Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pekerja di Kabupaten Rokan Hilir pada tahun 2024 sebanyak 309.120 pekerja. Terjadi peningkatan sebesar 1,58% dibandingkan tahun 2023, yaitu sebanyak 304.322 pekerja. Meskipun demikian, angka ini masih di bawah rata-rata jumlah pekerja dalam tiga tahun terakhir (2022-2024) yang mencapai 307.051 pekerja.
Jika dibandingkan dengan lima tahun terakhir (2020-2024), pertumbuhan jumlah pekerja di Rokan Hilir cenderung fluktuatif. Tahun 2021 menunjukkan pertumbuhan tertinggi, yakni 12,15%, sementara tahun 2023 mengalami penurunan sebesar 3,74%. Secara peringkat, Kabupaten Rokan Hilir berada pada posisi ke-23 di Pulau Sumatera pada tahun 2024, sedikit turun dari posisi ke-22 pada tahun 2023. Secara nasional, Rokan Hilir berada pada peringkat ke-137, sama dengan tahun sebelumnya.
(Baca: Populasi Kuda di Maluku Utara | 2024)
Peningkatan tertinggi jumlah pekerja di Rokan Hilir dalam periode historis terjadi pada tahun 2019 dengan pertumbuhan 25,44%. Sementara itu, penurunan terendah terjadi pada tahun 2013 dengan penurunan sebesar 2,7%. Anomali terjadi pada tahun 2023, di mana terjadi penurunan jumlah pekerja, berbeda dengan tren peningkatan yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
Di Pulau Sumatera, jumlah pekerja di Kabupaten Rokan Hilir menempati peringkat ke-23 pada tahun 2024. Peringkat ini menunjukkan bahwa jumlah pekerja di Rokan Hilir masih berada di bawah beberapa kabupaten/kota lain di Sumatera. Dibandingkan dengan data dari kabupaten/kota lain di Indonesia yang disajikan pada data perbandingan, posisi Rokan Hilir juga masih berada di tengah.
Secara keseluruhan, data jumlah pekerja di Kabupaten Rokan Hilir menunjukkan kondisi yang fluktuatif dengan sedikit peningkatan pada tahun 2024. Namun, peningkatan ini belum mampu melampaui rata-rata tiga tahun terakhir. Perbandingan dengan wilayah lain di Sumatera dan Indonesia menunjukkan bahwa Rokan Hilir masih memiliki potensi untuk meningkatkan jumlah pekerjanya.
Kabupaten Musi Banyuasin
Kabupaten Musi Banyuasin menempati peringkat ke-22 di Pulau Sumatera dengan jumlah pekerja 322.577 orang. Meskipun berada di posisi yang cukup baik di tingkat pulau, kabupaten ini mengalami penurunan jumlah pekerja sebesar 1,8%. Kondisi ini menjadikan Musi Banyuasin sebagai salah satu daerah yang perlu dievaluasi terkait dengan dinamika ketenagakerjaannya. Rata-rata pertumbuhan jumlah pekerja dalam beberapa tahun terakhir juga menunjukkan tren yang kurang menggembirakan.
(Baca: Jumlah Pekerja di Sektor C Industri Pengolahan di Sulawesi Selatan | 2024)
Kabupaten Gianyar
Kabupaten Gianyar di Nusa Tenggara dan Bali menunjukkan kinerja yang cukup stabil dalam sektor ketenagakerjaan. Dengan jumlah pekerja sebanyak 319.504 orang, Gianyar menempati peringkat ke-7 di wilayahnya. Pertumbuhan jumlah pekerja sebesar 0,72% menunjukkan adanya peningkatan yang moderat. Stabilitas ini menjadikan Gianyar sebagai salah satu contoh daerah dengan pengelolaan ketenagakerjaan yang baik di wilayah Nusa Tenggara dan Bali.
Kabupaten Karang Asem
Dengan jumlah pekerja tercatat sebanyak 318.294 orang, Kabupaten Karang Asem di Nusa Tenggara dan Bali menduduki peringkat ke-8 di wilayahnya. Meskipun demikian, Karang Asem mengalami penurunan jumlah pekerja sebesar 1%. Penurunan ini menjadi perhatian, terutama jika dibandingkan dengan potensi wisata dan ekonomi kreatif yang ada di wilayah tersebut. Perlunya evaluasi lebih lanjut terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi penurunan ini.
Kabupaten Banjar
Kabupaten Banjar di Kalimantan menunjukkan pertumbuhan positif dalam sektor ketenagakerjaan. Jumlah pekerja tercatat sebanyak 309.092 orang dan menduduki peringkat ke-5 di wilayah Kalimantan. Pertumbuhan jumlah pekerja mencapai 2,95%, mengindikasikan adanya peningkatan aktivitas ekonomi di wilayah tersebut. Banjar menjadi salah satu contoh daerah di Kalimantan yang berhasil meningkatkan jumlah pekerjanya.
Kabupaten Bima
Kabupaten Bima di Nusa Tenggara dan Bali memiliki jumlah pekerja sebanyak 308.752 orang dan menduduki peringkat ke-9 di wilayahnya. Pertumbuhan jumlah pekerja di Bima mencapai 5,2%, menjadikannya salah satu daerah dengan pertumbuhan tertinggi di antara wilayah yang dibandingkan. Kondisi ini menunjukkan adanya potensi besar dalam pengembangan sektor ketenagakerjaan di Kabupaten Bima.
Kabupaten Lampung Utara
Kabupaten Lampung Utara mencatat jumlah pekerja sebanyak 306.589 orang. Meski menduduki peringkat ke-24 di Pulau Sumatera, kabupaten ini mencatatkan pertumbuhan jumlah pekerja sebesar 2,83%. Data ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas ekonomi dan penyerapan tenaga kerja di Lampung Utara.