Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat PDRB ADHK Sektor Perdagangan Besar dan Eceran serta Reparasi Mobil dan Sepeda Motor Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara pada akhir tahun 2025 mencapai 1283,27 Rp juta. Sepanjang periode 2010 hingga 2025, nilai sektor ini menunjukkan tren naik konsisten dengan total peningkatan sebesar 136,3% selama 16 tahun, atau rata-rata tumbuh 5,9% per tahun. Pada tahun 2025, pertumbuhan mencapai 10,91%, angka ini jauh di atas rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir sebesar 8,26% dan juga lebih tinggi dibanding rata-rata 5 tahun terakhir yang tercatat 6,85%.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Sulawesi Barat 2025)
Selama 16 tahun periode pengamatan, hanya terjadi satu kali penurunan nilai yaitu pada tahun 2020 dengan pertumbuhan -0,11%. Kenaikan tertinggi sepanjang sejarah tercatat pada tahun 2025 dengan penambahan nilai sebesar 126,25 Rp juta dibanding tahun sebelumnya. Peringkat wilayah ini di lingkup Pulau Sumatera juga mengalami perbaikan, dari posisi 87 pada tahun 2024 naik menjadi peringkat 84 pada tahun 2025, sedangkan peringkat nasional naik dari 280 menjadi 273.
Pada tahun 2025, nilai PDRB sektor perdagangan Kabupaten Toba Samosir berada di bawah enam wilayah lain yang tercatat dalam data perbandingan. Nilai tertinggi pada kelompok perbandingan dipegang Kabupaten Rejang Lebong dengan 1305,18 Rp juta, disusul Kabupaten Bantaeng 1288,53 Rp juta, Kabupaten Morowali 1287,32 Rp juta, Kabupaten Mesuji 1274,42 Rp juta, Kabupaten Sidenreng Rappang 1271,38 Rp juta dan Kota Padang Sidimpuan 1267,95 Rp juta.
Kabupaten Rejang Lebong
Kabupaten Rejang Lebong menduduki peringkat teratas kelompok perbandingan dengan nilai PDRB sektor perdagangan tahun 2025 sebesar 1305,18 Rp juta. Wilayah yang terletak di Pulau Sumatera ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 2,86% pada tahun terakhir, dengan penambahan nilai sebesar 36,32 Rp juta dibandingkan tahun 2024. Peringkat wilayah ini di tingkat nasional adalah 270, menjadi posisi tertinggi diantara seluruh wilayah pada kelompok perbandingan, meskipun tingkat pertumbuhannya merupakan yang terendah dibandingkan lima wilayah lainnya.
Kabupaten Bantaeng
Kabupaten Bantaeng dari Pulau Sulawesi mencatatkan nilai PDRB sektor perdagangan tahun 2025 sebesar 1288,53 Rp juta, berada di urutan kedua kelompok perbandingan. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,57% pada tahun terakhir, dengan penambahan nilai sebesar 90,68 Rp juta dibandingkan tahun sebelumnya. Peringkat nasional wilayah ini adalah 271, hanya satu peringkat di bawah Kabupaten Rejang Lebong, dengan tingkat pertumbuhan yang menjadi yang tertinggi kedua pada kelompok perbandingan.
(Baca: Inflasi Kota Kediri Juli 2026: Kelompok Perawatan Pribadi Dan Jasa Lainnya Tercatat Tertinggi)
Kabupaten Morowali
Kabupaten Morowali yang terletak di Pulau Sulawesi memiliki nilai PDRB sektor perdagangan tahun 2025 sebesar 1287,32 Rp juta, berada di urutan ketiga kelompok perbandingan. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,51% pada tahun terakhir, dengan penambahan nilai sebesar 55,5 Rp juta dibandingkan tahun 2024. Peringkat nasional wilayah ini tercatat 272, hanya terpaut satu peringkat dibawah Kabupaten Bantaeng, dengan tingkat pertumbuhan berada di urutan keempat dari enam wilayah perbandingan.
Kabupaten Mesuji
Kabupaten Mesuji dari Pulau Sumatera mencatatkan nilai PDRB sektor perdagangan tahun 2025 sebesar 1274,42 Rp juta, berada di urutan keempat kelompok perbandingan. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,94% pada tahun terakhir, dengan penambahan nilai sebesar 71,43 Rp juta dibandingkan tahun sebelumnya. Peringkat nasional wilayah ini adalah 274, terpaut dua peringkat dibawah Kabupaten Morowali, dengan tingkat pertumbuhan berada di urutan ketiga dari seluruh wilayah pada kelompok perbandingan.
Kabupaten Sidenreng Rappang
Kabupaten Sidenreng Rappang yang terletak di Pulau Sulawesi memiliki nilai PDRB sektor perdagangan tahun 2025 sebesar 1271,38 Rp juta, berada di urutan kelima kelompok perbandingan. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,97% pada tahun terakhir, dengan penambahan nilai sebesar 71,58 Rp juta dibandingkan tahun 2024. Peringkat nasional wilayah ini tercatat 275, hanya satu peringkat dibawah Kabupaten Mesuji, dengan tingkat pertumbuhan yang hampir sama persis dengan wilayah sebelumnya.
Kota Padang Sidimpuan
Kota Padang Sidimpuan dari Pulau Sumatera mencatatkan nilai PDRB sektor perdagangan tahun 2025 sebesar 1267,95 Rp juta, berada di urutan terakhir kelompok perbandingan. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 6,49% pada tahun terakhir, dengan penambahan nilai sebesar 77,23 Rp juta dibandingkan tahun sebelumnya. Peringkat nasional wilayah ini adalah 276, hanya satu peringkat dibawah Kabupaten Sidenreng Rappang, dengan tingkat pertumbuhan berada di urutan kedua tertinggi dari seluruh enam wilayah perbandingan.