Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai PDRB ADHB Informasi dan Komunikasi Provinsi Gorontalo pada kuartal terakhir 2025 (Desember 2025) sebesar 396,09 Rp miliar. Dibandingkan rata-rata tiga kuartal sebelumnya (371,83 Rp miliar), nilai ini mengalami peningkatan sebesar 24,26 Rp miliar. Jika dibandingkan rata-rata lima kuartal terakhir (378,3 Rp miliar), nilai kuartal terakhir juga menunjukkan kenaikan sebesar 17,79 Rp miliar. Perkembangan data historis menunjukkan bahwa pertumbuhan tertinggi terjadi pada kuartal kedua 2018 sebesar 9,71%, sedangkan pertumbuhan terendah terjadi pada kuartal ketiga 2018 turun 5,71%. Ranking Gorontalo menurut pulau Sulawesi tetap berada di posisi ke-6 selama periode pengamatan, sedangkan ranking nasional pada kuartal terakhir 2025 berada di posisi ke-35, turun dari posisi ke-33 pada kuartal pertama hingga keempat 2024.
(Baca: PDRB ADHB Sektor Industri Tekstil dan Pakaian Jadi Periode 2013-2024)
Perbandingan dengan provinsi lain di wilayah Indonesia menunjukkan bahwa Gorontalo berada di posisi di atas beberapa provinsi di Papua dan Maluku. Provinsi Maluku Utara memiliki nilai PDRB ADHB Informasi dan Komunikasi tertinggi di antara provinsi perbandingan sebesar 525,86 Rp miliar dengan ranking nasional ke-32 dan ranking di pulau Maluku ke-1. Berikutnya adalah Provinsi Maluku dengan nilai 520,44 Rp miliar, ranking nasional ke-33 dan ranking pulau ke-2. Provinsi Papua Selatan berada di posisi ketiga dengan nilai 453,58 Rp miliar, ranking nasional ke-34 dan ranking pulau Papua ke-1. Gorontalo yang berada di posisi ke-35 nasional memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan Papua Barat Daya (320,13 Rp miliar, ranking 36), Papua Barat (211,59 Rp miliar, ranking37), dan Papua Pegunungan (191,01 Rp miliar, ranking38).
Provinsi Maluku Utara
Provinsi Maluku Utara menempati posisi teratas di pulau Maluku dan ranking nasional ke-32 dalam nilai PDRB ADHB Informasi dan Komunikasi pada kuartal terakhir 2025, dengan nilai sebesar 525,86 Rp miliar. Dibandingkan kuartal sebelumnya, nilai ini mengalami peningkatan sebesar 6,62 Rp miliar dengan pertumbuhan sebesar 1,27%. Rata-rata pertumbuhan selama tiga kuartal terakhir menunjukkan tren stabil dengan peningkatan kecil setiap periode. Nilai kuartal terakhir ini juga lebih tinggi dibandingkan nilai dua kuartal sebelumnya sebesar 517,52 Rp miliar, menunjukkan bahwa sektor informasi dan komunikasi di Maluku Utara terus berkembang secara konsisten. Ranking nasionalnya yang ke-32 membuatnya berada di atas provinsi lain di perbandingan, menunjukkan bahwa sektor ini memiliki kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian provinsi dibandingkan wilayah lain di Indonesia bagian timur.
Provinsi Maluku
Provinsi Maluku menempati posisi ke-2 di pulau Maluku dan ranking nasional ke-33 dengan nilai PDRB ADHB Informasi dan Komunikasi sebesar 520,44 Rp miliar pada kuartal terakhir 2025. Dibandingkan kuartal sebelumnya, nilai ini naik sebesar 7,15 Rp miliar dengan pertumbuhan 1,39%, yang sedikit lebih tinggi dari pertumbuhan Maluku Utara. Nilai dua kuartal sebelumnya sebesar 506,75 Rp miliar, sehingga terjadi peningkatan sebesar 13,69 Rp miliar selama dua kuartal. Sektor informasi dan komunikasi di Maluku menunjukkan perkembangan yang positif dengan pertumbuhan yang stabil setiap kuartal, meskipun nilainya sedikit lebih rendah dibandingkan Maluku Utara. Ranking nasionalnya yang ke-33 membuatnya berada di bawah Maluku Utara tetapi di atas Papua Selatan, menunjukkan bahwa sektor ini memiliki peran penting dalam perekonomian provinsi yang terus meningkat.
(Baca: PDRB ADHK Sektor Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan Periode 2013-2024)
Provinsi Papua Selatan
Provinsi Papua Selatan menempati posisi ke-1 di pulau Papua dan ranking nasional ke-34 dengan nilai PDRB ADHB Informasi dan Komunikasi sebesar 453,58 Rp miliar pada kuartal terakhir 2025. Dibandingkan kuartal sebelumnya, nilai ini mengalami peningkatan sebesar 24,5 Rp miliar dengan pertumbuhan sebesar 5,71%, yang merupakan pertumbuhan tertinggi di antara provinsi perbandingan. Nilai dua kuartal sebelumnya sebesar 418,52 Rp miliar, sehingga terjadi peningkatan sebesar 35,06 Rp miliar selama dua kuartal. Pertumbuhan yang tinggi ini menunjukkan bahwa sektor informasi dan komunikasi di Papua Selatan sedang berkembang dengan pesat, mungkin didorong oleh peningkatan akses teknologi dan infrastruktur di wilayah tersebut. Ranking nasionalnya yang ke-34 membuatnya berada di bawah Maluku tetapi di atas Gorontalo, menunjukkan bahwa kontribusi sektor ini terhadap perekonomian provinsi semakin besar.
Provinsi Papua Barat Daya
Provinsi Papua Barat Daya menempati posisi ke-2 di pulau Papua dan ranking nasional ke-36 dengan nilai PDRB ADHB Informasi dan Komunikasi sebesar 320,13 Rp miliar pada kuartal terakhir 2025. Dibandingkan kuartal sebelumnya, nilai ini naik sebesar 5,35 Rp miliar dengan pertumbuhan sebesar 1,7%. Nilai dua kuartal sebelumnya sebesar 310,64 Rp miliar, sehingga terjadi peningkatan sebesar 9,49 Rp miliar selama dua kuartal. Sektor informasi dan komunikasi di provinsi ini menunjukkan pertumbuhan yang stabil meskipun nilainya lebih rendah dibandingkan provinsi lain di perbandingan. Ranking nasionalnya yang ke-36 membuatnya berada di bawah Gorontalo tetapi di atas Papua Barat, menunjukkan bahwa sektor ini masih memiliki ruang untuk berkembang lebih lanjut dengan peningkatan infrastruktur dan akses layanan informasi.
Provinsi Papua Barat
Provinsi Papua Barat menempati posisi ke-3 di pulau Papua dan ranking nasional ke-37 dengan nilai PDRB ADHB Informasi dan Komunikasi sebesar 211,59 Rp miliar pada kuartal terakhir 2025. Dibandingkan kuartal sebelumnya, nilai ini naik sedikit sebesar 1,58 Rp miliar dengan pertumbuhan sebesar 0,75%, yang merupakan pertumbuhan terendah di antara provinsi perbandingan selain Papua Pegunungan. Nilai dua kuartal sebelumnya sebesar 209,9 Rp miliar, sehingga terjadi peningkatan sebesar 1,69 Rp miliar selama dua kuartal. Sektor informasi dan komunikasi di provinsi ini menunjukkan perkembangan yang lambat, mungkin karena keterbatasan infrastruktur dan akses teknologi di wilayah tersebut. Ranking nasionalnya yang ke-37 membuatnya berada di bawah Papua Barat Daya tetapi di atas Papua Pegunungan, menunjukkan bahwa kontribusi sektor ini terhadap perekonomian provinsi masih relatif kecil dibandingkan wilayah lain.
Provinsi Papua Pegunungan
Provinsi Papua Pegunungan menempati posisi ke-4 di pulau Papua dan ranking nasional ke-38 dengan nilai PDRB ADHB Informasi dan Komunikasi sebesar 191,01 Rp miliar pada kuartal terakhir 2025. Dibandingkan kuartal sebelumnya, nilai ini mengalami penurunan sebesar 9,11 Rp miliar dengan pertumbuhan negatif turun 4,55%, yang merupakan satu-satunya provinsi di perbandingan yang mengalami penurunan. Nilai dua kuartal sebelumnya sebesar 195,93 Rp miliar, sehingga terjadi penurunan sebesar 4,92 Rp miliar selama dua kuartal. Penurunan ini menunjukkan bahwa sektor informasi dan komunikasi di provinsi ini menghadapi tantangan, mungkin karena faktor infrastruktur yang terbatas atau penurunan aktivitas bisnis di sektor tersebut. Ranking nasionalnya yang ke-38 membuatnya berada di posisi terendah di antara provinsi perbandingan, menunjukkan bahwa kontribusi sektor ini terhadap perekonomian provinsi masih sangat kecil dan perlu peningkatan.