Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data Indeks Risiko Bencana Kabupaten Cilacap Jawa Tengah untuk periode 2015 sampai 2025. Pada tahun 2025, nilai indeks mencapai 108,74 poin, terjadi kenaikan sebesar 11,2 persen dibandingkan tahun 2024 dengan penambahan nilai sebesar 10,95 poin. Sepanjang 11 tahun periode pengamatan, indeks menunjukkan tren umum turun dengan penurunan total sebesar 49,47 persen atau rata-rata penurunan 6,6 persen setiap tahunnya.
(Baca: Jumlah Korban Luka-Luka akibat Bencana Alam di Jawa Timur 31 Korban (2026))
Pada periode 2021 sampai 2023 indeks terus mengalami penurunan hingga mencapai titik terendah sebesar 96,93 poin pada tahun 2023, sebelum akhirnya kembali naik pada dua tahun berturut-turut. Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir menunjukkan kenaikan sebesar 1,85 persen per tahun, berbalik arah dari rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang masih mencatatkan penurunan sebesar 0,49 persen per tahun. Peringkat wilayah ini di Pulau Jawa pada 2025 berada di urutan 44, membaik 35 peringkat dari posisi 79 pada tahun sebelumnya.
Secara nasional, Kabupaten Cilacap menempati peringkat 373 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia pada tahun 2025. Peringkat ini meningkat 62 posisi dibandingkan tahun 2024 yang berada di urutan 435. Sepanjang riwayat data, penurunan indeks terbesar terjadi pada tahun 2016 dengan penurunan sebesar 42,3 poin atau 19,66 persen, sementara kenaikan terbesar tercatat pada tahun 2025 dengan penambahan nilai 10,95 poin. Nilai indeks tertinggi sepanjang periode tercatat pada tahun pertama pengamatan 2015 sebesar 215,2 poin.
Kabupaten Sambas
Kabupaten Sambas mencatatkan nilai Indeks Risiko Bencana tahun terakhir sebesar 109,61 poin, menempati peringkat 22 di wilayah Pulau Kalimantan dan peringkat 370 secara nasional. Wilayah ini mengalami penurunan indeks sebesar 18,54 persen dibandingkan tahun sebelumnya dengan pengurangan nilai sebesar 24,94 poin. Nilai indeks Kabupaten Sambas sedikit lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Cilacap, dengan selisih nilai kurang dari 1 poin, namun memiliki peringkat nasional 3 posisi lebih baik dibandingkan Kabupaten Cilacap.
Kota Ternate
Kota Ternate memiliki nilai Indeks Risiko Bencana tahun terakhir sebesar 109,58 poin, berada di peringkat 21 wilayah Maluku dan peringkat 371 secara nasional. Berbeda dengan sebagian besar wilayah lain, Kota Ternate mencatatkan kenaikan indeks sebesar 19,15 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi satu-satunya wilayah dalam grup perbandingan yang mencatatkan pertumbuhan positif indeks risiko bencana. Peringkat nasional Kota Ternate berada satu posisi di bawah Kabupaten Sambas dan dua posisi di atas Kabupaten Cilacap.
Kota Serang
(Baca: Persentase Pengangguran 2025 di Kabupaten Batang 5,07 Persen)
Kota Serang yang terletak di Pulau Jawa mencatatkan nilai indeks sebesar 109,52 poin, menempati peringkat 43 di Pulau Jawa dan peringkat 372 secara nasional. Wilayah ini mengalami penurunan indeks sebesar 14,15 persen dibandingkan tahun sebelumnya dengan pengurangan nilai sebesar 18,05 poin. Peringkat Kota Serang di Pulau Jawa hanya terpaut satu peringkat di atas Kabupaten Cilacap, dengan selisih nilai indeks kurang dari 1 poin menjadikan kedua wilayah ini memiliki tingkat risiko bencana yang hampir identik pada tahun 2025.
Kabupaten Musi Banyuasin
Kabupaten Musi Banyuasin Sumatera mencatatkan nilai Indeks Risiko Bencana tahun terakhir sebesar 108,18 poin, menempati peringkat 127 di wilayah Pulau Sumatera dan peringkat 374 secara nasional. Wilayah ini mengalami penurunan indeks terbesar dalam grup perbandingan yaitu sebesar 29,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya dengan pengurangan nilai mencapai 44,77 poin. Nilai indeks wilayah ini sedikit lebih rendah dibandingkan Kabupaten Cilacap, dengan peringkat nasional satu posisi di bawah Kabupaten Cilacap.
Kabupaten Kota Baru
Kabupaten Kota Baru Kalimantan memiliki nilai Indeks Risiko Bencana tahun terakhir sebesar 108,02 poin, menempati peringkat 23 wilayah Kalimantan dan peringkat 375 secara nasional. Wilayah ini mengalami penurunan indeks sebesar 13,08 persen dibandingkan tahun sebelumnya dengan pengurangan nilai sebesar 16,21 poin. Nilai indeks wilayah ini berada 0,72 poin di bawah nilai Kabupaten Cilacap, dengan peringkat nasional dua posisi di bawah Kabupaten Cilacap pada tahun 2025.
Kabupaten Sintang
Kabupaten Sintang Kalimantan mencatatkan nilai Indeks Risiko Bencana tahun terakhir sebesar 107,75 poin, menempati peringkat 24 wilayah Kalimantan dan peringkat 376 secara nasional. Wilayah ini mengalami penurunan indeks sebesar 13,08 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai indeks Kabupaten Sintang merupakan yang terendah dalam seluruh grup perbandingan, terpaut 0,99 poin dari nilai Kabupaten Cilacap dan menempati peringkat nasional paling bawah dalam kelompok wilayah perbandingan ini.