Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase rata-rata pengeluaran sebulan per kapita untuk makanan di Provinsi Kalimantan Barat pada akhir tahun 2025 mencapai 53,04 Persen. Sepanjang 15 periode pencatatan sejak 2011, nilai ini menunjukan tren stagnan dengan total perubahan turun 0,48 Persen secara keseluruhan. Pada tahun 2025, nilai mengalami kenaikan sedikit sebesar 0,03 poin dibandingkan tahun 2024, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 0,06 Persen.
(Baca: Harga Kopi Kontrak Tiga Bulan - US Coffee C Futures Pagi Hari Diperdagangkan 328,2 Pound (Rabu, 19 Agustus 2026))
Selama 3 tahun terakhir, Kalimantan Barat mencatat rata-rata pertumbuhan negatif turun 0,58 Persen per tahun, kondisi ini lebih buruk dibandingkan rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang tercatat positif 0,47 Persen per tahun. Puncak nilai pengeluaran makanan tertinggi terjadi pada tahun 2012 dengan nilai 57,33 Persen, sedangkan nilai terendah tercatat pada tahun 2023 di angka 51,65 Persen. Sepanjang periode tercatat 8 kali periode penurunan dan 6 kali periode kenaikan nilai.
Pada tahun 2025, Kalimantan Barat berada di peringkat 2 dari seluruh provinsi di wilayah Pulau Kalimantan, turun satu peringkat dari tahun-tahun sebelumnya yang secara konsisten menempati peringkat pertama sejak 2012. Secara nasional, provinsi ini berada di peringkat 13 dari seluruh provinsi di Indonesia, turun 3 peringkat dibandingkan posisi tahun 2024 yang berada di urutan 10.
Kalimantan Tengah
Kalimantan Tengah menempati peringkat pertama terbaik di wilayah Pulau Kalimantan untuk indikator pengeluaran makanan tahun 2025, dengan nilai akhir tercatat 53,21 Persen. Provinsi ini mencatat pertumbuhan positif sebesar 1,33 Persen pada tahun terakhir, dengan selisih kenaikan nilai sebesar 0,7 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Secara nasional Kalimantan Tengah berada di peringkat 11, satu peringkat di atas Kalimantan Barat pada periode yang sama.
Sumatera Barat
Sumatera Barat mencatat nilai persentase pengeluaran makanan sebesar 53,27 Persen pada tahun terakhir, menjadikannya provinsi dengan nilai tertinggi diantara seluruh wilayah yang dibandingkan. Provinsi ini mengalami penurunan nilai sebesar 0,6 poin dengan pertumbuhan negatif -1,11 Persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan menempati peringkat 10 secara nasional. Nilai ini masih 0,23 poin lebih tinggi dibandingkan catatan Kalimantan Barat tahun 2025.
Papua Selatan
(Baca: Harga Gandum Kontrak Tiga Bulan - US Wheat Futures Turun Menuju Level 696.75 Bushel (Kamis, 20 Agustus 2026))
Papua Selatan tercatat memiliki nilai persentase pengeluaran makanan sebesar 53,08 Persen untuk periode tahun terakhir, hanya terpaut 0,04 poin di atas catatan Kalimantan Barat. Wilayah ini mencatat pertumbuhan positif sebesar 1,07 Persen dengan kenaikan nilai 0,56 poin dibandingkan tahun sebelumnya, dan menempati peringkat 3 di wilayah Pulau Papua serta peringkat 12 secara nasional.
Jambi
Jambi menempati peringkat 6 di wilayah Pulau Sumatera dengan nilai persentase pengeluaran makanan sebesar 52,47 Persen pada tahun 2025. Wilayah ini mengalami penurunan sedikit nilai sebesar 0,07 poin dengan pertumbuhan negatif -0,13 Persen dibandingkan periode sebelumnya, dan tercatat di peringkat 14 secara nasional. Nilai ini berada 0,57 poin lebih rendah dibandingkan catatan Kalimantan Barat pada tahun yang sama.
Riau
Riau mencatat nilai persentase pengeluaran makanan sebesar 52,45 Persen pada tahun terakhir, berada di peringkat 7 wilayah Pulau Sumatera. Provinsi ini mengalami penurunan nilai sebesar 0,28 poin dengan pertumbuhan tahunan negatif turun 0,53 Persen, dan menempati urutan 15 secara nasional. Nilai ini menjadi salah satu yang terendah diantara seluruh provinsi yang dibandingkan pada periode 2025.
Kep. Bangka Belitung
Kepulauan Bangka Belitung tercatat memiliki nilai persentase pengeluaran makanan terendah diantara seluruh wilayah yang dibandingkan, yaitu sebesar 51,86 Persen pada tahun 2025. Wilayah ini mengalami kenaikan sedikit nilai sebesar 0,04 poin dengan pertumbuhan positif 0,08 Persen dibandingkan tahun sebelumnya, menempati peringkat 8 wilayah Pulau Sumatera dan peringkat 16 secara nasional.