Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai PDRB ADHB Sektor Perdagangan Besar dan Eceran serta Reparasi Mobil dan Sepeda Motor DI Yogyakarta pada tahun 2025 mencapai 16761,57 Rp miliar. Selama periode 2010 hingga 2025, sektor ini menunjukkan tren naik konsisten dengan hanya 1 kali penurunan yang tercatat. Pada tahun 2025, sektor ini tumbuh sebesar 7,29 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penambahan nilai sebesar 1138,34 Rp miliar.
(Baca: Harga Kopi Kontrak Tiga Bulan - US Coffee C Futures Turun Menuju Level 335,5 Pound (Selasa, 25 Agustus 2026))
Selama 16 tahun pengamatan, rata-rata pertumbuhan tahunan sektor ini mencapai 8,25 persen. Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir tercatat 7,02 persen, sedikit lebih rendah dibanding rata-rata 5 tahun terakhir yang mencapai 7,60 persen. Kenaikan tertinggi sepanjang sejarah terjadi pada tahun 2022 dengan pertumbuhan 12,4 persen, sedangkan satu-satunya penurunan terjadi pada tahun 2020 turun 2,68 persen. Total peningkatan nilai sektor ini dari tahun 2010 hingga 2025 mencapai 225,69 persen.
Sepanjang seluruh periode pengamatan, DI Yogyakarta secara konsisten menempati peringkat ke-6 dari seluruh provinsi di Pulau Jawa untuk sektor ini. Secara nasional, peringkat DI Yogyakarta pada tahun 2025 berada di urutan 27 dari seluruh provinsi di Indonesia. Posisi nilai akhir tahun 2025 tercatat berada di atas rata-rata nilai historis sektor ini di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kalimantan Utara
Kalimantan Utara menempati peringkat 5 wilayah Pulau Kalimantan dan urutan 24 nasional untuk indikator sektor yang sama. Nilai PDRB sektor ini di provinsi tersebut pada tahun terakhir mencapai 21419,34 Rp miliar, tumbuh 12,29 persen dibandingkan tahun sebelumnya dengan penambahan nilai sebesar 2344,36 Rp miliar. Nilai ini secara signifikan lebih tinggi dibandingkan catatan DI Yogyakarta, dengan pertumbuhan tahunan yang juga melebihi rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir Yogyakarta.
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Timur tercatat menempati peringkat 3 wilayah Nusa Tenggara dan Bali serta urutan 25 nasional untuk sektor perdagangan dan reparasi kendaraan. Nilai PDRB sektor ini pada tahun terakhir mencapai 20109,49 Rp miliar, dengan pertumbuhan tahunan mencapai 14,11 persen. Pertumbuhan ini merupakan yang tertinggi diantara seluruh provinsi dalam daftar perbandingan, sekaligus berada di atas rata-rata pertumbuhan historis DI Yogyakarta.
Kepulauan Bangka Belitung
(Baca: 0,00063% Penduduk di Kabupaten Wonogiri Beragama Konghucu)
Kepulauan Bangka Belitung menempati urutan 9 wilayah Pulau Sumatera dan peringkat 26 secara nasional. Nilai PDRB ADHB sektor perdagangan dan reparasi kendaraan di provinsi ini tercatat 18286,46 Rp miliar pada tahun terakhir, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 10,72 persen. Nilai ini masih berada di atas catatan DI Yogyakarta, dengan selisih nilai sekitar 1524,89 Rp miliar dibandingkan nilai Yogyakarta tahun 2025.
Bengkulu
Bengkulu menempati peringkat 10 wilayah Pulau Sumatera dan urutan 28 secara nasional untuk indikator ini. Nilai PDRB sektor ini di provinsi Bengkulu mencapai 15048,49 Rp miliar pada tahun terakhir, tumbuh sebesar 4,84 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai ini merupakan yang pertama di daftar perbandingan yang berada di bawah catatan nilai DI Yogyakarta tahun 2025, dengan pertumbuhan yang juga lebih rendah dibandingkan Yogyakarta.
Papua
Papua menempati peringkat teratas wilayah Pulau Papua dan urutan 29 secara nasional. Nilai PDRB sektor perdagangan dan reparasi kendaraan di provinsi ini tercatat 14712,16 Rp miliar pada tahun terakhir, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 5,43 persen. Pertumbuhan ini sedikit lebih rendah dibandingkan catatan pertumbuhan DI Yogyakarta tahun 2025, dengan selisih nilai sekitar 2049,41 Rp miliar di bawah nilai Yogyakarta.
Maluku Utara
Maluku Utara menempati peringkat teratas wilayah Pulau Maluku dan urutan 30 secara nasional untuk indikator ini. Nilai PDRB sektor ini di provinsi tersebut mencapai 11275,73 Rp miliar pada tahun terakhir, tumbuh sebesar 12,84 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun memiliki pertumbuhan tahunan yang tinggi, nilai absolut PDRB sektor ini masih berada 5485,84 Rp miliar di bawah catatan DI Yogyakarta tahun 2025.