Virus Covid-19 varian Omicron (B.1.1.529) di dunia semakin menyebar dan telah mencapai 2 juta kasus pada Minggu, 13 Maret 2022. Brunei Darussalam berada di urutan pertama dengan penambahan omicron">kasus Omicron per minggu tumbuh 453,8 persen. Di negara ini, GISAID mencatat jumlah penambahan omicron">kasus Omicron sebanyak 875 jiwa. Secara harian kasus di wilayah ini naik 38,89 persen dibandingkan hari sebelumnya.
(Baca: 6 Produk Ramah Lingkungan yang Paling Banyak Dibeli Masyarakat)
Berikutnya adalah Slovakia yang mencatatkan penambahan kasus Omicron 81,6 persen lebih tinggi dibandingkan pekan lalu. Sedangkan untuk data harian, penambahan kasus Omicron di negara ini naik 1,62 persen dibandingkan kemarin.
Kemudian, penambahan omicron">kasus Omicron di Iran (Republik Islam) naik 51,72 persen menjadi 176 kasus dibandingkan pekan sebelumnya, penambahan omicron">kasus Omicron di Lithuania naik 49,19 persen menjadi 4.167 kasus dibandingkan pekan sebelumnya dan Jerman dengan penambahan kasus Omicron 109,89 ribu kasus (naik 36,74%)
(Baca: KIC: Dampak Lingkungan Mulai Jadi Faktor Konsumen Membeli Produk Baru)
Sementara untuk penambahan kasus Omicron di Indonesia, hingga data hari ini tercatat ada 8.047 kasus atau naik 2,65 persen dibandingkan hari sebelumnya. Sejak pertama kali termonitor, Omicron di Indonesia terus bergerak naik.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau semua pihak untuk tetap waspada menghadapi lonjakan kasus Omicron di seluruh dunia tersebut. Masyarakat diimbau untuk selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.