Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data triwulanan Nilai PDRB ADHB Jasa Lainnya Provinsi Sulawesi Selatan hingga kuartal I 2026 sebesar 2996,16 Rp miliar. Selama periode 2010 hingga 2026, nilai indikator ini menunjukkan tren naik secara konsisten dengan total peningkatan mencapai 460,69% sejak periode pertama. Pada kuartal terakhir, terjadi penurunan sebesar 4,76% dibandingkan kuartal sebelumnya, setelah sebelumnya mencatat nilai tertinggi sepanjang sejarah sebesar 3146,07 Rp miliar pada kuartal IV 2025.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Lampung 2025)
Rata-rata pertumbuhan 3 kuartal terakhir Sulawesi Selatan tercatat negatif turun 0,51%, menunjukan kinerja yang lebih buruk dibandingkan rata-rata 5 kuartal terakhir yang masih positif sebesar 1,17%. Sepanjang 65 periode data historis, terjadi penurunan hanya pada 11 periode, dengan penurunan terparah pernah tercatat pada kuartal II 2020 turun 24,78% sedangkan kenaikan tertinggi terjadi pada kuartal I 2022 sebesar 20,89%.
Sulawesi Selatan secara konsisten menempati peringkat 1 teratas untuk indikator ini di seluruh wilayah Pulau Sulawesi pada seluruh periode data, tanpa pernah tergeser oleh provinsi lain di pulau yang sama. Secara nasional, provinsi ini tetap bertahan di peringkat 6 nasional pada kuartal terakhir, posisi yang juga dipegang secara konsisten sejak tahun 2010.
Jawa Timur
Jawa Timur menempati peringkat 3 nasional untuk indikator PDRB ADHB Jasa Lainnya pada kuartal terakhir, dengan nilai tercatat sebesar 13660,82 Rp miliar atau hampir 4,5 kali lipat nilai Sulawesi Selatan. Pada periode terbaru, wilayah ini mengalami penurunan sedikit sebesar 1,48% dibandingkan kuartal sebelumnya, menjadikannya satu-satunya provinsi kelompok 5 besar nasional yang mencatat pertumbuhan negatif pada kuartal I 2026. Meskipun terjadi penurunan, nilai absolut provinsi ini masih tetap jauh di atas seluruh provinsi di luar Pulau Jawa.
Jawa Tengah
Peringkat 4 nasional dipegang oleh Jawa Tengah dengan nilai PDRB ADHB Jasa Lainnya kuartal terakhir sebesar 8740,27 Rp miliar. Wilayah ini mencatat pertumbuhan sangat sedikit sebesar 0,07% dibandingkan periode sebelumnya, angka pertumbuhan terendah diantara seluruh provinsi pada kelompok 10 besar nasional. Nilai indikator ini di Jawa Tengah tercatat hampir 3 kali lipat dari nilai yang dicapai oleh Sulawesi Selatan pada periode yang sama.
(Baca: Inflasi Kota Gorontalo Juli 2026: Kelompok Perawatan Pribadi Dan Jasa Lainnya Tercatat Tertinggi)
Banten
Banten menempati urutan ke 5 nasional dengan nilai indikator kuartal terakhir sebesar 4126,25 Rp miliar, atau sekitar 1,37 kali nilai Sulawesi Selatan. Pertumbuhan pada periode terbaru tercatat sebesar 0,56%, angka yang masih positif meski berada di bawah rata-rata pertumbuhan nasional untuk kategori jasa lainnya. Sepanjang setahun terakhir, Banten secara konsisten mempertahankan posisi peringkat 5 nasional tanpa pergeseran posisi.
Kalimantan Timur
Kalimantan Timur menjadi satu-satunya provinsi di luar Jawa dan Sumatera yang masuk dalam 10 besar nasional, menempati peringkat 7 dengan nilai sebesar 2108,77 Rp miliar. Pertumbuhan kuartal terakhir tercatat sebesar 0,74%, lebih baik dibandingkan rata-rata 3 kuartal terakhir Sulawesi Selatan yang negatif. Nilai indikator ini di Kalimantan Timur tercatat sekitar 70% dari nilai yang dicapai Sulawesi Selatan pada periode yang sama.
Sumatera Barat
Sumatera Barat menempati peringkat 8 nasional dengan nilai PDRB ADHB Jasa Lainnya kuartal terakhir sebesar 1953,60 Rp miliar. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 3,68% pada periode terbaru, salah satu penurunan terbesar diantara 10 besar provinsi nasional. Nilai indikator ini di Sumatera Barat tercatat sekitar 65% dari nilai yang tercatat untuk Sulawesi Selatan pada kuartal I 2026.
Sumatera Utara
Sumatera Utara berada di peringkat 9 nasional dengan nilai indikator kuartal terakhir sebesar 1844,22 Rp miliar. Provinsi ini mencatat pertumbuhan sebesar 1,19% pada periode terbaru, angka pertumbuhan tertinggi diantara seluruh provinsi kelompok 10 besar nasional. Nilai PDRB ADHB Jasa Lainnya di Sumatera Utara tercatat sekitar 61,5% dari nilai yang dicapai oleh Sulawesi Selatan pada kuartal I 2026.