Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pekerja sektor konstruksi di Provinsi Banten tahun 2025 tercatat sebesar 288.455 pekerja. Angka ini mengalami penurunan sebesar 21,09 persen dibandingkan tahun 2024. Sepanjang 11 tahun periode data sejak 2015, kenaikan tertinggi pernah terjadi pada tahun 2016 dengan pertumbuhan 52,33 persen, sedangkan penurunan terdalam dalam seluruh sejarah data tercatat tepat pada tahun 2025.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Nusa Tenggara Timur 2024)
Selama 3 tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan pekerja konstruksi Banten tercatat negatif turun 3,00 persen per tahun. Kondisi ini jauh lebih buruk dibandingkan rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang masih tercatat positif 0,77 persen per tahun. Sepanjang seluruh periode pengamatan, rata-rata pertumbuhan tahunan mencapai 3,38 persen, namun posisi nilai tahun 2025 berada di bawah rata-rata nilai seluruh periode. Tercatat 6 periode mengalami kenaikan jumlah pekerja dan 4 periode mengalami penurunan.
Secara peringkat, Banten secara konsisten menempati urutan ke-4 di Pulau Jawa selama seluruh periode pengamatan, dan tetap bertahan di peringkat ke-5 secara nasional sampai tahun 2025. Pada tahun 2025, penurunan jumlah pekerja konstruksi Banten merupakan yang terbesar dibandingkan seluruh provinsi lain di Pulau Jawa, bahkan lebih dalam dibandingkan Sumatera Utara yang hanya mengalami penurunan 4,07 persen pada periode yang sama.
Jawa Tengah
Jawa Tengah menempati peringkat pertama jumlah pekerja konstruksi se-Indonesia pada tahun 2025 dengan total 1.535.712 pekerja. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 7,31 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi penurunan terkecil di antara seluruh provinsi di Pulau Jawa. Meskipun mengalami penurunan, nilai jumlah pekerja di Jawa Tengah masih lebih dari 5 kali lipat dibandingkan nilai yang tercatat di Provinsi Banten pada periode yang sama.
Jawa Barat
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Cianjur | 2004 - 2025)
Jawa Barat berada di posisi kedua nasional dengan jumlah pekerja konstruksi 1.484.309 pekerja pada tahun 2025. Wilayah ini mencatat penurunan sebesar 12,53 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi provinsi dengan penurunan terbesar kedua di Pulau Jawa setelah Banten. Nilai pekerja konstruksi di Jawa Barat sekitar 5,1 kali lebih besar dibandingkan angka yang dicapai Provinsi Banten pada tahun laporan yang sama.
Jawa Timur
Jawa Timur menempati urutan ketiga secara nasional dengan total 1.182.825 pekerja sektor konstruksi tahun 2025. Wilayah ini mencatat penurunan sebesar 15,19 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun mengalami penurunan yang cukup dalam, nilai jumlah pekerja di Jawa Timur masih mencapai 4 kali lipat dari total pekerja konstruksi yang tercatat di Provinsi Banten pada periode laporan 2025.
Sumatera Utara
Sumatera Utara menjadi satu-satunya provinsi di luar Pulau Jawa yang masuk dalam 5 besar peringkat nasional jumlah pekerja konstruksi tahun 2025, berada di posisi keempat dengan total 408.223 pekerja. Wilayah ini hanya mengalami penurunan sedikit sebesar 4,07 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi penurunan terkecil di antara seluruh 5 provinsi teratas nasional. Nilai pekerja konstruksi Sumatera Utara sekitar 1,4 kali lebih besar dibandingkan Provinsi Banten.
Banten
Banten menempati urutan kelima secara nasional dan urutan keempat di Pulau Jawa untuk jumlah pekerja sektor konstruksi tahun 2025 dengan total 288.455 pekerja. Wilayah ini mencatat penurunan terdalam sebesar 21,09 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi satu-satunya provinsi di 5 besar nasional yang mengalami penurunan di atas 20 persen. Posisi peringkat Banten tidak berubah selama 11 tahun terakhir pengamatan data, tetap konsisten di urutan keempat Pulau Jawa dan kelima nasional.