Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah perusahaan konstruksi skala kecil di Provinsi Sulawesi Selatan pada akhir tahun 2025 mencapai 10.009 perusahaan. Catatan ini menjadi nilai tertinggi sepanjang periode pengamatan sejak 2007, terjadi kenaikan sebesar 89 perusahaan atau 0,9 persen dibandingkan tahun 2024. Selama 19 tahun pengamatan, jumlah perusahaan ini mencatatkan tren naik secara keseluruhan dengan pertumbuhan rata-rata tahunan sebesar 3,83 persen, dengan total peningkatan mencapai 96,8 persen dari nilai awal tahun 2007.
(Baca: Update 2024: Jumlah Usaha Mikro Kecil di Lampung 88,07 Ribu Unit)
Selama periode historis, kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2018 dengan penambahan 1.843 perusahaan atau pertumbuhan 25,79 persen, sedangkan penurunan terbesar tercatat pada tahun 2010 dengan pengurangan 1.152 perusahaan atau penurunan 14,37 persen. Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir hanya mencapai 0,32 persen, angka ini lebih buruk dibandingkan rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang mencapai 0,93 persen. Sepanjang periode pengamatan, Sulawesi Selatan secara konsisten menempati peringkat 1 jumlah perusahaan konstruksi kecil di wilayah Pulau Sulawesi.
Pada tahun 2025, Sulawesi Selatan menempati peringkat ke-4 secara nasional dari seluruh provinsi di Indonesia, dengan nilai 10.009 perusahaan. Tiga provinsi di atasnya secara berurutan adalah Jawa Timur dengan 22.462 perusahaan, Jawa Barat 14.827 perusahaan, dan Jawa Tengah 14.263 perusahaan, sementara posisi dibawahnya diisi Sumatera Utara dengan 9.230 perusahaan. Pertumbuhan Sulawesi Selatan tahun 2025 sebesar 0,9 persen merupakan angka pertumbuhan terendah diantara 5 besar provinsi nasional periode yang sama.
Jawa Timur
Jawa Timur menempati peringkat pertama nasional jumlah perusahaan konstruksi skala kecil tahun 2025 dengan total nilai mencapai 22.462 perusahaan, hampir dua kali lipat nilai Sulawesi Selatan pada periode yang sama. Provinsi ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 6,26 persen pada tahun 2025 dengan penambahan 1.324 perusahaan dibandingkan tahun sebelumnya. Posisi pertama ini telah dipertahankan secara konsisten, dengan nilai total lebih tinggi 52 persen dibandingkan provinsi peringkat kedua nasional.
Jawa Barat
(Baca: 17,9% Penduduk di Papua Tengah Beragama Katolik)
Pada posisi kedua nasional, Jawa Barat mencatatkan 14.827 perusahaan konstruksi skala kecil pada akhir tahun 2025. Provinsi ini mencatatkan pertumbuhan tertinggi diantara lima besar nasional dengan angka 46,06 persen, dengan penambahan sebanyak 4.676 perusahaan selama satu tahun periode. Pertumbuhan ini menjadikan Jawa Barat sebagai satu-satunya provinsi di lima besar yang berhasil mencatatkan pertumbuhan diatas 20 persen pada tahun 2025.
Jawa Tengah
Jawa Tengah menempati posisi ketiga nasional dengan total 14.263 perusahaan konstruksi skala kecil tahun 2025. Berbeda dengan tiga provinsi lainnya di lima besar, Jawa Tengah mencatatkan penurunan sebesar 1,74 persen atau berkurang 253 perusahaan dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini menjadi satu-satunya angka negatif pada kelompok lima besar provinsi dengan jumlah perusahaan konstruksi kecil terbanyak di Indonesia.
Sulawesi Selatan
Sebagai satu-satunya wakil dari luar pulau Jawa dan Sumatera di lima besar nasional, Sulawesi Selatan mencatatkan 10.009 perusahaan konstruksi skala kecil tahun 2025. Provinsi ini secara konsisten menempati peringkat pertama seluruh wilayah Pulau Sulawesi selama 19 tahun berturut-turut, dengan pertumbuhan 0,9 persen tahun 2025. Nilai total perusahaan di provinsi ini berada 7,7 persen diatas Sumatera Utara yang berada di peringkat kelima nasional.
Sumatera Utara
Sumatera Utara menutup daftar lima besar nasional dengan total 9.230 perusahaan konstruksi skala kecil pada akhir tahun 2025. Provinsi ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 25,08 persen dengan penambahan 1.851 perusahaan dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi pertumbuhan tertinggi kedua setelah Jawa Barat pada periode yang sama. Posisi ini menjadikan Sumatera Utara sebagai satu-satunya wakil dari Pulau Sumatera di lima besar nasional.