Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel Berbintang di Kalimantan Selatan pada Agustus 2025 sebesar 52.17 persen. Data historis menunjukkan adanya fluktuasi TPK sepanjang tahun 2025. Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 0.59 persen.
Dibandingkan rata-rata TPK dalam tiga bulan terakhir (Juni-Agustus 2025) sebesar 51.58 persen, TPK Agustus 2025 sedikit lebih tinggi. Namun, jika dibandingkan dengan lima bulan terakhir (April-Agustus 2025) dengan rata-rata 52.69 persen, TPK Agustus sedikit lebih rendah. Kenaikan tertinggi dalam lima bulan terakhir terjadi pada Juni 2025 sebesar 64.72 persen, sedangkan penurunan terendah terjadi pada April 2025 sebesar 49.84 persen.
(Baca: Jumlah Uang Elektronik Registered Bulanan Periode 2019-2025)
Secara regional di Pulau Kalimantan, Kalimantan Selatan menempati peringkat ke-4 untuk TPK Hotel Berbintang pada Agustus 2025. Secara nasional, Kalimantan Selatan berada di peringkat ke-9. Nilai TPK Kalimantan Selatan masih di bawah Kalimantan Timur (52.54 persen), Jambi (51.77 persen), DI Yogyakarta (50.63 persen), Kalimantan Tengah (49.23 persen), Kalimantan Barat (49.19 persen), dan Kalimantan Utara (49.18 persen).
Melihat data historis yang lebih panjang, kenaikan TPK tertinggi di Kalimantan Selatan terjadi pada Februari 2025 sebesar 68.70 persen. Sementara, penurunan terendah terjadi pada Mei 2025 sebesar 13.29 persen. Anomali ini menunjukkan fluktuasi yang signifikan, di mana TPK sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor musiman atau peristiwa khusus.
Pergerakan TPK yang fluktuatif ini mengindikasikan dinamika sektor pariwisata di Kalimantan Selatan yang perlu dicermati lebih lanjut. Meskipun ada penurunan sedikit pada Agustus 2025, potensi pertumbuhan masih terbuka dengan strategi yang tepat untuk menarik wisatawan.
Kalimantan Timur
Kalimantan Timur menempati peringkat teratas di Pulau Kalimantan dengan TPK 52.54 persen. Angka ini menunjukkan pertumbuhan dari bulan sebelumnya. Meskipun begitu, posisi Kalimantan Timur secara nasional berada di peringkat ke-6, mengindikasikan potensi untuk terus meningkatkan performanya di tingkat nasional.
(Baca: Garis Kemiskinan di Perdesaan Periode 2013-2023)
Jambi
Jambi berada di urutan kedua di Pulau Sumatera dan ketujuh secara nasional dengan TPK 51.77 persen. Pertumbuhan Jambi menunjukkan stabilitas di sektor pariwisata regional. Angka ini mengindikasikan bahwa Jambi memiliki daya tarik yang konsisten bagi para pelancong.
DI Yogyakarta
DI Yogyakarta, dengan TPK 50.63 persen, menduduki peringkat ketiga. Meskipun secara regional tidak begitu menonjol, namun posisinya secara nasional cukup baik, yaitu peringkat ke-8. Ini menunjukkan bahwa sektor pariwisata di Yogyakarta memiliki daya saing yang kuat di tingkat nasional.
Kalimantan Tengah
Kalimantan Tengah mencatatkan TPK sebesar 49.23 persen, menempatkannya di peringkat ketiga di Pulau Kalimantan dan ke-10 secara nasional. Pertumbuhan sektor pariwisata di Kalimantan Tengah perlu didorong lebih lanjut agar dapat bersaing dengan provinsi lain.
Kalimantan Barat
Kalimantan Barat mencatatkan TPK sebesar 49.19 persen, berada di peringkat keempat. Ini menunjukkan bahwa potensi Kalimantan Barat belum sepenuhnya tergali. Pengembangan infrastruktur dan promosi pariwisata yang lebih intensif dapat membantu meningkatkan TPK di wilayah ini.