Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Angka Partisipasi Kasar (APK) SMP/Mts/Paket B Provinsi Papua Selatan pada tahun 2025 mencapai 87,71 Persen. Dari catatan historis dua tahun terakhir, nilai ini mengalami kenaikan sebesar 5,15 poin dari posisi tahun 2024 yang tercatat 82,56 Persen, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 6,24 persen. Tren partisipasi pendidikan tingkat menengah pertama di wilayah ini menunjukkan pergerakan naik sepenuhnya sepanjang periode pengamatan, tanpa pernah terjadi penurunan sama sekali.
(Baca: Statistik PDRB ADHK Sektor Transportasi dan Pergudangan Periode 2013-2026)
Sepanjang periode data yang tercatat, kenaikan tertinggi partisipasi SMP terjadi pada tahun 2025, sekaligus menjadi nilai tertinggi yang pernah dicatat hingga saat ini. Nilai terendah tercatat pada tahun 2024 sebagai periode awal pengamatan. Posisi nilai tahun 2025 tercatat berada di atas rata-rata keseluruhan periode, dengan selisih lebih dari 2,5 poin dibanding nilai rata-rata dua tahun yang mencapai 85,14 Persen.
Untuk peringkat di wilayah Pulau Papua, Papua Selatan tetap menempati urutan ke-4 pada tahun 2024 maupun 2025, tidak terjadi perubahan posisi peringkat selama dua periode. Secara nasional, provinsi ini mencatat perbaikan peringkat satu tingkat, dari urutan ke-34 pada tahun 2024 naik menjadi urutan ke-33 se-Indonesia pada akhir tahun 2025.
Dibandingkan provinsi lain di luar Pulau Papua, nilai APK 87,71 Persen Papua Selatan 2025 berada di atas Sulawesi Barat, Sumatera Selatan dan Gorontalo. Sementara nilai ini masih sedikit berada di bawah Kalimantan Barat yang mencapai 88,78 Persen, Sulawesi Tenggara 87,94 Persen, serta Kepulauan Bangka Belitung 87,77 Persen. Pertumbuhan tahunan Papua Selatan sebesar 6,24 persen juga menjadi pertumbuhan tertinggi dibanding keenam provinsi pembanding tersebut.
Kalimantan Barat
Provinsi Kalimantan Barat menempati urutan ke 30 secara nasional dengan nilai APK SMP tahun 2025 sebesar 88,78 Persen. Wilayah ini mencatat kenaikan sebesar 4,84 poin dari tahun sebelumnya, dengan pertumbuhan tahunan mencapai 5,77 persen. Di wilayah Pulau Kalimantan, provinsi ini berada di urutan ke 5, dan menjadi provinsi dengan nilai APK tertinggi diantara seluruh wilayah yang dibandingkan dengan Papua Selatan. Pertumbuhan yang dicatatkan Kalimantan Barat menjadi urutan kedua tertinggi setelah Papua Selatan pada periode yang sama.
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tenggara tercatat memiliki nilai APK SMP tahun 2025 sebesar 87,94 Persen, menempati urutan ke 31 secara nasional. Wilayah ini mengalami kenaikan sebesar 2,33 poin dari tahun 2024, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 2,72 persen. Di Pulau Sulawesi, provinsi ini menempati peringkat ke 4. Nilai partisipasi Sulawesi Tenggara hanya terpaut 0,23 poin di atas nilai yang dicapai Papua Selatan pada tahun yang sama, dengan selisih peringkat nasional hanya dua tingkat.
Kepulauan Bangka Belitung
(Baca: Harga Cabai Rawit Hijau di Kalimantan Barat Termahal Se-Indonesia (Selasa, 14 Juli 2026))
Kepulauan Bangka Belitung mencatat nilai APK SMP tahun 2025 sebesar 87,77 Persen, berada di urutan ke 32 secara nasional. Wilayah ini menjadi satu-satunya provinsi pembanding yang mengalami penurunan nilai partisipasi, dengan penurunan sebesar 0,97 poin atau sekitar 1,09 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Di wilayah Pulau Sumatera, provinsi ini menempati urutan ke 9. Nilai partisipasi wilayah ini hanya terpaut 0,06 poin di atas nilai yang dicapai Papua Selatan pada periode 2025.
Sumatera Selatan
Sumatera Selatan tercatat memiliki nilai APK SMP tahun 2025 sebesar 87,24 Persen, menempati urutan ke 34 secara nasional. Wilayah ini mengalami kenaikan sebesar 1,78 poin dari tahun sebelumnya, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 2,08 persen. Di wilayah Pulau Sumatera, provinsi ini menempati peringkat ke 10. Nilai partisipasi Sumatera Selatan tercatat sedikit berada di bawah nilai yang dicapai Papua Selatan, dengan selisih peringkat nasional satu tingkat di bawah Papua Selatan.
Sulawesi Barat
Sulawesi Barat mencatat nilai APK SMP tahun 2025 sebesar 86,68 Persen, menempati urutan ke 35 secara nasional. Wilayah ini mengalami kenaikan sebesar 4,61 poin dari tahun 2024, dengan pertumbuhan tahunan mencapai 5,62 persen. Di wilayah Pulau Sulawesi, provinsi ini menempati urutan ke 5. Pertumbuhan yang dicatatkan Sulawesi Barat menjadi urutan ketiga tertinggi diantara seluruh wilayah pembanding, hanya kalah dari Papua Selatan dan Kalimantan Barat.
Gorontalo
Gorontalo tercatat memiliki nilai APK SMP tahun 2025 sebesar 83,85 Persen, menempati urutan paling bawah yaitu ke 36 secara nasional dari seluruh wilayah pembanding. Wilayah ini mengalami kenaikan sebesar 1,7 poin dari tahun sebelumnya, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 2,07 persen. Di wilayah Pulau Sulawesi, provinsi ini menempati peringkat ke 6. Nilai partisipasi Gorontalo tercatat hampir 4 poin berada di bawah nilai yang dicapai Papua Selatan pada tahun 2025.