Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan semester Kota Bengkulu tahun 2025. Persentase penduduk miskin saat ini tercatat 11,91 persen, turun 1,85 poin persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin berada di angka 46.230 jiwa, turun sebanyak 6.730 jiwa dari periode sebelumnya.
(Baca: 14,89% Penduduk di Kabupaten Gorontalo Masuk Kategori Miskin)
Selama periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan wilayah ini mengalami pergerakan naik turun. Angka tertinggi tercatat pada tahun 2011 sebesar 22,23 persen, sedangkan angka terendah tercatat pada tahun 2005 sebesar 8,65 persen. Pertumbuhan angka kemiskinan terbesar terjadi pada tahun 2008 yaitu 97,39 persen, dan penurunan terbesar terjadi pada tahun 2025.
Ranking persentase kemiskinan Kota Bengkulu secara nasional saat ini berada di urutan 149 dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia. Dalam kurun 3 tahun terakhir ranking wilayah ini terus bergeser keluar dari 100 besar kabupaten dengan persentase kemiskinan tertinggi, dari urutan 115 pada 2023 menjadi 130 pada 2024.
Kabupaten Bengkulu Selatan
Berada di urutan 78 secara nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 15,72 persen dengan penurunan sedikit sebesar 8,07 persen dibanding tahun lalu. Terdapat 29.820 jiwa penduduk miskin, garis kemiskinan ditetapkan sebesar 500,59 ribu rupiah per kapita per bulan, sementara pendapatan per kapita masyarakat mencapai 48,58 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Kaur
Ranking persentase kemiskinan secara nasional berada di urutan 76, dengan angka tercatat 15,82 persen dan mengalami penurunan sedikit sebesar 7,59 persen tahun ini. Jumlah penduduk miskin sebanyak 20.260 jiwa, garis kemiskinan sebesar 443,79 ribu rupiah per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita wilayah sebesar 40,16 juta rupiah per tahun.
(Baca: Garis Kemiskinan Makanan dan Nonmakanan Jawa Timur Desember 2025: Naik Jadi Rp.558,03 Ribu per Kapita/Bulan)
Kabupaten Kepahiang
Urutan 200 secara nasional untuk persentase kemiskinan, mencatatkan angka 10,38 persen dengan penurunan sebesar 19,53 persen menjadi penurunan terbesar di antara seluruh kabupaten perbandingan di Provinsi Bengkulu. Terdapat 15.200 jiwa penduduk miskin, garis kemiskinan 496,28 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita 43,40 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Lebong
Menempati urutan 213 secara nasional persentase kemiskinan, tercatat angka 10,10 persen dengan penurunan sedikit sebesar 3,35 persen pada tahun ini. Wilayah ini memiliki garis kemiskinan tertinggi di daftar perbandingan yaitu 540,90 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita sebesar 43,59 juta rupiah per tahun, dan 12.200 jiwa penduduk miskin.
Kabupaten Rejang Lebong
Urutan 154 secara nasional persentase kemiskinan, mencatatkan angka 11,71 persen dengan penurunan sebesar 20,07 persen tahun ini. Jumlah penduduk miskin mencapai 33.190 jiwa, garis kemiskinan tertinggi kedua di daftar yaitu 604,70 ribu rupiah per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita sebesar 48,05 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Seluma
Menempati urutan 74 secara nasional persentase kemiskinan, menjadi wilayah dengan persentase kemiskinan tertinggi di daftar perbandingan dengan angka 15,98 persen. Penurunan sedikit sebesar 7,25 persen tercatat tahun ini, terdapat 32.810 jiwa penduduk miskin, garis kemiskinan 513,04 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita 31,16 juta rupiah per tahun.