Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data PDRB ADHK Sektor Jasa Penunjang Keuangan Provinsi Sumatera Selatan sampai akhir tahun 2025 dengan nilai sebesar 5,68 Rp miliar. Selama periode 16 tahun pengamatan sejak 2010, sektor ini mencatatkan tren naik secara konsisten tanpa pernah mengalami penurunan nilai sepanjang periode. Pada tahun 2025, terjadi pertumbuhan sebesar 1,25 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan kenaikan nilai sebesar 0,07 Rp miliar. Selama 5 tahun terakhir rata-rata pertumbuhan sektor ini berada di angka 2,62 persen, sementara rata-rata 3 tahun terakhir tercatat 3,31 persen, menunjukkan kinerja 3 tahun terakhir lebih baik dibandingkan periode 5 tahun terakhir.
(Baca: Harga Kopi Kontrak Tiga Bulan - US Coffee C Futures Pagi Hari Diperdagangkan 313,8 Pound (Jumat, 24 Juli 2026))
Kenaikan tertinggi sepanjang sejarah data terjadi pada tahun 2011 dengan pertumbuhan 33,33 persen, diikuti kenaikan signifikan kedua pada tahun 2016 sebesar 25 persen. Nilai terendah sektor ini tercatat pada tahun pertama pengamatan yaitu 2010 sebesar 3 Rp miliar, sementara nilai tertinggi dicapai tepat pada tahun 2025. Seluruh periode pengamatan hanya tercatat 6 kali periode kenaikan nilai, 9 kali periode stagnan, dan tidak pernah terjadi penurunan nilai sama sekali. Sepanjang 10 tahun terakhir ranking Sumatera Selatan di wilayah Pulau Sumatera tetap konsisten berada di peringkat 6, sedangkan ranking nasional stabil di posisi 13.
Pada tahun 2025, nilai PDRB sektor ini Sumatera Selatan berada di atas rata-rata seluruh periode pengamatan yang tercatat sebesar 4,665 Rp miliar. Pertumbuhan tahun 2025 sebesar 1,25 persen tercatat lebih rendah dibandingkan rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir, namun masih berada pada jalur tren positif yang berlanjut sejak 2010. Total peningkatan nilai selama 16 tahun mencapai 89,33 persen, dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk sebesar 4,35 persen per tahun. Tidak ditemukan anomali penurunan pada seluruh rangkaian data historis yang diamati.
Jambi
Jambi mencatatkan nilai PDRB ADHK Sektor Jasa Penunjang Keuangan tahun 2025 sebesar 13,04 Rp miliar, menempati peringkat 5 di Pulau Sumatera dan peringkat 10 secara nasional. Sektor ini di Jambi tumbuh sebesar 6,1 persen pada tahun terakhir, dengan kenaikan nilai sebesar 0,75 Rp miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai ini hampir 2,3 kali lipat lebih besar dibandingkan nilai yang dicapai Sumatera Selatan pada periode yang sama, menempatkan Jambi sebagai salah satu wilayah dengan kinerja sektor jasa penunjang keuangan terkuat di Pulau Sumatera.
Sulawesi Tengah
Sulawesi Tengah mencatatkan nilai sektor ini sebesar 10,1 Rp miliar pada tahun 2025, berada di peringkat 2 wilayah Pulau Sulawesi dan peringkat 11 secara nasional. Pertumbuhan tahun terakhir tercatat sebesar 2,12 persen, dengan peningkatan nilai sebesar 0,21 Rp miliar dari tahun sebelumnya. Meskipun pertumbuhan tahun berjalan tercatat lebih rendah dibandingkan Jambi, nilai absolut Sulawesi Tengah masih tetap 1,77 kali lebih besar dibandingkan capaian Sumatera Selatan pada tahun yang sama.
Kalimantan Tengah
(Baca: Statistik PDRB ADHK Sektor Informasi dan Komunikasi Periode 2013-2025)
Kalimantan Tengah mencatatkan nilai PDRB sektor jasa penunjang keuangan sebesar 6,78 Rp miliar tahun 2025, berada di peringkat 2 wilayah Pulau Kalimantan dan peringkat 12 secara nasional. Sektor ini tumbuh sebesar 4,95 persen pada tahun terakhir, dengan kenaikan nilai sebesar 0,32 Rp miliar dibandingkan periode sebelumnya. Nilai ini tercatat sedikit lebih tinggi dibandingkan Sumatera Selatan, dengan selisih nilai sebesar 1,1 Rp miliar pada tahun 2025.
Lampung
Lampung mencatatkan nilai sektor ini sebesar 4,36 Rp miliar pada tahun 2025, menempati peringkat 7 di wilayah Pulau Sumatera dan peringkat 14 secara nasional. Pertumbuhan tahun terakhir tercatat sebesar 2,35 persen, dengan kenaikan nilai sebesar 0,1 Rp miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai Lampung ini tercatat lebih rendah dibandingkan Sumatera Selatan, membuat Sumatera Selatan berada satu peringkat di atas Lampung pada daftar ranking nasional tahun 2025.
DI Yogyakarta
DI Yogyakarta mencatatkan nilai PDRB ADHK Sektor Jasa Penunjang Keuangan sebesar 3,41 Rp miliar tahun 2025, berada di peringkat 4 wilayah Pulau Jawa dan peringkat 15 secara nasional. Sektor ini tumbuh sebesar 2,1 persen pada tahun terakhir, dengan kenaikan nilai sebesar 0,07 Rp miliar dibandingkan periode sebelumnya. Nilai ini tercatat 2,27 Rp miliar lebih rendah dibandingkan capaian yang diraih Sumatera Selatan pada tahun yang sama.
Bali
Bali mencatatkan nilai sektor ini sebesar 3,36 Rp miliar pada tahun 2025, menempati peringkat 1 terbaik di wilayah Nusa Tenggara dan Bali serta peringkat 16 secara nasional. Pertumbuhan tahun terakhir tercatat sebesar 2,13 persen, dengan kenaikan nilai sebesar 0,07 Rp miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai ini merupakan yang terendah diantara seluruh provinsi yang dibandingkan, dan tercatat 2,32 Rp miliar lebih kecil dibandingkan nilai Sumatera Selatan tahun 2025.