Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Harapan Lama Sekolah (HLS) Jawa Tengah pada tahun 2025 mencapai 13,05 tahun. Selama periode 16 tahun pengukuran sejak 2010, indikator ini tercatat selalu naik tanpa pernah mengalami penurunan maupun stagnan sama sekali. Pada tahun 2025 terjadi kenaikan sebesar 0,19 tahun dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pertumbuhan persentase sebesar 1,48%. Nilai ini merupakan nilai tertinggi sepanjang periode data yang tersedia.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Papua Pegunungan 2025)
Selama 15 periode kenaikan yang tercatat, lonjakan tertinggi terjadi pada tahun 2013 dengan penambahan 0,50 tahun dan pertumbuhan 4,39%. Sementara kenaikan terendah tercatat pada tahun 2024 dengan penambahan hanya 0,01 tahun atau pertumbuhan 0,08%. Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir mencapai 0,62% per tahun, angka ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang hanya sebesar 0,54% per tahun.
Untuk posisi peringkat, Jawa Tengah berada di urutan ke 5 dari seluruh provinsi di Pulau Jawa pada tahun 2025. Peringkat ini tidak berubah selama 11 tahun terakhir sejak tahun 2015. Secara nasional, provinsi ini menempati peringkat 27 dari seluruh provinsi di Indonesia pada tahun 2025, naik 2 peringkat dibandingkan posisi tahun sebelumnya yang berada di urutan 29.
Gorontalo
Gorontalo menempati urutan ke 4 wilayah Pulau Sulawesi dengan nilai Harapan Lama Sekolah 13,18 tahun pada tahun terbaru. Pertumbuhan indikator ini di wilayah ini tercatat sebesar 0,08% pada periode terakhir, dengan penambahan nilai sebesar 0,01 tahun dibandingkan tahun sebelumnya. Secara nasional Gorontalo berada di peringkat 24, tiga peringkat di atas Jawa Tengah. Nilai HLS Gorontalo terpaut 0,13 tahun lebih tinggi dibandingkan catatan Jawa Tengah untuk periode tahun yang sama.
Kalimantan Selatan
Kalimantan Selatan mencatatkan nilai Harapan Lama Sekolah 13,12 tahun pada tahun terbaru, menempati urutan ke 3 di seluruh wilayah Pulau Kalimantan. Pertumbuhan indikator di provinsi ini mencapai 1,94% pada periode terakhir, dengan penambahan nilai sebesar 0,25 tahun dibandingkan tahun sebelumnya. Secara nasional Kalimantan Selatan berada di peringkat 25, dua peringkat di atas Jawa Tengah. Nilai HLS provinsi ini terpaut 0,07 tahun lebih tinggi dibandingkan catatan Jawa Tengah untuk tahun pengukuran yang sama.
Banten
(Baca: PDRB ADHB Sektor Industri Kertas dan Barang dari Kertas; Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman di Sulawesi Tenggara | 2025)
Provinsi Banten mencatatkan Harapan Lama Sekolah sebesar 13,11 tahun pada tahun terbaru, menempati urutan ke 4 di wilayah Pulau Jawa. Pertumbuhan indikator ini di Banten tercatat sebesar 0,08% pada periode terakhir, dengan penambahan nilai sebesar 0,01 tahun dibandingkan tahun sebelumnya. Secara nasional Banten berada di peringkat 26, satu peringkat di atas Jawa Tengah. Nilai HLS Banten terpaut 0,06 tahun lebih tinggi dibandingkan catatan Jawa Tengah untuk periode tahun yang sama.
Jawa Barat
Jawa Barat mencatatkan nilai Harapan Lama Sekolah 13,02 tahun pada tahun terbaru, berada di urutan ke 6 dari seluruh provinsi di Pulau Jawa. Pertumbuhan indikator di wilayah ini mencapai 1,72% pada periode terakhir, dengan penambahan nilai sebesar 0,22 tahun dibandingkan tahun sebelumnya. Secara nasional provinsi ini menempati peringkat 28, satu peringkat di bawah Jawa Tengah. Nilai HLS Jawa Barat terpaut 0,03 tahun lebih rendah dibandingkan catatan Jawa Tengah untuk tahun pengukuran yang sama.
Sulawesi Utara
Sulawesi Utara menempati urutan ke 5 wilayah Pulau Sulawesi dengan nilai Harapan Lama Sekolah 12,98 tahun pada tahun terbaru. Pertumbuhan indikator ini di wilayah ini tercatat sebesar 0,08% pada periode terakhir, dengan penambahan nilai sebesar 0,01 tahun dibandingkan tahun sebelumnya. Secara nasional Sulawesi Utara berada di peringkat 29, dua peringkat di bawah Jawa Tengah. Nilai HLS provinsi ini terpaut 0,07 tahun lebih rendah dibandingkan catatan Jawa Tengah untuk periode tahun yang sama.
Sulawesi Barat
Sulawesi Barat mencatatkan nilai Harapan Lama Sekolah 12,9 tahun pada tahun terbaru, menempati urutan terakhir ke 6 di seluruh wilayah Pulau Sulawesi. Pertumbuhan indikator di provinsi ini tercatat sebesar 0,08% pada periode terakhir, dengan penambahan nilai sebesar 0,01 tahun dibandingkan tahun sebelumnya. Secara nasional Sulawesi Barat berada di peringkat 30, tiga peringkat di bawah Jawa Tengah. Nilai HLS provinsi ini terpaut 0,15 tahun lebih rendah dibandingkan catatan Jawa Tengah untuk tahun pengukuran yang sama.