Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data Angka Partisipasi Kasar (APK) SMP/Mts/Paket B Provinsi Bali hingga akhir tahun 2025 sebesar 95,94 Persen. Sepanjang 23 tahun periode pencatatan dimulai tahun 2003, nilai partisipasi ini mencatat tren kenaikan keseluruhan, dengan pertumbuhan kumulatif mencapai 8,65 persen. Pada tahun 2025 terjadi kenaikan sedikit sebesar 0,69 poin dibandingkan tahun 2024. Seluruh periode tercatat 11 kali kenaikan dan 11 kali penurunan nilai, tanpa periode stagnan sama sekali. Nilai rata-rata seluruh periode adalah 91,78 persen, dimana nilai tahun 2025 berada di atas angka rata-rata tersebut.
(Baca: Statistik Upah Minimum Provinsi Periode 2013-2026)
Bali mencatat kenaikan tertinggi sepanjang sejarah terjadi pada tahun 2011 dengan peningkatan 15,74 poin atau tumbuh 20,52 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sebaliknya penurunan terendah tercatat pada tahun 2009 dengan penurunan 7,78 poin atau minus 9,08 persen. Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir tercatat minus 0,08 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir minus 0,28 persen. Hal ini menunjukkan kondisi pertumbuhan partisipasi SMP 3 tahun terakhir sedikit lebih baik dibandingkan periode 5 tahun terakhir, meskipun keduanya masih mencatat nilai pertumbuhan negatif.
Sepanjang 5 tahun terakhir, Bali secara konsisten menempati peringkat pertama tertinggi di wilayah Pulau Nusa Tenggara dan Bali untuk indikator ini. Pada tahun 2025, Bali menempati peringkat 6 secara nasional. Nilai APK Bali tahun 2025 masih berada di atas nilai median seluruh periode pencatatan yang sebesar 95,25 persen. Nilai tertinggi yang pernah dicapai Bali tercatat pada tahun 2021 dengan angka 98,68 persen, sedangkan nilai terendah pernah dicapai pada tahun 2010 dengan angka 76,69 persen.
Jawa Barat
Jawa Barat menempati peringkat 3 secara nasional untuk indikator APK SMP tahun 2025 dengan nilai akhir 97,20 persen. Nilai ini mengalami kenaikan 1,6 poin dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pertumbuhan tahunan mencapai 1,67 persen. Di wilayah Pulau Jawa, provinsi ini menempati urutan kedua. Nilai partisipasi Jawa Barat tercatat 1,26 poin lebih tinggi dibandingkan nilai APK Bali tahun 2025, dengan selisih peringkat nasional sebanyak 3 tingkatan di atas posisi Bali. Pertumbuhan tahunan Jawa Barat juga tercatat jauh lebih positif dibandingkan rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir Bali.
DI Yogyakarta
DI Yogyakarta tercatat memiliki nilai APK SMP tahun 2025 sebesar 96,77 persen dan menempati peringkat 4 secara nasional. Dibandingkan tahun sebelumnya, provinsi ini mengalami penurunan 1,66 poin dengan pertumbuhan minus 1,69 persen. Di wilayah Pulau Jawa, Yogyakarta menempati urutan ketiga. Nilai partisipasi daerah ini masih 0,83 poin lebih tinggi dibandingkan nilai Bali tahun 2025, meskipun mengalami penurunan tahunan yang cukup besar. Peringkat nasional Yogyakarta berada 2 tingkatan di atas posisi Bali pada tahun yang sama.
Aceh
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Sulawesi Tenggara | 2024)
Aceh menempati peringkat pertama tertinggi di seluruh wilayah Pulau Sumatera untuk indikator APK SMP tahun 2025, dengan nilai akhir tercatat 96,12 persen. Secara nasional provinsi ini berada di peringkat 5. Nilai ini mengalami kenaikan 1,82 poin dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pertumbuhan tahunan mencapai 1,93 persen. Nilai partisipasi Aceh hanya terpaut 0,18 poin di atas nilai Bali tahun 2025, dengan selisih peringkat nasional hanya 1 tingkatan di atas Bali. Pertumbuhan tahunan Aceh tercatat sangat positif berbanding terbalik dengan rata-rata pertumbuhan Bali 3 tahun terakhir.
Kepulauan Riau
Kepulauan Riau menempati urutan kedua di wilayah Pulau Sumatera dengan nilai APK SMP tahun 2025 sebesar 95,78 persen. Secara nasional provinsi ini menempati peringkat 7, tepat satu tingkatan di bawah posisi Bali tahun 2025. Nilai ini mengalami kenaikan cukup besar sebesar 2,96 poin dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pertumbuhan tahunan mencapai 3,19 persen. Nilai partisipasi daerah ini hanya terpaut 0,16 poin di bawah nilai Bali tahun 2025, namun mencatat pertumbuhan tahunan yang jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Bali pada periode yang sama.
Kalimantan Utara
Kalimantan Utara menempati peringkat pertama wilayah Pulau Kalimantan untuk indikator APK SMP tahun 2025 dengan nilai tercatat 95,59 persen. Secara nasional provinsi ini berada di peringkat 8, dua tingkatan di bawah posisi Bali. Dibandingkan tahun sebelumnya, daerah ini mengalami penurunan 0,76 poin dengan pertumbuhan tahunan minus 0,79 persen. Nilai partisipasi Kalimantan Utara terpaut 0,35 poin di bawah nilai Bali tahun 2025, dengan pola pertumbuhan tahunan negatif yang serupa dengan rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir Bali.
Papua Barat Daya
Papua Barat Daya menempati urutan kedua wilayah Pulau Papua dengan nilai APK SMP tahun 2025 sebesar 95,56 persen. Secara nasional provinsi ini berada di peringkat 9, tiga tingkatan di bawah posisi Bali tahun 2025. Nilai ini mengalami kenaikan 3,08 poin dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pertumbuhan tahunan mencapai 3,33 persen. Nilai partisipasi daerah ini terpaut 0,38 poin di bawah nilai Bali, namun mencatat pertumbuhan tahunan tertinggi dibandingkan seluruh provinsi dalam daftar perbandingan tahun 2025.