Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data triwulanan Nilai PDRB ADHB Jasa Lainnya Provinsi Sulawesi Barat hingga kuartal I 2026 sebesar 298,08 Rp miliar. Data historis sejak 2010 menunjukkan tren kenaikan konsisten, dengan total peningkatan sebesar 262,28% selama 16 tahun pengamatan. Pada kuartal terakhir, nilai PDRB sektor ini tumbuh sebesar 1,27% dibandingkan kuartal sebelumnya, menambah rekor nilai tertinggi sepanjang periode pengamatan.
(Baca: Update 2024: Jumlah Penduduk di Jawa Barat)
Rata-rata pertumbuhan 3 kuartal terakhir Sulawesi Barat mencapai 2,71%, angka ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan 5 kuartal terakhir yang hanya tercatat 1,56%. Selama 5 kuartal terakhir terjadi fluktuasi dengan penurunan sebesar 9,01% pada kuartal III 2024, kemudian diikuti kenaikan bertahap hingga mencapai rekor pada Maret 2026. Sepanjang riwayat data, penurunan terendah terjadi pada Desember 2010 dengan nilai 81,32 Rp miliar, sementara kenaikan tertinggi satu kuartal tercatat 23,8% pada kuartal II 2025.
Secara peringkat, Sulawesi Barat secara konsisten menempati urutan ke-5 di seluruh provinsi wilayah Pulau Sulawesi untuk indikator ini sepanjang seluruh periode data. Pada kuartal terakhir, peringkat nasional Sulawesi Barat berada di posisi 28 dari seluruh provinsi di Indonesia. Posisi ini tidak berubah secara signifikan dalam 5 tahun terakhir, hanya terjadi pergeseran 1-2 peringkat pada beberapa periode kuartal.
Pada kuartal yang sama, nilai PDRB Jasa Lainnya Sulawesi Barat berada di atas provinsi Kalimantan Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu dan Maluku. Sementara nilai ini masih lebih rendah dibandingkan Papua yang menempati urutan 1 wilayahnya dengan nilai 452,56 Rp miliar, dan Kepulauan Riau yang tercatat 311,08 Rp miliar. Pertumbuhan Sulawesi Barat pada kuartal terakhir juga menjadi salah satu yang positif di antara daftar perbandingan, dimana 4 dari 6 provinsi pembanding justru mencatat pertumbuhan negatif.
Selama seluruh 65 periode kuartal yang tercatat, sektor jasa lainnya di Sulawesi Barat mengalami kenaikan pada 45 periode, dan penurunan pada 19 periode tanpa ada periode stagnan. Nilai terakhir yang tercatat juga berada di atas rata-rata nilai seluruh periode sebesar 177,73 Rp miliar. Tren linear data menunjukkan peningkatan rata-rata sebesar 3,19 Rp miliar setiap kuartal selama 16 tahun terakhir.
Papua
Papua menempati peringkat 1 wilayah pulau dan peringkat 25 nasional pada kuartal terakhir, dengan nilai PDRB Jasa Lainnya tercatat 452,56 Rp miliar. Wilayah ini mencatat penurunan sedikit sebesar 0,37% dibandingkan kuartal sebelumnya, menjadikan satu-satunya wilayah di kelompok teratas yang masih mencatat pergerakan nilai yang stabil. Nilai Papua masih 51,8% lebih tinggi dibandingkan nilai Sulawesi Barat pada periode yang sama, dan memiliki selisih hampir 150 poin nilai dengan provinsi peringkat berikutnya.
Kep. Riau
Kepulauan Riau berada pada peringkat 8 wilayah pulau Sumatera dan peringkat 26 nasional, dengan nilai PDRB sektor ini sebesar 311,08 Rp miliar. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 10,55% pada kuartal terakhir, menjadi penurunan terbesar di antara seluruh provinsi pembanding. Nilai Kepulauan Riau hanya terpaut 13 Rp miliar di atas nilai Sulawesi Barat, dengan celah yang semakin mengecil setiap kuartal akibat pertumbuhan Sulawesi Barat yang konsisten.
(Baca: Harga Cabai Merah di Kalimantan Timur Paling Mahal di Indonesia (Jumat, 14 Agustus 2026))
Kalimantan Utara
Kalimantan Utara menempati posisi 5 wilayah pulau Kalimantan dan peringkat 27 nasional dengan nilai tercatat 306,59 Rp miliar. Wilayah ini mencatat penurunan 3,38% dibandingkan periode sebelumnya, mengakhiri tren kenaikan pada 2 kuartal sebelumnya. Nilai Kalimantan Utara hanya 2,8% lebih tinggi dari Sulawesi Barat, dimana jika tren berlanjut Sulawesi Barat berpotensi melampaui nilai provinsi ini pada kuartal berikutnya.
Kep. Bangka Belitung
Kepulauan Bangka Belitung berada pada peringkat 9 wilayah Sumatera dan peringkat 29 nasional, dengan nilai PDRB Jasa Lainnya sebesar 290,17 Rp miliar. Wilayah ini menjadi satu-satunya provinsi pembanding selain Sulawesi Barat yang mencatat pertumbuhan positif pada kuartal terakhir, yaitu sebesar 2,65%. Nilai wilayah ini berada 2,65% di bawah nilai Sulawesi Barat pada periode yang sama.
Bengkulu
Bengkulu menempati urutan 10 wilayah pulau Sumatera dan peringkat 30 nasional dengan nilai PDRB sektor ini tercatat 280,21 Rp miliar. Wilayah ini mengalami penurunan 5,26% pada kuartal terakhir, melanjutkan tren penurunan yang sudah berjalan selama 3 periode berturut-turut. Nilai Bengkulu tercatat 6% lebih rendah dibandingkan nilai Sulawesi Barat pada kuartal Maret 2026.
Maluku
Maluku menempati peringkat 1 wilayah pulau Maluku dan peringkat 31 nasional pada kuartal terakhir, dengan nilai PDRB Jasa Lainnya sebesar 277,1 Rp miliar. Wilayah ini mencatat penurunan 6,41% dibandingkan kuartal sebelumnya, menjadi penurunan terbesar kedua setelah Kepulauan Riau. Nilai Maluku berada 7,03% di bawah nilai yang dicapai Sulawesi Barat pada periode pengamatan yang sama.