Polda Metro Jaya merilis data harian jumlah unit bus wilayah Provinsi Lampung per 6 Mei 2026. Pada hari terakhir pencatatan, tercatat 3786 unit bus beroperasi. Dibandingkan hari sebelumnya, jumlah ini naik sedikit sebesar 1 unit dengan pertumbuhan 0,03%. Selama 3 hari terakhir, rata-rata jumlah bus berada di angka 3786,3 unit, sedangkan rata-rata 5 hari terakhir sebesar 3784 unit. Kondisi 3 hari terakhir menunjukkan pertumbuhan sedikit lebih baik sebesar 0,06% dibandingkan periode 5 hari sebelumnya.
(Baca: Harga Daging Ayam di Pasar Tradisional Periode Mei 2025-2026)
Sepanjang periode pencatatan historis sejak Mei 2023, terjadi kenaikan tertinggi jumlah bus pada pertengahan Oktober 2025 dengan penambahan sebanyak 227 unit dalam satu hari, atau pertumbuhan 6,54%. Sementara penurunan terendah tercatat pada awal November 2024 dengan pengurangan sebanyak 59 unit atau penurunan 1,72% dalam satu hari. Untuk periode 5 hari terakhir, peringkat Lampung di wilayah Pulau Sumatera tetap berada di urutan 8, sedangkan peringkat se-Indonesia berada di posisi 16.
Dibandingkan provinsi lain pada hari pencatatan yang sama, nilai jumlah bus Lampung berada di bawah Sumatera Barat yang mencatatkan 5061 unit, dan di atas Aceh yang tercatat 3092 unit. Secara peringkat di Pulau Sumatera, Lampung menempati urutan ke 3 dari 3 provinsi Sumatera yang tercatat pada data perbandingan. Secara nasional, Lampung berada pada peringkat 17, satu tingkat di atas Nusa Tenggara Barat dan satu tingkat di bawah Nusa Tenggara Timur.
Sumatera Barat
Sumatera Barat menempati peringkat tertinggi di wilayah Pulau Sumatera dan peringkat 13 secara nasional untuk indikator jumlah bus pada hari yang sama. Wilayah ini mencatatkan 5061 unit bus pada hari terakhir, dengan kenaikan sebesar 2 unit dibandingkan hari sebelumnya atau pertumbuhan 0,04%. Rata-rata pertumbuhan 5 hari terakhir wilayah ini stabil, tanpa terjadi fluktuasi nilai yang signifikan lebih dari 5 unit per hari. Nilai total bus Sumatera Barat tercatat 33,6% lebih tinggi dibandingkan jumlah bus yang tercatat di Provinsi Lampung pada periode yang sama.
DI Yogyakarta
DI Yogyakarta tercatat menempati peringkat 14 secara nasional dan peringkat 5 di wilayah Pulau Jawa. Pada hari terakhir pencatatan, jumlah bus di wilayah ini mencapai 4961 unit, tanpa terjadi perubahan nilai dibandingkan hari sebelumnya. Pertumbuhan 5 hari terakhir di wilayah ini tercatat stagnan 0% selama 4 hari berturut-turut. Nilai jumlah bus DI Yogyakarta berada 31% lebih tinggi dibandingkan nilai yang tercatat di Provinsi Lampung, dan menempati urutan kedua tertinggi dari seluruh wilayah yang tercatat pada data perbandingan.
Kalimantan Selatan
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Sulawesi Utara 2015 - 2024)
Kalimantan Selatan menempati peringkat 2 di wilayah Pulau Kalimantan dan peringkat 15 secara nasional. Wilayah ini mencatatkan jumlah bus sebanyak 4286 unit pada hari terakhir, tanpa ada perubahan nilai dibandingkan hari sebelumnya. Selama 5 hari terakhir, tidak tercatat perubahan jumlah bus di wilayah ini, dengan pertumbuhan yang stagnan 0%. Nilai jumlah bus Kalimantan Selatan tercatat 13,2% lebih tinggi dibandingkan jumlah bus Provinsi Lampung, dan menjadi satu-satunya wilayah di Pulau Kalimantan yang tercatat pada data perbandingan ini.
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Timur menempati peringkat 2 di wilayah Nusa Tenggara dan Bali serta peringkat 17 secara nasional. Wilayah ini mencatatkan 3387 unit bus pada hari terakhir, tanpa terjadi perubahan nilai dibandingkan hari sebelumnya. Pertumbuhan 5 hari terakhir wilayah ini tercatat stabil tanpa fluktuasi. Nilai jumlah bus Nusa Tenggara Timur tercatat 10,5% lebih rendah dibandingkan jumlah bus yang tercatat di Provinsi Lampung pada periode pencatatan yang sama.
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Barat menempati peringkat 3 di wilayah Nusa Tenggara dan Bali serta peringkat 18 secara nasional. Wilayah ini mencatatkan 3355 unit bus pada hari terakhir, tanpa ada perubahan nilai dibandingkan hari sebelumnya. Selama 5 hari terakhir, tidak tercatat adanya pertumbuhan jumlah bus di wilayah ini. Nilai jumlah bus Nusa Tenggara Barat tercatat 11,3% lebih rendah dibandingkan nilai jumlah bus Provinsi Lampung, dan menempati urutan kedua terbawah dari seluruh wilayah yang tercatat.
Aceh
Aceh menempati peringkat 7 di wilayah Pulau Sumatera dan peringkat 19 secara nasional, menjadi wilayah dengan nilai jumlah bus terendah dari seluruh data perbandingan. Wilayah ini mencatatkan 3092 unit bus pada hari terakhir, dengan kenaikan sebesar 2 unit dibandingkan hari sebelumnya atau pertumbuhan 0,06%. Meskipun mencatatkan persentase pertumbuhan tertinggi pada hari terakhir, total nilai jumlah bus Aceh tercatat 18,3% lebih rendah dibandingkan jumlah bus yang tercatat di Provinsi Lampung.