Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Angka Partisipasi Kasar SD/MI/Paket A Provinsi Sulawesi Selatan pada akhir tahun 2025 berada pada angka 105,81 Persen. Selama 23 tahun periode data sejak 2003, nilai ini mengalami peningkatan total sebesar 4,04 persen secara kumulatif. Pencapaian tertinggi indikator ini terjadi pada tahun 2008 dengan nilai 111,51 Persen, sedangkan posisi terendah tercatat pada tahun awal data 2003.
(Baca: Statistik Total Pinjaman Rupiah Periode 2013-2024)
Sepanjang periode data, tercatat 11 kali periode kenaikan dan 11 kali periode penurunan nilai partisipasi, tanpa ada periode stagnan. Rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir menunjukkan penurunan turun 0,22 persen per tahun, sementara rata-rata 3 tahun terakhir mencatat penurunan sedikit lebih dalam yaitu turun 0,28 persen per tahun. Hal ini menunjukkan tren penurunan sedikit menguat dibandingkan periode 5 tahun sebelumnya.
Pada tahun 2025, Sulawesi Selatan menempati peringkat ke-3 di wilayah Pulau Sulawesi untuk indikator ini, posisi ini sama stabil selama 9 tahun berturut-turut sejak tahun 2017. Secara nasional, provinsi ini berada di peringkat 25 dari seluruh provinsi di Indonesia. Posisi nilai akhir 2025 tercatat berada di bawah rata-rata keseluruhan periode yang bernilai 107,22 Persen.
Anomali penurunan terbesar terjadi pada tahun 2011 dimana nilai turun sebesar 6,70 poin dibandingkan tahun sebelumnya, sementara kenaikan terbesar tercatat pada tahun 2013 dengan peningkatan 5,67 poin. Selama tiga tahun terakhir, perubahan nilai per tahun tidak pernah melebihi 1 poin, menunjukkan pergerakan nilai yang cenderung stabil dengan arah penurunan sedikit.
Kalimantan Selatan
Kalimantan Selatan menempati peringkat 22 secara nasional dan peringkat 4 di wilayah Pulau Kalimantan untuk indikator partisipasi SD tahun 2025, dengan nilai akhir tercatat 106,34 Persen. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 1,02 poin dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 0,97 persen. Besaran nilai ini berada 0,53 poin lebih tinggi dibandingkan capaian Sulawesi Selatan pada periode yang sama.
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Barat mencatat nilai Angka Partisipasi Kasar SD sebesar 106,15 Persen pada tahun 2025, menempati peringkat 23 secara nasional dan peringkat 2 di wilayahnya. Wilayah ini mengalami kenaikan 0,35 poin dibandingkan tahun sebelumnya dengan pertumbuhan 0,33 persen. Capaian nilai provinsi ini 0,34 poin lebih tinggi dibandingkan Sulawesi Selatan, dengan posisi peringkat nasional 2 tingkat di atas Sulawesi Selatan.
Sumatera Utara
(Baca: Statistik Produksi Jambu Biji Periode 2013-2023)
Sumatera Utara tercatat memiliki nilai partisipasi SD sebesar 106,04 Persen tahun 2025, berada pada peringkat 24 nasional dan peringkat 10 di wilayah Pulau Sumatera. Berbeda dengan dua provinsi sebelumnya, wilayah ini mengalami penurunan nilai sebesar 2,07 poin dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pertumbuhan negatif turun 1,91 persen. Meskipun mengalami penurunan besar, nilai akhir provinsi ini masih sedikit lebih tinggi dibandingkan Sulawesi Selatan.
Gorontalo
Provinsi Gorontalo yang satu wilayah pulau dengan Sulawesi Selatan mencatat nilai partisipasi SD 105,58 Persen pada tahun 2025, menempati peringkat 4 di Pulau Sulawesi dan peringkat 26 secara nasional. Nilai ini mengalami kenaikan sangat sedikit sebesar 0,06 poin dari tahun sebelumnya dengan pertumbuhan 0,06 persen. Posisi peringkat Gorontalo berada satu tingkat dibawah Sulawesi Selatan di tingkat pulau maupun tingkat nasional.
Sulawesi Barat
Sulawesi Barat mencatat nilai Angka Partisipasi Kasar SD tahun 2025 sebesar 105,35 Persen, berada di peringkat 5 wilayah Pulau Sulawesi dan peringkat 27 secara nasional. Wilayah ini mengalami kenaikan sebesar 0,57 poin dibandingkan tahun sebelumnya dengan pertumbuhan tahunan 0,54 persen. Capaian nilai provinsi ini berada 0,46 poin dibawah capaian Sulawesi Selatan pada periode yang sama.
Banten
Provinsi Banten menempati peringkat pertama di wilayah Pulau Jawa dan peringkat 28 secara nasional untuk indikator ini pada tahun 2025, dengan nilai akhir tercatat 105,29 Persen. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 1,75 poin dibandingkan tahun sebelumnya dengan pertumbuhan negatif turun 1,63 persen. Nilai capaian Banten berada 0,52 poin dibawah pencapaian Sulawesi Selatan tahun 2025.