GISAID mencatat, perkembangan kasus Covid-19 varian Omicron (B.1.1.529) di Indonesia telah mencapai 31.087 kasus per Jumat, 23 Desember 2022. Varian Omicron di Indonesia ini memiliki selisih 254 kasus dibandingkan hari sebelumnya. Secara mingguan, kasus di Indonesia ini tumbuh 1,74 persen.
(Baca: Kasus Penambahan Harian Covid-19 Indonesia Urutan Ke-6 di Asia)
Dengan jumlah varian Omicron tersebut, menempatkan posisi Indonesia berada di urutan pertama di Asia Tenggara. Negara dengan kasus Omicron tertinggi di Asia Tenggara masih ditempati Malaysia sebanyak 25.409 kasus.
Setelahnya Thailand di urutan ketiga. Dibandingkan pekan sebelumnya, jumlah kasus Omicron di negara ini tumbuh 3,55 persen. Sedangkan untuk data harian angka jumlah kasus Omicron di negara ini naik 3,34 persen dibanding hari sebelumnya yang tercatat 20.979 jiwa.
(Baca: Kematian karena Covid-19 per 1 Juta Penduduk Indonesia Urutan Ke-24 di Asia)
Selanjutnya, jumlah kasus Omicron di Singapura naik 2,15 persen menjadi 16.821 kasus dibandingkan pekan sebelumnya, Filipina dengan jumlah kasus Omicron 12.129 kasus (naik 0,56%) dan Vietnam dengan jumlah kasus Omicron 4.791 kasus (naik 2,22%)
Adapun laporan GISAID menyebutkan, telah mendeteksi kasus Covid-19 Omicron di seluruh dunia dengan jumlah total mencapai 6,95 juta kasus. Jumlah varian Covid-19 tersebut naik dibandingkan pekan sebelumnya yang berjumlah 6,85 juta kasus.