Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan semester Kota Bengkulu tahun 2025. Persentase penduduk miskin saat ini tercatat 11,91 persen, turun 1,85 persen dibanding tahun sebelumnya dengan penurunan pertumbuhan sebesar 13,44 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 46.230 jiwa, berkurang 6.730 jiwa dari tahun lalu.
(Baca: BPS: Inflasi Yoy Kabupaten Tabanan pada Juni 2026 Sebesar 2,61%)
Data historis periode 2004-2025 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2011 sebesar 22,23 persen. Nilai terendah tercatat pada tahun 2005 sebesar 8,65 persen. Pertumbuhan penurunan kemiskinan terbesar terjadi pada tahun 2025, sedangkan peningkatan terbesar terjadi tahun 2008 sebesar 97,39 persen. Peringkat nasional wilayah ini saat ini berada di urutan 149 dari total 514 kabupaten kota seluruh Indonesia.
Dibandingkan 3 tahun terakhir, rata-rata persentase kemiskinan Kota Bengkulu sebesar 13,46 persen, sehingga angka tahun 2025 tercatat lebih rendah dari rata-rata tersebut. Rata-rata 5 tahun terakhir tercatat 16,22 persen, angka saat ini menunjukkan penurunan yang signifikan dari periode rata-rata lima tahun sebelumnya. Peringkat nasional terus bergeser turun selama 10 tahun terakhir, dari urutan 77 pada tahun 2015 menjadi urutan 149 tahun ini.
Berikut adalah data perbandingan dengan kabupaten lain di Provinsi Bengkulu yang memiliki nilai persentase kemiskinan berdekatan dengan Kota Bengkulu:
Kabupaten Bengkulu Selatan
Berada di peringkat 78 nasional untuk persentase kemiskinan, dengan nilai saat ini 15,72 persen dan mengalami penurunan sebesar 8,07 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin tercatat 29.820 jiwa dari total penduduk 189.631 jiwa. Garis kemiskinan wilayah ini sebesar 500,59 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 48,58 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Kaur
Memiliki peringkat 76 nasional untuk indikator persentase penduduk miskin, dengan nilai tercatat 15,82 persen dan mengalami penurunan sebesar 7,59 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini mencapai 20.260 jiwa. Garis kemiskinan setempat tercatat 443,79 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita penduduk adalah 40,16 juta rupiah per tahun.
(Baca: Statistik Jumlah Pekerja di Sektor Real Estate Kategori Lapangan Pekerjaan Utama di Periode 2015-2025)
Kabupaten Kepahiang
Berada di peringkat 200 nasional untuk persentase kemiskinan, mencatatkan nilai 10,38 persen dengan penurunan sangat besar sebesar 19,53 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin tercatat 15.200 jiwa dari total 146.439 penduduk. Garis kemiskinan wilayah ini sebesar 496,28 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 43,40 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Lebong
Menduduki peringkat 213 nasional untuk indikator persentase kemiskinan, dengan nilai tercatat 10,10 persen dan hanya mengalami penurunan sedikit sebesar 3,35 persen pada periode laporan terakhir. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini tercatat 12.200 jiwa. Garis kemiskinan setempat sebesar 540,90 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita penduduk 43,59 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Rejang Lebong
Berada di peringkat 154 nasional untuk persentase kemiskinan, mencatatkan nilai 11,71 persen dengan penurunan sebesar 20,07 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin tercatat 33.190 jiwa dari total penduduk 283.302 jiwa. Garis kemiskinan wilayah ini sebesar 604,70 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 48,05 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Seluma
Menduduki peringkat 74 nasional untuk indikator persentase penduduk miskin, dengan nilai tercatat 15,98 persen dan mengalami penurunan sebesar 7,25 persen pada periode laporan terakhir. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini tercatat 32.810 jiwa. Garis kemiskinan setempat sebesar 513,04 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita penduduk 31,16 juta rupiah per tahun.