Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas dengan status pekerjaan bekerja di perdesaan dan perkotaan di Provinsi Lampung pada tahun 2024 mencapai 4.787.589 pekerja. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 1,91% dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini setara dengan penambahan 89.931 pekerja.
Secara historis, jumlah pekerja di Lampung mengalami fluktuasi. Terjadi kenaikan tertinggi pada tahun 2019 sebesar 6,87%, dan penurunan terdalam pada tahun 2012 turun 9,86%. Jika dibandingkan dengan rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir (2021-2023) sebesar 3,16%, pertumbuhan tahun 2024 sedikit melambat. Namun, jika dibandingkan dengan rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir (2019-2023) sebesar 3,16%, pertumbuhan tahun ini juga sedikit melambat.
(Baca: PDRB ADHB di Kota Jakarta Selatan Menurut Sektor pada 2024)
Pada tahun 2024, Lampung menempati peringkat ke-2 di Pulau Sumatera dalam hal jumlah pekerja, dengan nilai 4.787.589 pekerja. Peringkat ini sama dengan tahun sebelumnya. Secara nasional, Lampung berada di peringkat ke-8. Kenaikan tertinggi dalam lima tahun terakhir terjadi pada tahun 2019, mengindikasikan adanya peningkatan signifikan dalam penyerapan tenaga kerja di Lampung pada periode tersebut.
Meskipun terjadi fluktuasi sepanjang periode waktu yang diamati, jumlah pekerja di Lampung menunjukkan tren peningkatan secara keseluruhan. Tahun 2024 mencatatkan angka tertinggi, mengindikasikan potensi ekonomi yang terus berkembang di provinsi ini. Namun, perlu diperhatikan fluktuasi pertumbuhan dari tahun ke tahun untuk memahami dinamika pasar tenaga kerja di Lampung.
Anomali terjadi pada tahun 2012 dengan penurunan tajam turun 9,86%. Hal ini perlu diinvestigasi lebih lanjut untuk memahami faktor-faktor penyebabnya. Apakah penurunan ini disebabkan oleh faktor ekonomi global, kebijakan pemerintah daerah, atau faktor-faktor lainnya.
Sumatera Utara
Provinsi Sumatera Utara menduduki peringkat ke-1 di Pulau Sumatera dengan jumlah pekerja mencapai 7.723.364 orang. Pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara menunjukkan peningkatan sebesar 2,3% dibandingkan tahun sebelumnya. Walaupun menempati posisi teratas di pulau tersebut, pertumbuhan Sumatera Utara masih perlu ditingkatkan lagi untuk mengimbangi potensi sumber daya yang ada. Peningkatan ini menunjukkan adanya perbaikan dalam sektor tenaga kerja di Sumatera Utara, meskipun masih ada ruang untuk pertumbuhan lebih lanjut. Secara nasional, Sumatera Utara berada di peringkat ke-5.
(Baca: Populasi Sapi Potong Periode 2013-2024)
Banten
Dengan jumlah pekerja sebanyak 5.797.923 orang, Banten menempati peringkat ke-5 di Pulau Jawa. Pertumbuhan ekonomi Banten menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 5,1% dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini menandakan adanya perbaikan yang cukup baik dalam sektor tenaga kerja di Banten. Dengan pertumbuhan yang kuat ini, Banten memiliki potensi besar untuk terus meningkatkan peringkatnya di masa depan. Secara nasional, Banten berada di urutan ke-6.
DKI Jakarta
DKI Jakarta, sebagai pusat ekonomi Indonesia, memiliki jumlah pekerja sebanyak 5.107.775 orang dan menduduki peringkat ke-6 di Pulau Jawa. Pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta menunjukkan peningkatan sebesar 0,69% dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun pertumbuhan ini tergolong moderat, posisi DKI Jakarta sebagai pusat ekonomi tetap penting. Secara nasional, DKI Jakarta berada di peringkat ke-7. Angka ini menunjukkan bahwa Jakarta terus berkontribusi signifikan terhadap lapangan kerja.
Sulawesi Selatan
Provinsi Sulawesi Selatan mencatatkan jumlah pekerja sebanyak 4.680.928 orang, menduduki peringkat pertama di Pulau Sulawesi. Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan menunjukkan peningkatan sebesar 4,23% dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan pertumbuhan yang cukup tinggi ini, Sulawesi Selatan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi di kawasan timur Indonesia. Secara nasional, Sulawesi Selatan berada di peringkat ke-9.
Sumatera Selatan
Sumatera Selatan memiliki jumlah pekerja sebanyak 4.480.100 orang, menduduki peringkat ke-3 di Pulau Sumatera. Pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan menunjukkan peningkatan sebesar 1,83% dibandingkan tahun sebelumnya. Provinsi ini terus berupaya meningkatkan sektor tenaga kerjanya. Secara nasional, Sumatera Selatan berada di peringkat ke-10. Dengan potensi sumber daya alam yang kaya, Sumatera Selatan memiliki peluang besar untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi di masa depan.
Riau
Provinsi Riau mencatatkan jumlah pekerja sebanyak 3.159.367 orang dan menduduki peringkat ke-4 di Pulau Sumatera. Pertumbuhan ekonomi Riau menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan sebesar 5,23% dibandingkan tahun sebelumnya. Secara nasional, Riau berada di peringkat ke-11. Ini adalah pertumbuhan tertinggi di antara provinsi-provinsi yang dibandingkan. Peningkatan ini mencerminkan upaya yang berhasil dalam menciptakan lapangan kerja dan menarik investasi.