Penyakit bawaan (komorbid) menjadi salah satu penyebab kematian penderita Covid-19 di Kalimantan Tengah. Data yang dirilis Kementerian Kesehatan pada Senin 16 Agustus 2021, terbanyak pasien yang meninggal memiliki riwayat penyakit hipertensi.
Data kemenkes menyebutkan, ada 10% kematian pasien yang memiliki penyakit hipertensi. Kemudian 6,7% memiliki riwayat diabetes melitus, 5% memiliki riwayat penyakit jantung, 0,8% sakit gangguan imun, dan 0,8% ada riwayat penyakit ginjal.
Sedangkan dalam diagnosis awal, mereka yang terkena covid melaporkan gejala utama seperti sesak napas, batuk, lemas, riwayat demam dan sakit kepala .
Statistik harian untuk data penambahan harian meninggal di Kalimantan Tengah dalam seminggu terakhir sudah mulai turun. Dibandingkan provinsi lain, dari nilai yang terbesar, Kalimantan Tengah berada di urutan 23.
Hingga 16 Agustus, provinsi ini mencatatkan jumlah penambahan penduduk yang meninggal karena covid lebih rendah dibandingkan sebelumnya dengan selisih 5 orang.
Informasi lain dari provinsi Kalimantan Tengah adalah, tingkat kesembuhan yang termasuk tinggi mencapai 84,05% (sebanyak 33,84 ribu jiwa telah dinyatakan sembuh). Sedangkan untuk angka kematian di tempat ini tercatat 1.195 jiwa (2%). Mereka yang berhasil sembuh di antaranya memiliki riwayat penyakit seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, dan penyakit ginjal.
Sedangkan dilihat dari jenis kelamin dan kelompok umur, mereka secara persentase jumlah kasus covid-19 menurut kelompok umur dari urutan yang terbesar yakni penduduk dengan usia 31-45 tahun sebanyak 30,8%, sebanyak 26,3% adalah usia pemuda antara 19-30 tahun, 20,5% umur antara 46-59 tahun, 11% umur antara 6-18 tahun, 8,4% dengan umur lebih dari 60 tahun dan sekitar 3% di antaranya anak umur 0-5 tahun. Sedangkan dilihat dari jenis kelamin, mereka yang terkonfirmasi positif covid-19 di Kalimantan Tengah lebih banyak laki-laki dibandingkan perempuan.