Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Sumatera Selatan tahun 2025 sebesar 8,86 persen. Angka ini turun 0,89 persen dari tahun sebelumnya, dengan penurunan jumlah penduduk miskin sebesar 5.850 jiwa menjadi total 62.890 jiwa. Wilayah ini berada di peringkat 252 secara nasional dari total 514 kabupaten/kota.
Selama periode 2005 hingga 2025, persentase kemiskinan wilayah ini tercatat tertinggi pada tahun 2005 sebesar 18,38 persen, dan terendah pada tahun 2025. Pertumbuhan penurunan kemiskinan terbesar tercatat pada tahun 2008 sebesar 24,39 persen, sedangkan kenaikan terbesar terjadi pada tahun 2013 sebesar 14,48 persen. Peringkat nasional wilayah ini bergeser dari posisi 186 pada tahun 2005 hingga berada di posisi 252 tahun ini.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Jawa Tengah 2025)
Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir wilayah ini berada di angka 9,53 persen, lebih rendah dibanding rata-rata 5 tahun terakhir yang mencapai 10,08 persen. Selama 20 tahun data tercatat, peringkat nasional wilayah ini sempat membaik hingga posisi 349 pada tahun 2010 sebelum perlahan bergeser kembali ke posisi saat ini. Penurunan kemiskinan tahun 2025 menjadi penurunan terbesar setelah 12 tahun terakhir.
Kabupaten Banyuasin
Berada di peringkat 268 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 8,48 persen dengan penurunan sebesar 8,92 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 77.630 jiwa, garis kemiskinan berada di angka 560,84 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 48,77 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 9,01 persen.
Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan
Peringkat 243 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 9,17 persen dengan penurunan 7,00 persen tahun lalu. Terdapat 35.490 jiwa penduduk miskin di wilayah ini, dengan garis kemiskinan 456,28 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat berada pada angka 29,44 juta rupiah per tahun, tumbuh 6,20 persen pada periode terakhir.
(Baca: Jumlah Penduduk Bekerja di Kabupaten Pidie 212,4 Ribu dan Angka Pengangguran 5,71 Persen)
Kota Pagar Alam
Wilayah ini menempati peringkat 297 nasional dengan persentase kemiskinan 7,70 persen, turun 5,87 persen dari tahun sebelumnya. Hanya tercatat 11.200 jiwa penduduk miskin, menjadi jumlah terendah diantara wilayah perbandingan. Garis kemiskinan 444,96 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 27,71 juta rupiah per tahun tumbuh 8,48 persen.
Kota Palembang
Berada di peringkat 248 nasional, persentase kemiskinan tercatat 9,04 persen dengan penurunan 7,47 persen tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 162.310 jiwa menjadi angka tertinggi di kelompok wilayah ini. Garis kemiskinan 699,92 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita mencapai 130,92 juta rupiah per tahun tumbuh 8,06 persen.
Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir
Peringkat 241 secara nasional, persentase kemiskinan wilayah ini sebesar 9,27 persen dengan penurunan 5,60 persen pada tahun terakhir. Terdapat 18.870 jiwa penduduk miskin, garis kemiskinan tercatat 530,58 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat berada pada angka 49,70 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 8,76 persen.