Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai PDRB ADHB Sektor Industri Tekstil dan Pakaian Jadi Provinsi Papua Barat Daya pada akhir tahun 2025 mencapai 6,69 Rp miliar. Selama periode 2023 sampai 2025, sektor ini mencatat tren naik secara konsisten tanpa ada periode penurunan sama sekali. Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2024 dengan pertumbuhan 10,27 persen, sedangkan kenaikan paling sedikit tercatat pada tahun 2025 sebesar 2,14 persen. Nilai tahun 2025 tercatat berada di atas rata-rata nilai tiga tahun terakhir yang mencapai 6,39 Rp miliar.
(Baca: Jumlah Perceraian Aceh 218 Kasus Data per 2024)
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pertumbuhan keseluruhan sektor ini selama tiga tahun pengamatan mencapai 6,20 persen per tahun, dengan total peningkatan nilai sebesar 12,63 persen dari tahun 2023 ke 2025. Selama tiga tahun berturut-turut, Papua Barat Daya konsisten menempati peringkat ke 5 dari seluruh provinsi di wilayah Pulau Papua, serta tetap berada di peringkat 36 secara nasional. Tidak ada perubahan peringkat baik di tingkat pulau maupun nasional sepanjang periode pengamatan data.
Pada tahun 2025, nilai PDRB sektor ini Papua Barat Daya berada di bawah tiga provinsi lain di Pulau Papua yaitu Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua Barat. Nilai 6,69 Rp miliar Papua Barat Daya hanya lebih tinggi dari tidak ada provinsi lain di pulau yang sama, dan masih berada satu peringkat di atas provinsi Bengkulu dari wilayah Sumatera yang menempati urutan 37 nasional. Pertumbuhan tahun 2025 Papua Barat Daya sebesar 2,14 persen juga tercatat lebih rendah dibanding rata-rata pertumbuhan provinsi sejenis di tingkat nasional.
Papua Tengah
Provinsi Papua Tengah menempati urutan teratas sektor industri tekstil dan pakaian jadi di wilayah Pulau Papua dengan nilai PDRB tahun 2025 mencapai 13,87 Rp miliar. Nilai ini hampir dua kali lipat dibandingkan catatan Papua Barat Daya pada periode yang sama, dengan pertumbuhan tahunan mencapai 5,96 persen. Secara nasional provinsi ini berada di peringkat 33, atau tiga peringkat lebih tinggi dibanding posisi Papua Barat Daya. Selisih peningkatan nilai tahunan mencapai 0,78 Rp miliar, menjadi peningkatan absolut terbesar di seluruh wilayah Pulau Papua.
Papua Pegunungan
Pada posisi kedua di Pulau Papua, Papua Pegunungan mencatat nilai PDRB sektor tekstil sebesar 11,05 Rp miliar pada tahun 2025. Pertumbuhan tahunan sektor ini mencapai 6,87 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata pertumbuhan Papua Barat Daya. Secara nasional provinsi ini menempati peringkat 34, dengan selisih nilai sebesar 4,36 Rp miliar di atas catatan Papua Barat Daya. Peningkatan nilai absolut tahunan mencapai 0,71 Rp miliar, menjadi peningkatan terbesar kedua di wilayah pulau.
(Baca: Jumlah Kepala Sekolah dan Guru SD Kurang dari S1 di Bali 346 Individu (2024))
Papua Barat
Papua Barat mencatat nilai PDRB sektor industri tekstil dan pakaian jadi sebesar 6,52 Rp miliar pada akhir tahun 2025, berada sedikit di bawah nilai Papua Barat Daya. Meskipun nilai absolut lebih kecil, provinsi ini mencatat pertumbuhan tahunan sebesar 4,32 persen atau dua kali lipat lebih tinggi dibanding pertumbuhan Papua Barat Daya pada tahun yang sama. Secara nasional Papua Barat menempati peringkat 37, tepat satu peringkat di bawah posisi Papua Barat Daya. Peningkatan nilai absolut tahunan mencapai 0,27 Rp miliar.
Maluku Utara
Berasal dari wilayah Pulau Maluku, Maluku Utara mencatat nilai PDRB sektor tekstil sebesar 7,43 Rp miliar tahun 2025. Nilai ini berada 0,74 Rp miliar di atas catatan Papua Barat Daya, dengan pertumbuhan tahunan mencapai 7,37 persen. Secara nasional provinsi ini menempati peringkat 35, atau satu peringkat lebih tinggi dibanding Papua Barat Daya. Pertumbuhan sektor ini di Maluku Utara tercatat lebih dari tiga kali lipat dibanding laju pertumbuhan yang terjadi di Papua Barat Daya pada periode 2025.
Bengkulu
Bengkulu dari wilayah Sumatera menempati peringkat 38 secara nasional, menjadi provinsi dengan nilai PDRB sektor industri tekstil dan pakaian jadi terendah dari seluruh daftar perbandingan dengan nilai hanya 2,43 Rp miliar tahun 2025. Pertumbuhan tahunan hanya mencapai 1,67 persen, merupakan laju pertumbuhan paling sedikit dari seluruh wilayah yang dibandingkan. Selisih nilai antara Bengkulu dengan Papua Barat Daya mencapai 4,26 Rp miliar, dengan peningkatan nilai absolut tahunan hanya 0,04 Rp miliar.