Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat data PDRB ADHB Sektor Pertambangan dan Penggalian Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur pada akhir tahun 2025 tercatat sebesar 35.870 Rp juta. Sepanjang periode 2013 hingga 2025, nilai sektor ini mengalami tren naik secara keseluruhan dengan total peningkatan 98,29% selama 13 tahun, atau tumbuh rata-rata 5,87% setiap tahunnya. Pada tahun 2025 terjadi penurunan sebesar 4,3% dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi satu-satunya periode penurunan sepanjang catatan data yang tersedia. Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir hanya mencapai 1,91%, jauh lebih rendah dibanding rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang mencapai 2,77% serta rata-rata seluruh periode sebesar 6,05%.
(Baca: PDRB Pengeluaran Net Ekspor di Jawa Barat | 2025)
Pencapaian tertinggi nilai sektor pertambangan Kabupaten Malaka terjadi pada tahun 2024 dengan nilai 37.480 Rp juta, sebelum akhirnya mengalami penurunan sebesar 1.610 Rp juta pada tahun berikutnya. Kenaikan tertinggi sepanjang sejarah tercatat pada tahun 2014 dengan pertumbuhan 15,53%, sedangkan peningkatan paling sedikit terjadi pada tahun 2017 yang hanya tumbuh 0,18% dibanding tahun sebelumnya. Dalam wilayah pulau Nusa Tenggara dan Bali, peringkat Kabupaten Malaka tetap bertahan di posisi 32 sejak tahun 2018, sedangkan secara nasional peringkatnya turun dari posisi 410 tahun 2024 menjadi 411 pada tahun 2025.
Nilai PDRB sektor pertambangan Kabupaten Malaka tahun 2025 berada di atas nilai rata-rata seluruh periode yang tercatat sebesar 29.731,54 Rp juta. Sepanjang 13 tahun pengamatan, terdapat 11 periode terjadi peningkatan nilai, hanya 1 kali periode penurunan yaitu pada tahun 2025. Meskipun terjadi penurunan pada tahun terakhir, nilai tahun 2025 masih hampir dua kali lipat dibandingkan nilai awal tahun 2013 yang hanya tercatat 18.090 Rp juta. Kondisi penurunan tahun 2025 menjadi anomali setelah sebelumnya sektor ini selalu mencatat pertumbuhan positif selama 11 tahun berturut-turut.
Kabupaten Sumedang
Kabupaten Sumedang dari wilayah Pulau Jawa mencatat nilai PDRB ADHB sektor pertambangan tahun 2025 sebesar 38.820 Rp juta, dengan pertumbuhan minus 0,46% dibandingkan tahun sebelumnya. Wilayah ini menempati peringkat 87 tingkat pulau dan 408 secara nasional. Nilai sektor pertambangan di Kabupaten Sumedang masih lebih tinggi sekitar 8,2% dibandingkan nilai Kabupaten Malaka tahun yang sama, meskipun sama-sama mengalami pertumbuhan negatif pada periode terakhir. Perbedaan selisih nilai antara kedua wilayah ini mencapai 2.950 Rp juta pada tahun 2025.
Kota Gorontalo
Kota Gorontalo yang berada di wilayah Pulau Sulawesi mencatat nilai PDRB sektor pertambangan tahun 2025 sebesar 37.250 Rp juta, dengan penurunan pertumbuhan sebesar 3,07% pada periode terakhir. Wilayah ini menempati peringkat 75 tingkat pulau dan 409 secara nasional, tepat satu peringkat di atas Kabupaten Malaka. Nilai sektor pertambangan Kota Gorontalo lebih tinggi 1.380 Rp juta dibandingkan Kabupaten Malaka, namun mengalami penurunan yang jauh lebih dalam dibandingkan penurunan yang terjadi di Nusa Tenggara Timur pada periode yang sama.
(Baca: Statistik Persentase Penduduk Miskin di Kabupaten Sumba Barat 2016-2025)
Kabupaten Kaimana
Kabupaten Kaimana dari wilayah Papua mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 2,35% pada tahun 2025 dengan nilai PDRB sektor pertambangan sebesar 36.560 Rp juta. Wilayah ini menempati peringkat 22 tingkat pulau dan 410 secara nasional. Nilai sektor pertambangan di wilayah ini hanya berbeda sekitar 690 Rp juta di atas nilai Kabupaten Malaka, namun menjadi satu-satunya wilayah dalam daftar perbandingan yang memiliki pertumbuhan hampir sama dengan rata-rata 3 tahun terakhir Kabupaten Malaka.
Kabupaten Banggai Laut
Kabupaten Banggai Laut wilayah Sulawesi mencatat pertumbuhan sangat tinggi sebesar 11,46% pada tahun 2025, menjadi pertumbuhan tertinggi di seluruh daftar perbandingan dengan nilai total 35.510 Rp juta. Wilayah ini menempati peringkat 76 tingkat pulau dan 412 secara nasional, satu peringkat di bawah Kabupaten Malaka. Nilai sektor pertambangan wilayah ini hanya berbeda sedikit sebesar 360 Rp juta di bawah nilai Kabupaten Malaka, namun menunjukkan dinamika pertumbuhan yang jauh lebih kuat pada periode terakhir.
Kota Bengkulu
Kota Bengkulu dari wilayah Pulau Sumatera mencatat nilai PDRB sektor pertambangan tahun 2025 sebesar 35.420 Rp juta dengan pertumbuhan positif 7,89% dibandingkan tahun sebelumnya. Wilayah ini menempati peringkat 132 tingkat pulau dan 413 secara nasional. Nilai sektor pertambangan di Kota Bengkulu hanya berbeda 450 Rp juta di bawah nilai Kabupaten Malaka, namun mencatat pertumbuhan yang jauh lebih baik dibandingkan penurunan yang terjadi di Kabupaten Malaka pada tahun yang sama.
Kabupaten Tapanuli Tengah
Kabupaten Tapanuli Tengah wilayah Sumatera mencatat nilai PDRB sektor pertambangan tahun 2025 sebesar 34.900 Rp juta dengan pertumbuhan positif 5,22% pada periode terakhir. Wilayah ini menempati peringkat 133 tingkat pulau dan 414 secara nasional, menjadi peringkat terendah dalam daftar perbandingan. Nilai sektor ini di wilayah tersebut berbeda 970 Rp juta di bawah nilai Kabupaten Malaka, namun tetap mencatatkan pertumbuhan positif pada saat Kabupaten Malaka justru mengalami penurunan nilai pada tahun 2025.