Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pekerja sektor industri pengolahan di Provinsi Papua Barat pada semester akhir Agustus 2025 tercatat sebesar 3292 pekerja. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 1943 pekerja atau -37,12% dibandingkan semester sebelumnya. Selama 18 periode pengamatan sejak Februari 2015, tren jumlah pekerja di wilayah ini menunjukkan arah turun secara keseluruhan, dengan perubahan total mencapai penurunan 64,65% dari nilai pertama yang tercatat 9312 pekerja.
(Baca: PDRB Kabupaten Maluku Tengah 2025: Rp12,19 Triliun, Tumbuh 4,76 Persen)
Pada semester Agustus 2025, posisi jumlah pekerja industri pengolahan Papua Barat berada pada peringkat 4 dari seluruh provinsi di Pulau Papua, serta menempati peringkat 36 secara nasional. Rata-rata pertumbuhan 3 semester terakhir tercatat 14,31%, angka ini lebih rendah dibandingkan rata-rata pertumbuhan 5 semester terakhir yang mencapai 16,91%. Nilai semester terbaru juga tercatat berada di bawah rata-rata keseluruhan periode sebesar 7298 pekerja.
Sepanjang catatan historis, jumlah pekerja industri pengolahan Papua Barat pernah mencapai titik tertinggi sebesar 12358 pekerja pada semester Agustus 2018. Sebaliknya nilai terendah tercatat pada semester Februari 2024 dengan hanya 1987 pekerja. Terdapat anomali penurunan sangat dalam pada semester Februari 2024 yaitu turun 83,43% dibandingkan periode sebelumnya, yang menjadi penurunan terbesar sepanjang pengamatan.
Papua
Provinsi Papua menempati posisi pertama tertinggi di Pulau Papua untuk jumlah pekerja industri pengolahan semester Agustus 2025 dengan total 9148 pekerja. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 29,28% dibandingkan semester sebelumnya, dengan penambahan sebanyak 2072 pekerja. Secara nasional, provinsi ini berada di peringkat 33, memiliki selisih hampir 3 kali lipat jumlah pekerja dibandingkan Papua Barat pada periode yang sama.
Papua Barat Daya
Pada urutan kedua Pulau Papua terdapat Provinsi Papua Barat Daya dengan total 6775 pekerja sektor industri pengolahan semester Agustus 2025. Wilayah ini mengalami penurunan sedikit sebesar 1,04% dibandingkan periode sebelumnya, dengan pengurangan sebanyak 71 pekerja. Secara nasional provinsi ini menempati peringkat 34, memiliki jumlah pekerja lebih dari dua kali lipat dibandingkan nilai yang tercatat untuk Papua Barat pada semester yang sama.
(Baca: PDRB Kabupaten Maluku Barat Daya 2025: Rp3,44 Triliun, Tumbuh 3,49 Persen)
Papua Tengah
Provinsi Papua Tengah menempati urutan ketiga di Pulau Papua dengan catatan 5664 pekerja sektor industri pengolahan pada semester Agustus 2025. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan tertinggi se-Pulau Papua pada periode ini yaitu sebesar 66,49% dibandingkan semester sebelumnya, dengan penambahan sebanyak 2262 pekerja. Secara nasional provinsi ini berada di peringkat 35, masih mencatatkan jumlah pekerja hampir 72% lebih banyak dibandingkan Papua Barat.
Papua Selatan
Pada urutan kelima Pulau Papua terdapat Provinsi Papua Selatan dengan total 2538 pekerja sektor industri pengolahan semester Agustus 2025. Wilayah ini mengalami penurunan sedikit sebesar 7% dibandingkan periode sebelumnya, dengan pengurangan sebanyak 191 pekerja. Secara nasional provinsi ini menempati peringkat 37, menjadi satu-satunya provinsi di Pulau Papua yang memiliki jumlah pekerja industri pengolahan lebih rendah dibandingkan Papua Barat pada periode ini.
Papua Pegunungan
Provinsi Papua Pegunungan menempati urutan terakhir di Pulau Papua dengan catatan hanya 415 pekerja sektor industri pengolahan pada semester Agustus 2025. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan tertinggi secara nasional pada periode ini yaitu sebesar 176,67% dibandingkan semester sebelumnya, dengan penambahan sebanyak 265 pekerja. Secara nasional provinsi ini berada di peringkat 38, memiliki nilai jumlah pekerja hanya sekitar 12,6% dari nilai yang tercatat untuk Papua Barat.