Rata-Rata Anggaran Penduduk Kota Kediri untuk Membeli Kerupuk Rp420 per Kapita per Minggu
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Rata-rata pengeluaran masyarakat di Kota Kediri untuk membeli kerupuk pada 2025 sebesar Rp420 per kapita per minggu. Nilai ini turun dibandingkan dengan pengeluaran tahun sebelumnya yang tercatat Rp563 per kapita per minggu.
Empat terbesar pengeluaran penduduk untuk kelompok bahan makanan lainnya di Kota Kediri dari urutan tertinggi dibelanjakan untuk mie instan Rp1.920 per kapita per minggu, kerupuk Rp420 per kapita per minggu, lainnya Rp67 per kapita per minggu dan terrendah dibelanjakan untuk bubur bayi Rp37 per kapita per minggu
Pengeluaran per kapita adalah biaya yang dikeluarkan untuk konsumsi semua anggota rumah tangga selama sebulan dibagi dengan banyaknya anggota rumah tangga. Pengelaran ini dapat dikelompokkan pada dua bagian yakni untuk kebutuhan makanan dan bukan makanan.
(Baca: Inflasi Makanan, Minuman dan Tembakau di Kota Pontianak September 2026 Mencapai 1,18%)
Pengeluaran untuk konsumsi makanan dihitung selama seminggu, sedangkan untuk bukan makanan dihitung selama sebulan dan 12 bulan yang lalu. Baik konsumsi makanan maupun bukan makanan selanjutnya dikonversikan ke dalam pengeluaran rata-rata sebulan. Angka-angka konsumsi/pengeluaran rata-rata per kapita yang disajikan dalam publikasi BPS diperoleh dari hasil bagi jumlah konsumsi seluruh rumah tangga (baik mengkonsumsi makanan maupun tidak) terhadap jumlah penduduk.
Menurut BPS, penurunan pengeluaran ini imbas dari oleh angka inflasi bulanan (month to month)di wilayah ini yang mencapai 1,74%. Sementara untuk pertumbuhan ekonomi pada 2025 tercatat sebesar 1,74%.
Berdasarkan wilayah, pengeluaran penduduk untuk membeli kerupuk tertinggi adalah di Kabupaten Sumenep dan terendah di Kabupaten Rote Ndao. Sedangkan untuk Kota Kediri ini, nominal pengeluaran untuk membeli kerupuk berada di urutan 213. Sementara itu, rata-rata pengeluaran per kapita secara nasional untuk membeli kerupuk adalah Rp250 per kapita per minggu.
Berikut ini adalah 10 kabupaten/kota dengan pengeluaran per kapita tertinggi untuk membeli kerupuk:
- Kabupaten Sumenep Rp1.577,0
- Kota Pagar Alam Rp1.298,0
- Kabupaten Belitung Rp1.245,0
- Kabupaten Kediri Rp1.209,0
- Kabupaten Karanganyar Rp1.141,0
- Kabupaten Ponorogo Rp1.122,0
- Kabupaten Barito Timur Rp1.109,0
- Kabupaten Hulu Sungai Tengah Rp1.045,0
- Kabupaten Blitar Rp1.002,0
- Kabupaten Bintan Rp993,0
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Sep) | 3,28% | +0.09 | |
| Inflasi mom (Agu) | 0,21% | +0.35 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.998 | -0.28 | |
| PDB ADHK (Q2) | 3.576,20 | +3.73 | |
| Ekspor Migas (Agu) | 992,20 | +25.98 | |
| Neraca perdagangan (Agu) | 3,55 | +2,814.03 | |
| Impor Migas (Agu) | 3,53 | -6.37 | |
| Ekspor (Agu) | 26,61 | +1.51 | |
| Impor (Agu) | 23,06 | -11.63 | |
| Kunjungan Wisman (Agu) | 1,60 | +4.89 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |