Rata-rata pengeluaran masyarakat di kabupaten Pekalongan untuk membeli bubur bayi pada 2023 adalah Rp26,32 per kapita per minggu. Nilai ini turun dibandingkan dengan pengeluaran tahun sebelumnya yang tercatat Rp82,47 per kapita per minggu.
(Baca: Mayoritas Jemaah Haji Indonesia 2024 Berstatus Ibu Rumah Tangga)
Empat terbesar pengeluaran penduduk untuk kelompok bahan makanan lainnya di kabupaten Pekalongan dari urutan tertinggi dibelanjakan untuk mie instan Rp2.548,89 per kapita per minggu, kerupuk Rp546,1 per kapita per minggu, bubur bayi Rp26,32 per kapita per minggu dan terrendah dibelanjakan untuk lainnya Rp9,81 per kapita per minggu
Pengeluaran rata-rata per kapita adalah biaya yang dikeluarkan untuk konsumsi semua anggota rumah tangga selama sebulan baik yang berasal dari pembelian, pemberian maupun produksi sendiri dibagi dengan banyaknya anggota rumah tangga dalam rumah tangga tersebut. Konsumsi rumah tangga dibedakan atas konsumsi makanan maupun bukan makanan tanpa memperhatikan asal barang dan terbatas pada pengeluaran untuk kebutuhan rumah tangga saja, tidak termasuk konsumsi/pengeluaran untuk keperluan usaha atau yang diberikan kepada pihak lain.
Pengeluaran untuk konsumsi makanan dihitung selama seminggu, sedangkan untuk bukan makanan dihitung selama sebulan dan 12 bulan yang lalu. Baik konsumsi makanan maupun bukan makanan selanjutnya dikonversikan ke dalam pengeluaran rata-rata sebulan. Angka-angka konsumsi/pengeluaran rata-rata per kapita yang disajikan dalam publikasi BPS diperoleh dari hasil bagi jumlah konsumsi seluruh rumah tangga (baik mengkonsumsi makanan maupun tidak) terhadap jumlah penduduk.
(Baca: Pengeluaran Penduduk Kab. Muara Enim untuk Membeli Rokok dan Tembakau per Minggu)
Publikasi Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata pengeluaran per kapita di kabupaten ini mencapai Rp1,4 juta per kapita dalam sebulan pada Maret 2023. Jumlah tersebut meningkat 25,05% dibandingkan Maret 2022 yang sebesar Rp1,12 juta per kapita per bulan.
Berdasarkan wilayah, pengeluaran penduduk untuk membeli bubur bayi tertinggi adalah di kabupaten Kutai Barat dan terendah di kabupaten Rote Ndao. Sedangkan untuk kabupaten Pekalongan ini, nominal pengeluaran untuk membeli bubur bayi berada di urutan 351. Sementara itu, rata-rata pengeluaran per kapita secara nasional untuk membeli bubur bayi adalah Rp241 per kapita per minggu.
Berikut ini adalah 10 kabupaten/kota dengan pengeluaran per kapita tertinggi untuk membeli bubur bayi:
- Kutai Barat Rp367.43
- Karawang Rp306.27
- Kota Makassar Rp293,07
- Kota Cimahi Rp282,1
- Wakatobi Rp243.71
- Siak Rp218,06
- Kota Ternate Rp217.48
- Katingan Rp206,05
- Kutai Timur Rp203.89
- Kota Tasikmalaya Rp188,1