Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah pura Hindu di DI Yogyakarta pada tahun 2025 mencapai 37 unit. Dari data historis, periode 2014-2022 menunjukkan jumlah pura cenderung stabil atau menurun sedikit, dengan angka tetap 23 unit selama 2019-2022. Tahun 2023 terjadi kenaikan signifikan sebesar 60,87% menjadi 37 unit, namun turun sebesar 43,24% menjadi 21 unit pada 2024, sebelum kembali naik 76,19% ke 37 unit pada 2025. Dibandingkan rata-rata 3 tahun terakhir (2022-2024: 23,37,21 ? rata-rata 27 unit), jumlah pura 2025 lebih tinggi sebesar 10 unit. Dibandingkan rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024: 23,23,23,37,21 ? rata-rata 25,4 unit), tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik. Pada 2025, DI Yogyakarta menempati peringkat 3 di Pulau Jawa dan 17 se-Indonesia, naik dari peringkat 5 di Jawa dan 24 se-Indonesia pada 2024.
Pertumbuhan tertinggi jumlah pura Hindu di DI Yogyakarta terjadi pada tahun 2025 sebesar 76,19%, sementara penurunan terbesar terjadi pada tahun 2024 sebesar 43,24%. Periode 2016-2022 menunjukkan kondisi stabil dengan pertumbuhan 0% atau penurunan sedikit hingga 4,17%, sebelum terjadi fluktuasi signifikan pada 2023-2025. Anomali terjadi pada tahun 2023 dan 2025 di mana jumlah pura kembali ke 37 unit, setelah periode stabil selama 7 tahun tanpa perubahan signifikan.
Provinsi Sulawesi Barat
Berdasarkan data BPS, jumlah pura Hindu di Sulawesi Barat pada tahun terakhir mencapai 58 unit, menempati peringkat 14 se-Indonesia dan peringkat 5 di Pulau Sulawesi. Dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah pura menurun sebesar 73 unit, dengan pertumbuhan negatif sebesar 55,73%. Rata-rata jumlah pura selama dua tahun terakhir adalah 131 unit dan 58 unit, menunjukkan penurunan yang signifikan. Dibandingkan dengan DI Yogyakarta, Sulawesi Barat memiliki jumlah pura yang lebih tinggi, namun pertumbuhannya menurun drastis pada tahun terakhir. Peringkat se-Indonesia Sulawesi Barat juga lebih baik daripada DI Yogyakarta pada tahun 2025, meskipun terjadi penurunan jumlah pura yang besar. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun memiliki jumlah pura yang lebih banyak, Sulawesi Barat mengalami penurunan yang tidak terduga pada tahun terakhir, berbeda dengan DI Yogyakarta yang mengalami kenaikan signifikan.
Provinsi Kalimantan Timur
Jumlah pura Hindu di Kalimantan Timur pada tahun terakhir adalah 44 unit, dengan peringkat 15 se-Indonesia dan peringkat 3 di Pulau Kalimantan. Dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah pura menurun sebesar 5 unit, dengan pertumbuhan negatif sebesar 10,2%. Rata-rata jumlah pura selama dua tahun terakhir adalah 49 unit dan 44 unit, menunjukkan penurunan sedikit. Dibandingkan dengan DI Yogyakarta, jumlah pura di Kalimantan Timur lebih tinggi sebesar 7 unit, namun pertumbuhannya menurun sedangkan DI Yogyakarta mengalami kenaikan. Peringkat se-Indonesia Kalimantan Timur sedikit lebih baik daripada DI Yogyakarta pada tahun 2025, meskipun kedua provinsi mengalami perubahan peringkat dari tahun sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa Kalimantan Timur memiliki jumlah pura yang stabil meskipun mengalami penurunan sedikit, berbeda dengan fluktuasi yang terjadi di DI Yogyakarta.
Provinsi Gorontalo
Jumlah pura Hindu di Gorontalo pada tahun terakhir mencapai 41 unit, menempati peringkat 16 se-Indonesia dan peringkat 6 di Pulau Sulawesi. Dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah pura naik sebesar 2 unit, dengan pertumbuhan positif sebesar 5,13%. Rata-rata jumlah pura selama dua tahun terakhir adalah 39 unit dan 41 unit, menunjukkan peningkatan sedikit. Dibandingkan dengan DI Yogyakarta, jumlah pura di Gorontalo lebih tinggi sebesar 4 unit, dan pertumbuhannya positif meskipun kecil. Peringkat se-Indonesia Gorontalo lebih baik daripada DI Yogyakarta, namun peringkat di pulau Sulawesinya lebih rendah daripada Sulawesi Barat. Kondisi ini menunjukkan bahwa Gorontalo mengalami pertumbuhan yang stabil dalam jumlah pura Hindu, berbeda dengan fluktuasi yang terjadi di DI Yogyakarta pada tahun terakhir.
Provinsi Jawa Barat
Jumlah pura Hindu di Jawa Barat pada tahun terakhir adalah 36 unit, dengan peringkat 18 se-Indonesia dan peringkat 4 di Pulau Jawa. Dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah pura menurun sebesar 2 unit, dengan pertumbuhan negatif sebesar 5,26%. Rata-rata jumlah pura selama dua tahun terakhir adalah 38 unit dan 36 unit, menunjukkan penurunan sedikit. Dibandingkan dengan DI Yogyakarta, jumlah pura di Jawa Barat sedikit lebih rendah sebesar 1 unit, dan pertumbuhannya menurun sedangkan DI Yogyakarta mengalami kenaikan signifikan. Peringkat di Pulau Jawa Jawa Barat berada di bawah DI Yogyakarta pada tahun 2025, yang menunjukkan bahwa DI Yogyakarta memiliki pertumbuhan yang lebih baik dalam jumlah pura Hindu dibandingkan Jawa Barat. Kondisi ini menunjukkan bahwa Jawa Barat mengalami penurunan kecil dalam jumlah pura, sedangkan DI Yogyakarta mengalami pemulihan yang signifikan.
Provinsi Nusa Tenggara Timur
Jumlah pura Hindu di Nusa Tenggara Timur pada tahun terakhir mencapai 33 unit, menempati peringkat 19 se-Indonesia dan peringkat 3 di Pulau Nusa Tenggara dan Bali. Dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah pura menurun sebesar 4 unit, dengan pertumbuhan negatif sebesar 10,81%. Rata-rata jumlah pura selama dua tahun terakhir adalah 37 unit dan 33 unit, menunjukkan penurunan sedikit. Dibandingkan dengan DI Yogyakarta, jumlah pura di Nusa Tenggara Timur lebih rendah sebesar 4 unit, dan pertumbuhannya menurun sedangkan DI Yogyakarta mengalami kenaikan. Peringkat se-Indonesia Nusa Tenggara Timur lebih rendah daripada DI Yogyakarta pada tahun 2025, yang menunjukkan bahwa DI Yogyakarta memiliki jumlah pura yang lebih banyak dan pertumbuhan yang lebih baik. Kondisi ini menunjukkan bahwa Nusa Tenggara Timur mengalami penurunan dalam jumlah pura Hindu, berbeda dengan DI Yogyakarta yang mengalami pemulihan signifikan.
Provinsi Papua
Jumlah pura Hindu di Papua pada tahun terakhir adalah 29 unit, menempati peringkat 20 se-Indonesia dan peringkat 1 di Pulau Papua. Dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah pura naik sebesar 21 unit, dengan pertumbuhan positif sebesar 262,5%. Rata-rata jumlah pura selama dua tahun terakhir adalah 8 unit dan 29 unit, menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan. Dibandingkan dengan DI Yogyakarta, jumlah pura di Papua lebih rendah sebesar 8 unit, namun pertumbuhannya jauh lebih tinggi daripada DI Yogyakarta. Peringkat se-Indonesia Papua lebih rendah daripada DI Yogyakarta, namun peringkatnya di pulau Papua adalah yang tertinggi. Kondisi ini menunjukkan bahwa Papua mengalami pertumbuhan yang luar biasa dalam jumlah pura Hindu pada tahun terakhir, yang mungkin disebabkan oleh penambahan pura baru yang signifikan, berbeda dengan fluktuasi yang terjadi di DI Yogyakarta.