Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data PDRB ADHB Pengeluaran PMTB Kota Magelang, Jawa Tengah hingga akhir tahun 2025. Sepanjang periode 2010 sampai 2025, nilai indikator ini tercatat naik sebesar total 210,62% dengan rata-rata pertumbuhan tahunan sebesar 7,85%. Nilai akhir tahun 2025 mencapai 6.105.250 juta rupiah, menjadi nilai tertinggi sepanjang catatan historis. Hanya terjadi satu kali penurunan pada tahun 2020 turun 5,27%, seluruh periode lainnya menunjukkan pertumbuhan positif.
(Baca: Data 2025: PDRB ADHB per Kapita Kabupaten Sragen Rp.55,52 Juta)
Pada tahun 2025, pertumbuhan PDRB PMTB Kota Magelang tercatat 7,79 persen. Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir berada pada angka 7,40 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir sebesar 7,13 persen. Hal ini menunjukkan kinerja 3 tahun terakhir lebih baik dibandingkan rata-rata 5 tahun terakhir, bahkan nilai tahun 2025 juga berada di atas nilai rata-rata seluruh periode historis sebesar 3.890.126,70 juta rupiah. Kenaikan tertinggi sepanjang catatan terjadi pada tahun 2018 dengan pertumbuhan 12,56 persen.
Secara peringkat, pada tahun 2025 Kota Magelang menempati urutan 101 dari seluruh kabupaten/kota di Pulau Jawa, serta peringkat 226 secara nasional. Dalam 5 tahun terakhir, peringkat daerah ini di tingkat pulau Jawa sempat turun hingga posisi 103 pada tahun 2024, sebelum kembali membaik 2 tingkat pada tahun 2025. Sementara secara nasional, peringkat Kota Magelang juga bergerak fluktuatif, pernah mencapai posisi terburuk 237 pada tahun 2023 sebelum kembali naik pada periode setelahnya.
Dari daftar perbandingan daerah lain, nilai PDRB PMTB Kota Magelang tahun 2025 berada di atas Kabupaten Tanggamus, Sigi dan Merauke, namun sedikit lebih rendah dibandingkan Kabupaten Barito Utara, Magetan serta Way Kanan. Pertumbuhan Kota Magelang tahun 2025 hanya kalah dibandingkan Kabupaten Tanggamus yang mencatatkan pertumbuhan 22,18 persen, namun lebih tinggi dibandingkan 4 daerah perbandingan lainnya. Peringkat nasional Kota Magelang juga berada di atas 4 dari 6 daerah perbandingan.
Kabupaten Barito Utara
Kabupaten Barito Utara menduduki peringkat 223 secara nasional dan peringkat 26 di Pulau Kalimantan untuk indikator PDRB PMTB tahun 2025. Daerah ini mencatatkan nilai akhir sebesar 6.168.090 juta rupiah dengan pertumbuhan tahunan sebesar 6,45 persen. Nilai ini menjadi yang tertinggi diantara seluruh 6 daerah perbandingan, dengan selisih sebesar 62.840 juta rupiah di atas nilai Kota Magelang. Meskipun nilai absolut tertinggi, pertumbuhan daerah ini justru berada pada urutan terendah kedua dari seluruh daerah yang dibandingkan.
Kabupaten Magetan
Kabupaten Magetan yang juga terletak di Pulau Jawa menempati peringkat 100 di tingkat pulau dan peringkat 224 secara nasional tahun 2025. Nilai PDRB PMTB daerah ini mencapai 6.154.370 juta rupiah, sedikit di atas nilai Kota Magelang. Pertumbuhan tahunan daerah ini tercatat 8,32 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Kota Magelang pada tahun yang sama. Secara peringkat pulau, Kabupaten Magetan berada 1 tingkat di atas Kota Magelang untuk tahun berjalan.
Kabupaten Way Kanan
(Baca: Indeks Inklusi Keuangan di Banten | 2022)
Berada di wilayah Sumatera, Kabupaten Way Kanan menempati peringkat 59 tingkat pulau dan peringkat 225 secara nasional tahun 2025. Nilai akhir indikator PDRB PMTB daerah ini tercatat 6.125.910 juta rupiah, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 5,07 persen. Nilai ini berada sedikit di atas nilai Kota Magelang, namun pertumbuhannya termasuk yang terendah diantara seluruh daerah perbandingan. Peringkat nasional daerah ini hanya 1 tingkat di bawah peringkat Kota Magelang pada tahun yang sama.
Kabupaten Tanggamus
Kabupaten Tanggamus Sumatera mencatatkan pertumbuhan PDRB PMTB tertinggi diantara seluruh daerah perbandingan, yaitu sebesar 22,18 persen pada tahun 2025. Daerah ini menempati peringkat 60 di tingkat Pulau Sumatera dan peringkat 227 secara nasional. Nilai akhir indikator mencapai 6.080.530 juta rupiah, sedikit di bawah nilai Kota Magelang. Lonjakan pertumbuhan yang sangat tinggi ini menjadikan daerah ini satu-satunya yang mencatatkan pertumbuhan di atas angka 10 persen pada tahun berjalan.
Kabupaten Sigi
Kabupaten Sigi Sulawesi menempati peringkat 26 di tingkat pulau dan peringkat 228 secara nasional tahun 2025. Nilai PDRB PMTB daerah ini tercatat 6.034.730 juta rupiah, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 5,58 persen. Nilai ini berada di bawah nilai Kota Magelang, serta memiliki pertumbuhan yang juga lebih rendah dibandingkan Kota Magelang. Secara peringkat nasional, daerah ini berada 2 tingkat di bawah posisi Kota Magelang untuk tahun 2025.
Kabupaten Merauke
Kabupaten Merauke Papua menduduki peringkat 3 tingkat pulau Papua dan peringkat 229 secara nasional untuk indikator PDRB PMTB tahun 2025. Daerah ini mencatatkan nilai akhir sebesar 6.017.530 juta rupiah, menjadi nilai terendah diantara seluruh 6 daerah perbandingan. Pertumbuhan tahunan daerah ini tercatat 4,46 persen, merupakan pertumbuhan terendah dari seluruh daerah yang dibandingkan. Peringkat nasional daerah ini berada 3 tingkat di bawah posisi Kota Magelang pada tahun berjalan.