Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase desa tanpa sinyal internet di Provinsi Gorontalo pada akhir tahun 2025 sebesar 0,41 persen. Data historis sejak 2018 menunjukkan tren penurunan selama periode pengamatan, dengan total penurunan mencapai 93,73 persen dari nilai awal 6,54 persen pada tahun 2018. Selama 6 tahun periode data, hanya terjadi 1 kali kenaikan nilai, 3 kali penurunan, dan 1 kali kondisi stagnan. Pada tahun 2025, nilai persentase ini tetap sama dengan tahun 2024, tidak terjadi perubahan nilai sama sekali.
(Baca: Statistik Garis Kemiskinan Makanan di Perkotaan Periode 2015-2025)
Rata-rata penurunan persentase desa tanpa sinyal selama 3 tahun terakhir mencapai 43,18 persen per tahun, angka ini lebih tajam dibandingkan rata-rata penurunan 5 tahun terakhir yang tercatat sebesar 32,76 persen. Artinya, laju penurunan wilayah tanpa akses sinyal internet di Gorontalo semakin membaik dalam tiga tahun belakangan. Penurunan terbesar terjadi pada tahun 2024 dengan penurunan sebesar 81,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sedangkan satu-satunya kenaikan terjadi pada tahun 2020 sebesar 3,33 persen. Selama seluruh periode pengamatan, posisi peringkat Gorontalo di wilayah Pulau Sulawesi tetap konsisten di urutan ke 5.
Pada tahun 2025, persentase desa tanpa sinyal Gorontalo berada di bawah nilai rata-rata seluruh periode pengamatan yang tercatat sebesar 2,975 persen. Peringkat nasional Gorontalo pada tahun 2025 berada di urutan 20, naik satu peringkat dari posisi tahun 2024 yang berada di urutan 21. Dibandingkan provinsi lain di Pulau Sulawesi, Sulawesi Selatan mencatat nilai persentase desa tanpa sinyal sebesar 0,29 persen pada tahun terbaru, menempati urutan terendah ke 6 di wilayah pulau tersebut.
Kalimantan Timur
Provinsi Kalimantan Timur menempati urutan peringkat 4 di wilayah Pulau Kalimantan untuk indikator persentase desa tanpa sinyal internet, dengan nilai akhir tahun tercatat sebesar 0,57 persen. Wilayah ini mencatat penurunan sebesar 60,12 persen dibandingkan dua tahun sebelumnya, dengan selisih penurunan nilai sebesar 0,86 poin dari periode sebelumnya. Secara nasional, Kalimantan Timur berada di peringkat 18, berada di atas posisi peringkat Gorontalo pada tahun yang sama. Nilai penurunan di provinsi ini lebih besar dibandingkan rata-rata penurunan nasional untuk periode pengamatan yang sama.
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Timur menempati urutan pertama terbaik di wilayah Nusa Tenggara dan Bali untuk indikator ini, dengan persentase desa tanpa sinyal internet tercatat sebesar 0,42 persen. Wilayah ini mencatat penurunan sebesar 31,81 persen dibandingkan periode dua tahun sebelumnya, dengan selisih penurunan nilai sebesar 0,20 poin. Secara nasional provinsi ini berada di peringkat 19, satu peringkat di atas Gorontalo. Nilai persentase desa tanpa sinyal di Nusa Tenggara Timur hanya sedikit lebih tinggi dibandingkan nilai yang tercatat di Gorontalo pada tahun 2025.
(Baca: 7,41% Penduduk di Kabupaten Sinjai Masuk Kategori Miskin)
Riau
Provinsi Riau menempati urutan 3 di wilayah Pulau Sumatera, dengan nilai persentase desa tanpa sinyal internet tahun terakhir tercatat sebesar 0,37 persen. Berbeda dengan sebagian besar wilayah lain, Riau justru mencatat kenaikan sebesar 74,99 persen dibandingkan dua tahun sebelumnya, dengan kenaikan nilai sebesar 0,16 poin dari periode sebelumnya. Secara nasional Riau berada di peringkat 21, satu peringkat di bawah posisi Gorontalo tahun 2025. Kenaikan ini menjadi satu-satunya catatan kenaikan signifikan diantara kelima provinsi pembanding yang diamati.
Sumatera Selatan
Sumatera Selatan menempati urutan yang sama dengan Riau yaitu peringkat 3 di wilayah Pulau Sumatera, dengan nilai persentase desa tanpa sinyal internet yang sama persis yaitu 0,37 persen. Wilayah ini mencatat penurunan sebesar 20,05 persen dibandingkan dua tahun sebelumnya, dengan selisih penurunan nilai sebesar 0,09 poin dari periode sebelumnya. Secara nasional Sumatera Selatan juga menempati peringkat yang sama dengan Riau yaitu urutan 21, berada di bawah posisi peringkat Gorontalo pada tahun 2025.
Sulawesi Selatan
Sulawesi Selatan menempati urutan 6 di wilayah Pulau Sulawesi, menjadikannya provinsi dengan persentase desa tanpa sinyal internet terendah di pulau tersebut dengan nilai 0,29 persen. Wilayah ini mencatat kondisi stagnan tidak ada perubahan nilai dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pertumbuhan nol persen pada periode terbaru. Secara nasional Sulawesi Selatan berada di peringkat 23, tiga peringkat di bawah posisi Gorontalo tahun 2025. Nilai ini menjadi nilai terendah dibandingkan seluruh provinsi pembanding yang tercatat dalam data.