Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, PDRB ADHB sektor Perdagangan Mobil, Sepeda Motor dan Reparasinya di Sulawesi Barat pada tahun 2024 mencapai Rp 1.067,61 miliar. Angka ini menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 7,32% dibandingkan tahun 2023. Terjadi peningkatan nilai sebesar Rp 72,78 miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini melanjutkan tren positif setelah sempat mengalami penurunan pada tahun 2020.
Secara historis, pertumbuhan tertinggi sektor ini di Sulawesi Barat terjadi pada tahun 2014 dengan persentase 14,94%. Sementara penurunan terendah terjadi pada tahun 2020 dengan pertumbuhan negatif turun 7,47%. Kondisi ini dapat dikatakan fluktuatif, dengan periode pertumbuhan tinggi diselingi dengan kontraksi, sebelum kembali menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Pertumbuhan positif di tahun 2024 ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir (2022-2024) sebesar 6.95% dan juga lebih baik dibandingkan rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir (2020-2024) sebesar 2.82%.
(Baca: 12,98% Penduduk di Kabupaten Majene Masuk Kategori Miskin)
Jika dibandingkan dengan provinsi lain di Pulau Sulawesi pada tahun 2024, Sulawesi Barat menempati peringkat ke-5. Peringkat ini sama dengan tahun-tahun sebelumnya dalam lima tahun terakhir. Secara nasional, Sulawesi Barat berada pada peringkat ke-30. Nilai PDRB sektor ini di Sulawesi Barat masih relatif kecil dibandingkan dengan provinsi lain di pulau Sulawesi.
Tahun 2020 menjadi anomali karena mengalami penurunan nilai PDRB. Penurunan tersebut tidak terjadi pada tahun-tahun sebelumnya, dan setelahnya kembali mengalami pertumbuhan positif. Kenaikan nilai tertinggi terjadi di tahun 2014, dan setelah itu pertumbuhan cenderung melambat hingga akhirnya terkontraksi di tahun 2020.
Secara keseluruhan, sektor Perdagangan Mobil, Sepeda Motor dan Reparasinya di Sulawesi Barat menunjukkan perkembangan yang dinamis. Meskipun terdapat fluktuasi, sektor ini menunjukkan potensi pertumbuhan yang signifikan. Pemerintah daerah perlu terus mendorong pengembangan sektor ini agar dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian daerah.
Papua
Papua menduduki peringkat pertama di antara wilayah-wilayah yang dibandingkan, dengan nilai PDRB mencapai Rp 1.856,28 miliar. Pertumbuhan sebesar 6.38% menunjukkan performa yang solid, didukung oleh nilai tahun sebelumnya yang mencapai Rp 1.744,98 miliar. Pertumbuhan ini mengindikasikan sektor ini tetap menjadi pendorong ekonomi utama di Papua, dengan selisih nilai sebesar Rp 111,3 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.
(Baca: 10 Provinsi dengan Harga Daging Ayam Ras Segar Paling Mahal (Jumat, 9 Januari 2026))
Kep. Bangka Belitung
Kepulauan Bangka Belitung menempati posisi ke-10 dalam perbandingan ini. Nilai PDRB tercatat sebesar Rp 1.525,83 miliar, mengalami penurunan pertumbuhan signifikan turun 17.42%. Penurunan ini mengakibatkan selisih nilai turun Rp 321,83 miliar dibandingkan dengan tahun sebelumnya, di mana nilai PDRB mencapai Rp 1.847,66 miliar. Penurunan ini menunjukkan adanya tantangan besar yang dihadapi sektor ini di Kepulauan Bangka Belitung.
Kalimantan Utara
Kalimantan Utara menempati peringkat ke-4 dengan nilai PDRB mencapai Rp 1.404,16 miliar. Pertumbuhan sebesar 6.74% menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan nilai PDRB tahun sebelumnya sebesar Rp 1.315,55 miliar, selisih nilai sebesar Rp 88,61 miliar mencerminkan tren positif yang berkelanjutan di Kalimantan Utara.
Papua Selatan
Dengan nilai PDRB sebesar Rp 926,62 miliar, Papua Selatan menduduki peringkat ke-2. Pertumbuhan sebesar 6.97% mengindikasikan peningkatan yang solid dibandingkan dengan nilai PDRB tahun sebelumnya sebesar Rp 866,24 miliar. Selisih nilai sebesar Rp 60,38 miliar mencerminkan kontribusi yang signifikan dari sektor ini terhadap perekonomian Papua Selatan.
Papua Tengah
Papua Tengah berada di peringkat ke-3 dengan nilai PDRB sebesar Rp 896,21 miliar. Pertumbuhan sebesar 6.11% menunjukkan kinerja yang baik, didukung oleh nilai PDRB tahun sebelumnya sebesar Rp 844,63 miliar. Selisih nilai sebesar Rp 51,58 miliar menandakan bahwa sektor ini terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian Papua Tengah.
Kalimantan Tengah
Kalimantan Tengah menempati peringkat ke-5 dengan nilai PDRB sebesar Rp 801,68 miliar. Pertumbuhan sebesar 0.9% menunjukkan peningkatan yang sedikit dibandingkan dengan nilai PDRB tahun sebelumnya sebesar Rp 794,53 miliar. Selisih nilai sebesar Rp 7,15 miliar mengindikasikan bahwa sektor ini terus berkembang meskipun dengan laju yang lebih lambat dibandingkan wilayah lain.