Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pekerja di sektor akomodasi dan makan minum di Kabupaten Solok Selatan pada tahun 2024 mencapai 1175 pekerja. Angka ini menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 52.2% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini merupakan yang tertinggi kedua dalam lima tahun terakhir, setelah tahun 2023 yang mencatat pertumbuhan 295.9%. Jumlah pekerja pada tahun 2024 juga merupakan yang tertinggi dalam rentang waktu 2015-2024.
Dibandingkan rata-rata tiga tahun sebelumnya (2021-2023) yang sebesar 424 pekerja, jumlah pekerja di tahun 2024 mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Bahkan jika dibandingkan dengan rata-rata lima tahun terakhir (2019-2023) yang sebesar 430 pekerja, pertumbuhan tahun 2024 tetap menunjukkan performa yang jauh lebih baik. Pada tahun 2020 terjadi anomali penurunan turun 48.24%, hal ini perlu dikaji lebih lanjut faktor-faktor yang menyebabkannya.
(Baca: Garis Kemiskinan Makanan di Perkotaan di Bengkulu | 2024)
Di tingkat Pulau Sumatera, Kabupaten Solok Selatan berada di peringkat 91 pada tahun 2024, sedikit meningkat dibandingkan tahun 2023 yang berada di peringkat 94. Secara nasional, Kabupaten Solok Selatan menempati peringkat 311. Nilai ini menunjukkan bahwa Kabupaten Solok Selatan masih perlu meningkatkan performanya di sektor ini dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Indonesia. Terjadi fluktuasi ranking di pulau Sumatera dalam 5 tahun terakhir. Peringkat terendah terjadi pada tahun 2022 dengan ranking 138, sementara tertinggi di tahun 2019 dengan ranking 77.
Kenaikan tertinggi dalam data historis terjadi pada tahun 2023 dengan pertumbuhan 295.9%, sedangkan penurunan terendah terjadi pada tahun 2020 dengan penurunan -48.24%. Fluktuasi ini menunjukkan bahwa sektor akomodasi dan makan minum di Kabupaten Solok Selatan cukup dinamis dan rentan terhadap perubahan kondisi ekonomi dan sosial. Penurunan pada tahun 2020 kemungkinan besar disebabkan oleh pandemi Covid-19 yang berdampak besar pada sektor pariwisata dan perhotelan.
Berdasarkan data, pada tahun 2020 terjadi penurunan yang cukup signifikan yang dapat dikategorikan sebagai anomali. Jika dibandingkan dengan rata-rata tiga tahun sebelum anomali (2018-2019 dan 2021) yang sebesar 649 pekerja, penurunan pada tahun 2020 sangat terasa. Hal ini mengindikasikan adanya faktor eksternal yang sangat mempengaruhi sektor ini pada tahun tersebut, yang perlu dianalisis lebih lanjut untuk mitigasi di masa depan.
Kabupaten Pidie Jaya
Kabupaten Pidie Jaya menempati peringkat 89 di Pulau Sumatera dengan jumlah pekerja sebanyak 1195 pekerja. Pertumbuhan sektor ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu sebesar 95.9%. Nilai ini berada di atas rata-rata pertumbuhan dalam beberapa tahun terakhir, mengindikasikan potensi besar dalam pengembangan sektor akomodasi dan makan minum di wilayah ini. Dibandingkan dengan daerah lain di pulau Sumatera, Pidie Jaya memiliki daya saing yang cukup baik dan perlu terus ditingkatkan agar dapat menarik lebih banyak tenaga kerja dan investasi.
(Baca: Angka Partisipasi Murni (APM) SMA di Bali | 2024)
Kabupaten Padang Lawas
Kabupaten Padang Lawas mencatatkan diri di peringkat 90 di Pulau Sumatera. Meskipun jumlah pekerjanya sedikit lebih rendah dibandingkan Kabupaten Pidie Jaya, yaitu 1188 pekerja, Padang Lawas menunjukkan potensi yang stabil. Namun, terjadi penurunan pertumbuhan turun 16.34%, yang perlu menjadi perhatian serius. Langkah-langkah strategis perlu diambil untuk membalikkan tren negatif ini dan mendorong pertumbuhan sektor akomodasi dan makan minum di Padang Lawas, sehingga dapat bersaing lebih baik dengan daerah lain.
Kabupaten Tanah Laut
Kabupaten Tanah Laut menunjukkan performa yang cukup baik di Pulau Kalimantan dengan menempati peringkat 37. Jumlah pekerja mencapai 1175 pekerja, sama dengan Kabupaten Solok Selatan. Meskipun demikian, pertumbuhan di Tanah Laut mengalami penurunan turun 4.39%. Penurunan ini perlu dianalisis lebih mendalam untuk mengidentifikasi penyebabnya dan merumuskan solusi yang tepat. Potensi sektor ini masih besar, dan dengan strategi yang tepat, Tanah Laut dapat meningkatkan daya saingnya.
Kabupaten Siak
Kabupaten Siak berada di peringkat 91 di Pulau Sumatera dengan jumlah pekerja yang sama dengan Kabupaten Solok Selatan dan Tanah Laut, yaitu 1175 pekerja. Kabupaten Siak mengalami penurunan pertumbuhan yang cukup signifikan, yaitu -37.17%. Penurunan ini memerlukan perhatian khusus dan tindakan cepat untuk mengatasi tantangan yang ada. Upaya-upaya untuk meningkatkan investasi dan menarik lebih banyak tenaga kerja perlu diintensifkan agar sektor ini dapat kembali tumbuh dan berkembang.
Kabupaten Belitung Timur
Kabupaten Belitung Timur menempati peringkat 93 di Pulau Sumatera dengan jumlah pekerja 1163 pekerja. Terjadi pertumbuhan positif sebesar 3.84%, menandakan potensi yang baik untuk pengembangan sektor akomodasi dan makan minum. Belitung Timur perlu terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan agar dapat menarik lebih banyak wisatawan dan investor. Dengan strategi yang tepat, Belitung Timur dapat menjadi destinasi unggulan di Pulau Sumatera.