Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Angka Partisipasi Murni (APM) SD/Sederajat di Provinsi Sulawesi Barat pada tahun 2025 sebesar 95,99 persen, mengalami penurunan sebesar 0,83 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 96,82 persen, dengan pertumbuhan negatif turun 0,86 persen. Rata-rata APM selama tiga tahun terakhir (2023-2025) adalah sekitar 96,21 persen, yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir (2021-2025) sebesar 95,82 persen, menunjukkan kondisi APM dalam tiga tahun terakhir lebih baik dibandingkan lima tahun sebelumnya. Kenaikan tertinggi APM terjadi pada tahun 2011, dengan peningkatan sebesar 1,17 persen dari tahun 2010, sedangkan penurunan terendah terjadi pada tahun 2012, dengan penurunan sebesar 4,76 persen dari tahun 2011.
(Baca: Jumlah Penduduk Menurut Umur dan Jenis Kelamin di Kota Salatiga 2024)
Pada tahun 2025, Provinsi Sulawesi Barat menempati peringkat ke-3 di Pulau Sulawesi, naik satu peringkat dari peringkat ke-4 yang dipegang selama tahun 2016 hingga 2024. Secara nasional, provinsi ini berada di peringkat ke-23, naik lima peringkat dari peringkat ke-28 pada tahun 2024. Dibandingkan provinsi lain dalam data perbandingan, APM Sulawesi Barat (95,99 persen) sedikit lebih rendah dibandingkan Sulawesi Utara (96 persen) yang berada di peringkat ke-2 di Pulau Sulawesi, namun lebih tinggi dibandingkan Sumatera Selatan (95,98 persen) dan Maluku Utara (95,9 persen). Secara nasional, provinsi dengan APM tertinggi dalam kelompok ini adalah Aceh (96,32 persen) di peringkat ke-20, sedangkan yang terendah adalah Maluku Utara di peringkat ke-26.
Aceh
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Angka Partisipasi Murni (APM) SD/Sederajat di Provinsi Aceh pada tahun 2025 sebesar 96,32 persen, mengalami penurunan sebesar 1,64 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 97,96 persen, dengan pertumbuhan negatif turun 1,67 persen. Secara nasional, Aceh berada di peringkat ke-20, sedangkan di Pulau Sumatera provinsi ini menempati peringkat ke-7. Nilai dua tahun sebelumnya Aceh adalah 98,97 persen, menunjukkan bahwa provinsi ini mengalami penurunan berturut-turut selama dua tahun terakhir, dengan selisih penurunan yang cukup signifikan dibandingkan provinsi lain seperti Sulawesi Barat yang hanya mengalami penurunan sedikit pada tahun 2025. Meskipun mengalami penurunan, nilai APM Aceh masih lebih tinggi dibandingkan sebagian besar provinsi dalam kelompok perbandingan, termasuk Sulawesi Barat yang berada di peringkat ke-23 nasional. Tren penurunan ini menunjukkan bahwa ada perubahan dalam faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi sekolah dasar di Aceh, meskipun nilai APM masih berada di atas 96 persen yang merupakan angka yang cukup baik.
Bengkulu
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Angka Partisipasi Murni (APM) SD/Sederajat di Provinsi Bengkulu pada tahun 2025 sebesar 96,12 persen, mengalami penurunan sebesar 2,21 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 98,33 persen, dengan pertumbuhan negatif turun 2,25 persen. Secara nasional, Bengkulu berada di peringkat ke-21, satu peringkat di bawah Aceh dan satu peringkat di atas Sulawesi Utara. Di Pulau Sumatera, provinsi ini menempati peringkat ke-8, yang lebih rendah dibandingkan Aceh. Nilai dua tahun sebelumnya Bengkulu adalah 98,61 persen, menunjukkan bahwa penurunan APM di provinsi ini telah terjadi selama dua tahun berturut-turut, dengan selisih penurunan yang lebih besar dibandingkan Aceh. Meskipun nilai APM Bengkulu masih di atas 96 persen, penurunan yang terjadi selama dua tahun terakhir menunjukkan bahwa ada tren penurunan yang perlu diperhatikan, meskipun nilai ini masih lebih tinggi dibandingkan Sulawesi Barat yang berada di peringkat ke-23 nasional. Perbandingan dengan Sulawesi Barat menunjukkan bahwa meskipun kedua provinsi mengalami perubahan nilai, Bengkulu masih memiliki nilai APM yang sedikit lebih tinggi dan peringkat nasional yang lebih baik.
Sulawesi Utara
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Kalimantan Utara 2018 - 2024)
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Angka Partisipasi Murni (APM) SD/Sederajat di Provinsi Sulawesi Utara pada tahun 2025 sebesar 96 persen, mengalami peningkatan sebesar 0,13 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 95,87 persen, dengan pertumbuhan positif sebesar 0,14 persen. Secara nasional, Sulawesi Utara berada di peringkat ke-22, satu peringkat di atas Sulawesi Barat. Di Pulau Sulawesi, provinsi ini menempati peringkat ke-2, yang lebih tinggi dibandingkan Sulawesi Barat yang berada di peringkat ke-3. Nilai dua tahun sebelumnya Sulawesi Utara adalah 95,68 persen, menunjukkan bahwa provinsi ini mengalami peningkatan berturut-turut selama dua tahun terakhir, dengan selisih peningkatan yang konsisten. Meskipun peningkatannya hanya sedikit, tren peningkatan ini membuat Sulawesi Utara menjadi salah satu provinsi di Pulau Sulawesi dengan APM yang stabil dan meningkat, bahkan melebihi nilai Sulawesi Barat yang hanya sedikit lebih rendah (95,99 persen) pada tahun 2025. Perbandingan kedua provinsi di Pulau Sulawesi menunjukkan bahwa Sulawesi Utara memiliki performa yang lebih baik dalam memelihara dan meningkatkan partisipasi sekolah dasar dibandingkan Sulawesi Barat.
Sumatera Utara
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Angka Partisipasi Murni (APM) SD/Sederajat di Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2025 sebesar 95,99 persen, sama dengan nilai Sulawesi Barat, namun mengalami penurunan sebesar 1,69 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 97,68 persen, dengan pertumbuhan negatif turun 1,73 persen. Secara nasional, Sumatera Utara berada di peringkat ke-23, sama dengan Sulawesi Barat. Di Pulau Sumatera, provinsi ini menempati peringkat ke-9, yang lebih rendah dibandingkan Aceh dan Bengkulu. Nilai dua tahun sebelumnya Sumatera Utara adalah 97,95 persen, menunjukkan bahwa provinsi ini mengalami penurunan berturut-turut selama dua tahun terakhir, dengan selisih penurunan yang cukup signifikan. Meskipun nilai tahun terakhirnya sama dengan Sulawesi Barat, penurunan yang terjadi di Sumatera Utara lebih besar dibandingkan Sulawesi Barat yang hanya mengalami penurunan sedikit pada tahun 2025, sehingga kedua provinsi berada pada peringkat nasional yang sama meskipun tren perkembangannya berbeda. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun nilai akhir sama, faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan APM di kedua provinsi berbeda.
Sumatera Selatan
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Angka Partisipasi Murni (APM) SD/Sederajat di Provinsi Sumatera Selatan pada tahun 2025 sebesar 95,98 persen, mengalami penurunan sebesar 1,55 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 97,53 persen, dengan pertumbuhan negatif turun 1,59 persen. Secara nasional, Sumatera Selatan berada di peringkat ke-25, dua peringkat di bawah Sulawesi Barat. Di Pulau Sumatera, provinsi ini menempati peringkat ke-10, yang lebih rendah dibandingkan Sumatera Utara. Nilai dua tahun sebelumnya Sumatera Selatan adalah 98,12 persen, menunjukkan bahwa provinsi ini mengalami penurunan berturut-turut selama dua tahun terakhir, dengan selisih penurunan yang cukup besar. Meskipun nilai APM Sumatera Selatan hanya sedikit lebih rendah dari Sulawesi Barat (95,99 persen), peringkat nasionalnya lebih rendah karena ada provinsi lain dengan nilai yang lebih tinggi. Tren penurunan yang terjadi di Sumatera Selatan menunjukkan bahwa ada faktor yang mempengaruhi penurunan APM di provinsi ini, meskipun nilai ini masih berada di atas 95 persen yang merupakan angka yang cukup baik untuk partisipasi sekolah dasar.
Maluku Utara
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Angka Partisipasi Murni (APM) SD/Sederajat di Provinsi Maluku Utara pada tahun 2025 sebesar 95,9 persen, mengalami penurunan sebesar 0,51 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 96,41 persen, dengan pertumbuhan negatif turun 0,53 persen. Secara nasional, Maluku Utara berada di peringkat ke-26, tiga peringkat di bawah Sulawesi Barat. Di Pulau Maluku, provinsi ini menempati peringkat ke-1, karena merupakan satu-satunya provinsi Maluku dalam kelompok perbandingan. Nilai dua tahun sebelumnya Maluku Utara adalah 97,36 persen, menunjukkan bahwa provinsi ini mengalami penurunan berturut-turut selama dua tahun terakhir, dengan selisih penurunan yang lebih kecil dibandingkan provinsi lain di Sumatera seperti Aceh dan Bengkulu. Meskipun nilai APM Maluku Utara adalah yang terendah dalam kelompok perbandingan, penurunan yang terjadi pada tahun 2025 hanya sedikit, sehingga nilai ini masih berada di atas 95 persen yang menunjukkan bahwa partisipasi sekolah dasar di provinsi ini masih cukup baik meskipun berada di peringkat nasional yang lebih rendah. Perbandingan dengan Sulawesi Barat menunjukkan bahwa Maluku Utara memiliki nilai APM yang sedikit lebih rendah dan peringkat nasional yang lebih rendah, meskipun penurunan yang terjadi pada tahun 2025 lebih kecil dibandingkan Sulawesi Barat.