Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data PDRB Harga Konstan Konsumsi Pemerintah Triwulanan Provinsi Jambi kuartal kedua 2025 sebesar 2710.09 Rp miliar. Kuartal ini mengalami pertumbuhan 36.94% dibandingkan kuartal pertama 2025, dengan selisih nilai sebesar 730.99 Rp miliar. Jika dibandingkan rata-rata tiga kuartal terakhir (3312.77 Rp miliar), nilai kuartal kedua 2025 sedikit lebih rendah. Sedangkan dibandingkan rata-rata lima kuartal terakhir (2925.5 Rp miliar), nilai ini juga sedikit turun. Sejak tahun 2010, pertumbuhan tertinggi terjadi pada kuartal ketiga 2018 sebesar 95.4%, sedangkan pertumbuhan terendah terjadi pada kuartal pertama 2019 turun 66.27%. Peringkat Jambi di pulau Sumatera pada kuartal kedua 2025 tetap di urutan ke-7, sama seperti kuartal sebelumnya, dan peringkat nasionalnya berada di urutan ke-25.
(Baca: Rata-Rata Konsumsi Rumah Tangga untuk Telekomunikasi Desa Periode 2013-2023)
Papua
Papua menempati peringkat pertama di pulau Papua dan peringkat ke-22 nasional untuk indikator PDRB Harga Konstan Konsumsi Pemerintah Triwulanan kuartal terakhir. Nilai kuartal terakhir Papua sebesar 3504.02 Rp miliar, mengalami pertumbuhan 5.68% dibandingkan kuartal sebelumnya dengan selisih nilai sebesar 188.4 Rp miliar. Jika dibandingkan dengan nilai dua kuartal sebelumnya sebesar 4364.98 Rp miliar, nilai kuartal terakhir ini lebih rendah. Dibandingkan dengan provinsi lain dalam kelompok perbandingan, Papua memiliki nilai kuartal terakhir tertinggi, bahkan melebihi Nusa Tenggara Barat yang berada di peringkat ke-3 nasional dalam kelompok ini. Pertumbuhan Papua sebesar 5.68% juga lebih tinggi dari pertumbuhan Nusa Tenggara Barat yang hanya 0.56%, menunjukkan bahwa konsumsi pemerintah di Papua mengalami peningkatan yang lebih signifikan dibandingkan NTB pada kuartal tersebut. Nilai ini juga jauh lebih tinggi dibandingkan Bengkulu yang hanya memiliki nilai kuartal terakhir sebesar 2611.07 Rp miliar, menunjukkan bahwa kapasitas konsumsi pemerintah di Papua lebih besar dibandingkan provinsi lain dalam kelompok perbandingan.
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Barat (NTB) menempati peringkat ke-3 di pulau Nusa Tenggara dan Bali serta peringkat ke-23 nasional untuk indikator PDRB Harga Konstan Konsumsi Pemerintah Triwulanan kuartal terakhir. Nilai kuartal terakhir NTB sebesar 3411.74 Rp miliar, hanya mengalami pertumbuhan sedikit sebesar 0.56% dibandingkan kuartal sebelumnya dengan selisih nilai sebesar 19.04 Rp miliar. Nilai ini juga lebih rendah dibandingkan nilai dua kuartal sebelumnya sebesar 3684.3 Rp miliar. Dibandingkan dengan provinsi lain dalam kelompok perbandingan, nilai kuartal terakhir NTB hanya sedikit lebih rendah dari Papua (3504.02 Rp miliar) tetapi lebih tinggi dari Sulawesi Tengah (3008.61 Rp miliar). Pertumbuhan NTB yang sangat rendah menunjukkan bahwa konsumsi pemerintah di provinsi ini relatif stagnan pada kuartal tersebut, berbeda dengan Sulawesi Tengah yang mengalami pertumbuhan sebesar 38.78% yang jauh lebih tinggi. Selain itu, peringkat nasional NTB ke-23 juga lebih baik dari Bengkulu yang berada di peringkat ke-26, menunjukkan bahwa konsumsi pemerintah di NTB masih lebih besar dibandingkan Bengkulu.
Sulawesi Tengah
Sulawesi Tengah menempati peringkat ke-4 di pulau Sulawesi dan peringkat ke-24 nasional untuk indikator PDRB Harga Konstan Konsumsi Pemerintah Triwulanan kuartal terakhir. Nilai kuartal terakhir Sulawesi Tengah sebesar 3008.61 Rp miliar, mengalami pertumbuhan 38.78% dibandingkan kuartal sebelumnya dengan selisih nilai sebesar 840.71 Rp miliar. Nilai ini jauh lebih rendah dibandingkan nilai dua kuartal sebelumnya sebesar 4654.75 Rp miliar. Dibandingkan dengan provinsi lain dalam kelompok perbandingan, nilai kuartal terakhir Sulawesi Tengah lebih tinggi dari Bengkulu (2611.07 Rp miliar), Maluku (2182.8 Rp miliar), dan Maluku Utara (2068.02 Rp miliar) tetapi lebih rendah dari Papua dan NTB. Pertumbuhan Sulawesi Tengah yang tinggi menunjukkan bahwa konsumsi pemerintah di provinsi ini mengalami peningkatan yang signifikan pada kuartal tersebut, bahkan melebihi pertumbuhan Papua dan NTB. Peringkat nasional ke-24 juga lebih baik dari Bengkulu (peringkat 26), menunjukkan bahwa konsumsi pemerintah di Sulawesi Tengah lebih besar dibandingkan Bengkulu.
(Baca: Statistik Pengangguran Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan SMK Periode 2015-2024)
Bengkulu
Bengkulu menempati peringkat ke-8 di pulau Sumatera dan peringkat ke-26 nasional untuk indikator PDRB Harga Konstan Konsumsi Pemerintah Triwulanan kuartal terakhir. Nilai kuartal terakhir Bengkulu sebesar 2611.07 Rp miliar, mengalami pertumbuhan 12.73% dibandingkan kuartal sebelumnya dengan selisih nilai sebesar 294.95 Rp miliar. Nilai ini lebih rendah dibandingkan nilai dua kuartal sebelumnya sebesar 3126.66 Rp miliar. Dibandingkan dengan provinsi lain dalam kelompok perbandingan, nilai kuartal terakhir Bengkulu hanya lebih tinggi dari Maluku dan Maluku Utara, tetapi lebih rendah dari Papua, NTB, dan Sulawesi Tengah. Pertumbuhan Bengkulu sebesar 12.73% lebih tinggi dari NTB tetapi lebih rendah dari Sulawesi Tengah dan Papua. Peringkat nasional ke-26 menunjukkan bahwa konsumsi pemerintah di Bengkulu relatif kecil dibandingkan provinsi lain dalam kelompok perbandingan, bahkan lebih rendah dari Maluku yang berada di peringkat ke-27 namun memiliki nilai kuartal terakhir sebesar 2182.8 Rp miliar yang jauh lebih rendah dari Bengkulu.
Maluku
Maluku menempati peringkat pertama di pulau Maluku dan peringkat ke-27 nasional untuk indikator PDRB Harga Konstan Konsumsi Pemerintah Triwulanan kuartal terakhir. Nilai kuartal terakhir Maluku sebesar 2182.8 Rp miliar, mengalami pertumbuhan 25.14% dibandingkan kuartal sebelumnya dengan selisih nilai sebesar 438.5 Rp miliar. Nilai ini lebih rendah dibandingkan nilai dua kuartal sebelumnya sebesar 3224.13 Rp miliar. Dibandingkan dengan provinsi lain dalam kelompok perbandingan, nilai kuartal terakhir Maluku hanya lebih tinggi dari Maluku Utara (2068.02 Rp miliar) tetapi lebih rendah dari semua provinsi lain. Pertumbuhan Maluku sebesar 25.14% lebih tinggi dari Papua, NTB, dan Bengkulu tetapi lebih rendah dari Sulawesi Tengah. Peringkat pertama di pulau Maluku menunjukkan bahwa konsumsi pemerintah di Maluku lebih besar dibandingkan Maluku Utara, meskipun nilai kuartal terakhirnya masih jauh lebih rendah dari provinsi lain di kelompok perbandingan. Nilai dua kuartal sebelumnya yang lebih tinggi menunjukkan bahwa konsumsi pemerintah di Maluku mengalami penurunan signifikan sebelum kembali meningkat pada kuartal terakhir.
Maluku Utara
Maluku Utara menempati peringkat ke-2 di pulau Maluku dan peringkat ke-28 nasional untuk indikator PDRB Harga Konstan Konsumsi Pemerintah Triwulanan kuartal terakhir. Nilai kuartal terakhir Maluku Utara sebesar 2068.02 Rp miliar, mengalami pertumbuhan 19.94% dibandingkan kuartal sebelumnya dengan selisih nilai sebesar 343.83 Rp miliar. Nilai ini lebih rendah dibandingkan nilai dua kuartal sebelumnya sebesar 3299.02 Rp miliar. Dibandingkan dengan provinsi lain dalam kelompok perbandingan, nilai kuartal terakhir Maluku Utara adalah yang terendah, bahkan lebih rendah dari Maluku (2182.8 Rp miliar). Pertumbuhan Maluku Utara sebesar 19.94% lebih tinggi dari Papua, NTB, dan Bengkulu tetapi lebih rendah dari Sulawesi Tengah dan Maluku. Peringkat ke-2 di pulau Maluku menunjukkan bahwa konsumsi pemerintah di Maluku Utara lebih kecil dibandingkan Maluku, dan peringkat nasional ke-28 menunjukkan bahwa provinsi ini memiliki kapasitas konsumsi pemerintah yang relatif kecil dibandingkan provinsi lain di Indonesia. Nilai dua kuartal sebelumnya yang jauh lebih tinggi menunjukkan bahwa konsumsi pemerintah di Maluku Utara mengalami penurunan yang signifikan sebelum kembali meningkat pada kuartal terakhir.