Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data PDRB per Kapita Harga Berlaku Jawa Tengah tahun 2025 sebesar Rp 50.823.640. Selama periode 2010 hingga 2025, nilai indikator ini menunjukkan tren naik secara konsisten dengan total peningkatan 164,58% selama 16 tahun, atau rata-rata pertumbuhan tahunan sebesar 6,70%. Sepanjang periode pengamatan, hanya terjadi satu kali penurunan yaitu pada tahun 2020 turun 6,15% yang merupakan anomali satu-satunya dalam rangkaian data historis.
(Baca: 7,65% Penduduk di Kabupaten Kepulauan Sula Masuk Kategori Miskin)
Pada tahun 2025, PDRB per kapita Jawa Tengah tumbuh sebesar 5,95%. Angka pertumbuhan ini berada sedikit di bawah rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir sebesar 6,62%, juga lebih rendah dibanding rata-rata 5 tahun terakhir yang tercatat 6,59%. Kenaikan tertinggi dalam 15 tahun terakhir terjadi pada tahun 2014 dengan pertumbuhan 10,28%, sedangkan penurunan terdalam hanya tercatat pada tahun 2020.
Dari sisi peringkat, Jawa Tengah berada di urutan ke-6 di wilayah Pulau Jawa untuk tahun 2025. Peringkat ini tidak berubah sejak tahun 2020, setelah sebelumnya selama 10 tahun berturut-turut menempati urutan ke-5 di Pulau Jawa. Secara nasional, provinsi ini menempati peringkat 31 dari seluruh provinsi di Indonesia, posisi yang sama sejak tahun 2023.
DI Yogyakarta
DI Yogyakarta menempati urutan ke-5 di Pulau Jawa dengan nilai PDRB per kapita tahun 2025 sebesar Rp 55.039.300, nilai ini berada sekitar 8,29% lebih tinggi dibanding Jawa Tengah. Pertumbuhan PDRB per kapita wilayah ini pada tahun terakhir tercatat 6,90%, sedikit lebih tinggi dibanding rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir Jawa Tengah. Secara nasional DI Yogyakarta berada di peringkat 28, tiga tingkat lebih tinggi dibanding posisi Jawa Tengah.
Lampung
Provinsi Lampung mencatatkan nilai PDRB per kapita tahun 2025 sebesar Rp 55.009.070, hanya terpaut sangat sedikit dibanding DI Yogyakarta. Wilayah Sumatera ini mencatatkan pertumbuhan 7,05% pada tahun terakhir, angka yang lebih tinggi dibanding capaian pertumbuhan Jawa Tengah tahun 2025. Lampung menempati peringkat 8 di wilayah Sumatera, dan urutan 29 secara nasional seluruh Indonesia.
Bengkulu
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Raja Ampat | 2004 - 2025)
Bengkulu memiliki nilai PDRB per kapita tahun 2025 sebesar Rp 52.304.540 dengan pertumbuhan tahunan 6,24%. Angka pertumbuhan ini sedikit lebih tinggi dibanding capaian Jawa Tengah pada tahun yang sama. Secara nasional, Bengkulu menempati peringkat 30, masih satu tingkat di atas posisi Jawa Tengah di daftar nasional seluruh provinsi Indonesia.
Gorontalo
Gorontalo mencatatkan PDRB per kapita tahun 2025 sebesar Rp 47.476.820, nilai ini berada sekitar 6,58% lebih rendah dibanding nilai Jawa Tengah pada tahun yang sama. Pertumbuhan wilayah Sulawesi ini tercatat 6,84% pada tahun terakhir, angka yang lebih tinggi dibanding pertumbuhan Jawa Tengah tahun 2025. Gorontalo menempati urutan 5 di wilayah Pulau Sulawesi dan peringkat 32 secara nasional.
Sulawesi Barat
Sulawesi Barat mencatatkan nilai PDRB per kapita tahun 2025 sebesar Rp 46.653.640 dengan pertumbuhan tahunan 9,21% yang merupakan pertumbuhan tertinggi diantara seluruh provinsi yang dibandingkan. Angka pertumbuhan ini hampir dua kali lipat dibanding capaian pertumbuhan Jawa Tengah tahun 2025. Secara nasional wilayah ini menempati peringkat 33, dua tingkat di bawah posisi Jawa Tengah.
Aceh
Aceh mencatatkan PDRB per kapita tahun 2025 sebesar Rp 45.770.400, merupakan nilai terendah diantara seluruh wilayah yang dibandingkan dalam data ini. Pertumbuhan tahunan Aceh tercatat 4,54% pada tahun terakhir, angka yang lebih rendah dibanding capaian pertumbuhan Jawa Tengah tahun 2025. Wilayah Sumatera ini menempati peringkat 34 secara nasional seluruh Indonesia.