Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah Koperasi Industri Kecil Kerajinan Rakyat (Kopinkra) di Jawa Timur pada tahun 2024 sebanyak 373 koperasi. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 12.85% dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai ini juga lebih rendah dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir (2020-2022) yaitu 555.33 koperasi, dan rata-rata lima tahun terakhir (2019-2023) yaitu 549 koperasi. Penurunan ini menunjukkan bahwa kondisi Kopinkra di Jawa Timur kurang baik dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
Secara historis, jumlah Kopinkra di Jawa Timur fluktuatif. Pada tahun 2018 terjadi lonjakan signifikan dengan pertumbuhan 312.82% dan jumlah Kopinkra sebanyak 805 koperasi. Setelah itu, terjadi penurunan tajam sebesar 51.2% pada tahun 2020 menjadi 406 koperasi. Penurunan tertinggi dalam 5 tahun terakhir ada pada tahun 2020, dan kenaikan tertinggi ada pada tahun 2018. Walaupun sempat naik sedikit pada tahun 2021, namun secara umum cenderung menurun dalam beberapa tahun terakhir.
(Baca: Kredit Bank Umum Lapangan Usaha Pertanian, Perburuan dan Kehutanan Periode 2015-2025)
Meskipun mengalami penurunan, pada tahun 2024 Jawa Timur tetap menduduki peringkat pertama di Pulau Jawa dalam hal jumlah Kopinkra, dengan nilai 373 koperasi. Secara nasional, Jawa Timur juga menduduki peringkat pertama. Peringkat ini sama dengan tahun sebelumnya, namun nilai Kopinkra lebih rendah dibanding tahun sebelumnya.
Secara keseluruhan, data BPS menunjukkan adanya tantangan bagi perkembangan Kopinkra di Jawa Timur. Diperlukan upaya lebih lanjut untuk mendorong pertumbuhan dan keberlanjutan koperasi, terutama di sektor industri kecil dan kerajinan rakyat.
Jawa Barat
Jawa Barat berada di peringkat kedua di Pulau Jawa dengan jumlah Kopinkra sebanyak 273 koperasi. Terjadi penurunan sebesar 8.7% dibandingkan tahun sebelumnya. Secara persentase, penurunan di Jawa Barat tidak sebesar Jawa Timur.
Aceh
Aceh mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan, yaitu sebesar 92.59%. Jumlah Kopinkra di Aceh mencapai 208 koperasi. Walaupun demikian, Aceh hanya berada di peringkat pertama di Pulau Sumatera.
(Baca: NPL Bank Umum bukan Lapangan Usaha Total Periode 2015-2025)
Jawa Tengah
Dengan jumlah 206 koperasi, Jawa Tengah berada di peringkat ketiga di Pulau Jawa. Terjadi penurunan sebesar 11.59% dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini cukup signifikan, namun tidak sebesar Jawa Timur.
Banten
Banten berada di peringkat keempat di Pulau Jawa dengan jumlah Kopinkra sebanyak 120 koperasi. Terjadi penurunan sebesar 11.76% dibandingkan tahun sebelumnya. Banten berada di peringkat kelima secara nasional.