Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat Anggaran Pendapatan Hibah Kota Surabaya Jawa Timur pada tahun 2026 sebesar 60,4 Rp Miliar. Sepanjang periode data historis 2018-2026, nilai anggaran ini bergerak fluktuatif: pada 2019 tercatat 200,91 Rp Miliar, turun sedikit menjadi 181,41 Rp Miliar pada 2020, naik sedikit menjadi 183,71 Rp Miliar pada tahun sebelum 2026, sebelum akhirnya anjlok sebesar 67,12 persen pada tahun 2026.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Papua 2018 - 2025)
Penurunan sebesar 67,12 persen pada 2026 merupakan penurunan terendah sepanjang catatan 5 tahun terakhir. Nilai anggaran tahun 2026 hanya sekitar 32 persen dari rata-rata nilai anggaran tiga tahun sebelumnya yang mencapai 188,67 Rp Miliar. Secara ranking di Pulau Jawa, Kota Surabaya sebelumnya berada di urutan 12 pada tahun 2020, kemudian melonjak menjadi peringkat 1 teratas Pulau Jawa pada tahun 2026 meskipun nilai anggarannya mengalami penurunan sangat besar. Ranking se-Indonesia Kota Surabaya berada di posisi 6 pada tahun tercatat ini.
Anomali terjadi pada tahun 2026, dimana seluruh kota besar di Indonesia juga mencatat penurunan anggaran hibah secara serentak, namun penurunan Kota Surabaya lebih dalam dibandingkan rata-rata penurunan wilayah perbandingan lain. Dari 6 wilayah perbandingan terdekat secara ranking nasional, hanya dua wilayah yang mencatat pertumbuhan positif anggaran hibah pada periode yang sama. Sementara itu empat wilayah lain juga mengalami penurunan dengan rentang persentase antara 0,56 persen hingga 63,84 persen.
Kabupaten Tabalong
Kabupaten Tabalong menempati ranking 1 Pulau Kalimantan dan ranking 3 se-Indonesia untuk kategori anggaran pendapatan hibah tahun 2026 dengan nilai akhir tercatat 122 Rp Miliar. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 42,96 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan selisih penurunan sebesar 91,88 Rp Miliar. Nilai anggaran Kabupaten Tabalong dua kali lipat lebih besar dibandingkan nilai anggaran Kota Surabaya pada periode yang sama, menjadikannya salah satu wilayah dengan penerimaan hibah terbesar di Indonesia tahun 2026.
Kabupaten Intan Jaya
Berada di urutan 4 nasional dan peringkat 3 wilayah Papua, Kabupaten Intan Jaya mencatat nilai anggaran pendapatan hibah sebesar 80 Rp Miliar pada tahun 2026. Wilayah ini mengalami penurunan paling dalam kedua setelah Kota Surabaya dengan persentase penurunan mencapai 63,84 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan sebesar 141,21 Rp Miliar menjadikan wilayah ini salah satu yang mengalami penurunan nilai absolut terbesar se-Indonesia pada periode tahun 2026.
Kabupaten Luwu Timur
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan Besar untuk Rokok dan Tembakau di Kab. Temanggung 2018 - 2024)
Kabupaten Luwu Timur Sulawesi menempati peringkat 1 wilayah Sulawesi dan urutan 5 nasional dengan nilai anggaran pendapatan hibah 64,14 Rp Miliar. Wilayah ini hanya mengalami penurunan sangat sedikit sebesar 0,56 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadikannya wilayah dengan stabilitas anggaran hibah terbaik di kelompok 10 besar nasional. Nilai anggaran wilayah ini hanya sedikit lebih tinggi dibandingkan nilai anggaran Kota Surabaya Jawa Timur pada tahun yang sama.
Kabupaten Tanah Bumbu
Pada urutan 7 nasional dan peringkat 2 wilayah Kalimantan, Kabupaten Tanah Bumbu mencatat nilai anggaran pendapatan hibah sebesar 41,27 Rp Miliar tahun 2026. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 51,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya dengan selisih nilai penurunan mencapai 44,26 Rp Miliar. Nilai anggaran wilayah ini berada dibawah nilai anggaran Kota Surabaya, dengan selisih sekitar 19,13 Rp Miliar pada periode tahun tercatat.
Kabupaten Tapanuli Selatan
Kabupaten Tapanuli Selatan Sumatera menempati peringkat 1 wilayah Sumatera dan urutan 8 nasional dengan nilai anggaran pendapatan hibah sebesar 31 Rp Miliar. Wilayah ini merupakan salah satu dari hanya dua wilayah di kelompok 10 besar nasional yang mencatat pertumbuhan positif, dengan kenaikan sebesar 48,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan positif ini terjadi saat hampir seluruh wilayah besar lain mengalami penurunan anggaran hibah pada tahun 2026.
Kabupaten Muara Enim
Pada urutan 9 nasional dan peringkat 2 wilayah Sumatera, Kabupaten Muara Enim mencatat pertumbuhan anggaran pendapatan hibah tertinggi se-Indonesia tahun 2026 dengan kenaikan mencapai 1875 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai akhir anggaran wilayah ini tercatat 23,7 Rp Miliar, dengan kenaikan nilai absolut sebesar 22,5 Rp Miliar. Pertumbuhan ekstrem ini menjadikan Kabupaten Muara Enim satu-satunya wilayah yang mencatat pertumbuhan diatas 100 persen pada kategori indikator ini tahun 2026.