebesar 14,83 Rp miliar pada kuartal terakhir. Nilai ini meningkat sebesar 1,07 Rp miliar dibandingkan kuartal sebelumnya, dengan pertumbuhan sebesar 7,78%. Di pulau Sumatera, provinsi ini menempati posisi ke-9, menunjukkan bahwa ada delapan provinsi lain di Sumatera yang memiliki nilai sektor jasa perusahaan yang lebih tinggi. Dibandingkan rata-rata 3 kuartal terakhir, nilai Riau menunjukkan peningkatan yang signifikan, sedangkan dibandingkan rata-rata 5 kuartal terakhir, nilai ini juga lebih tinggi sekitar 2 Rp miliar. Dibandingkan Kalimantan Tengah, nilai Riau lebih rendah sebesar 8,28 Rp miliar, dengan ranking nasional yang juga lebih rendah (ke-34 dibanding ke-32). Namun, pertumbuhan Riau pada kuartal terakhir jauh lebih tinggi dibandingkan Kalimantan Tengah, menunjukkan bahwa sektor jasa perusahaan di Riau sedang mengalami pertumbuhan yang cepat setelah periode stagnasi. Hal ini menunjukkan bahwa sektor jasa perusahaan di Riau memiliki potensi untuk dapat mengejar ketinggalan dari provinsi lain di masa depan.
Provinsi Papua Barat
Provinsi Papua Barat berada di ranking nasional ke-35 dengan Nilai PDRB ADHB Jasa Perusahaan Triwulanan sebesar 11,81 Rp miliar pada kuartal terakhir. Nilai ini meningkat sebesar 0,18 Rp miliar dibandingkan kuartal sebelumnya, dengan pertumbuhan sebesar 1,55%. Di pulau Papua, provinsi ini menempati posisi ke-6, menunjukkan bahwa sektor jasa perusahaan di provinsi ini berkembang paling lambat dibandingkan provinsi lain di pulau yang sama. Dibandingkan rata-rata 3 kuartal terakhir, nilai Papua Barat menunjukkan peningkatan yang sangat sedikit, sedangkan dibandingkan rata-rata 5 kuartal terakhir, nilai ini juga hanya meningkat sekitar 0,5 Rp miliar. Dibandingkan Kalimantan Tengah, nilai Papua Barat lebih rendah sebesar 11,3 Rp miliar, dengan ranking nasional yang juga lebih rendah (ke-35 dibanding ke-32). Pertumbuhan Papua Barat pada kuartal terakhir juga jauh lebih rendah dibandingkan Kalimantan Tengah, menunjukkan bahwa sektor jasa perusahaan di provinsi ini berkembang dengan sangat lambat. Hal ini menunjukkan bahwa sektor jasa perusahaan di Papua Barat membutuhkan dukungan yang lebih besar dari pemerintah untuk dapat berkembang lebih cepat di masa depan.