Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata upah bersih sebulan pekerja formal industri pengolahan di Provinsi Bengkulu semester terakhir (Februari 2025) sebesar Rp2,123,224. Nilai ini mengalami penurunan sebesar Rp665,572.86 dibandingkan semester sebelumnya (Agustus 2024) dengan pertumbuhan negatif turun 23,87%. Dalam lima semester terakhir (Agustus 2022 hingga Februari 2025), pertumbuhan tertinggi terjadi pada Februari 2024 sebesar 43,44% sedangkan penurunan terbesar terjadi pada Februari 2025. Rata-rata pertumbuhan tiga semester terakhir (Februari 2024 hingga Februari 2025) sebesar 6,19%, lebih baik dibandingkan rata-rata lima semester terakhir sebesar 1,81%. Ranking Bengkulu di Pulau Sumatera untuk semester ini adalah 10 (terendah di pulau tersebut) dan peringkat se-Indonesia adalah 31.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Kecantikan Kab. Landak | 2024)
Provinsi Jawa Tengah
Provinsi Jawa Tengah menempati peringkat 28 se-Indonesia dan peringkat 5 di Pulau Jawa untuk rata-rata upah bersih pekerja formal industri pengolahan semester terakhir (Februari 2025) sebesar Rp2,165,389. Nilai ini sedikit lebih tinggi dibandingkan Bengkulu, namun mengalami penurunan sebesar Rp47,284.66 dibandingkan semester sebelumnya dengan pertumbuhan negatif turun 2,14%. Rata-rata nilai tiga semester terakhir di Jawa Tengah menunjukkan stabilitas yang lebih baik dibandingkan Bengkulu, dengan fluktuasi nilai yang tidak terlalu ekstrem. Peringkatnya di pulau Jawa berada di tengah-tengah, menunjukkan posisi yang lebih baik dibandingkan beberapa provinsi lain di pulau tersebut namun masih ada ruang untuk meningkatkan upah pekerja.
Provinsi Papua Tengah
Provinsi Papua Tengah menempati peringkat 29 se-Indonesia dan peringkat 5 di Pulau Papua dengan rata-rata upah bersih semester terakhir sebesar Rp2,147,445. Nilai ini mengalami penurunan drastis sebesar Rp3,104,027.33 dibandingkan semester sebelumnya, dengan pertumbuhan negatif turun 59,11% yang merupakan penurunan terbesar di antara provinsi perbandingan. Meskipun nilai upahnya sedikit lebih tinggi dari Bengkulu, penurunan yang signifikan ini membuat posisi Papua Tengah semakin rendah dalam peringkat nasional. Dibandingkan dua semester sebelumnya, nilai upah di Papua Tengah juga menurun secara signifikan, menunjukkan tren penurunan yang tajam dalam periode terakhir.
(Baca: Harga Cabai Merah Keriting (Per Kg) di Pasar Tradisional di Jawa Barat | 2026)
Provinsi Gorontalo
Provinsi Gorontalo menempati peringkat 30 se-Indonesia dan peringkat 5 di Pulau Sulawesi dengan rata-rata upah bersih semester terakhir sebesar Rp2,128,599. Nilai ini hanya sedikit lebih tinggi dari Bengkulu, namun mengalami kenaikan sebesar Rp217,678.68 dibandingkan semester sebelumnya dengan pertumbuhan positif sebesar 11,39%. Pertumbuhan ini merupakan yang tertinggi di antara provinsi perbandingan, menunjukkan peningkatan upah yang signifikan di industri pengolahan Gorontalo. Peringkatnya di Pulau Sulawesi berada di bawah rata-rata, namun dengan pertumbuhan positif ini, posisi Gorontalo berpotensi meningkat di semester berikutnya.
Provinsi Maluku
Provinsi Maluku menempati peringkat 32 se-Indonesia dan peringkat 2 di wilayah Maluku dengan rata-rata upah bersih semester terakhir sebesar Rp2,052,163. Nilai ini lebih rendah dibandingkan Bengkulu, dan mengalami penurunan sebesar Rp90,082.8 dibandingkan semester sebelumnya dengan pertumbuhan negatif turun 4,21%. Meskipun peringkat nasionalnya lebih rendah dari Bengkulu, peringkatnya di wilayah Maluku berada di posisi kedua, menunjukkan bahwa Maluku masih memiliki posisi yang lebih baik dibandingkan provinsi lain di wilayah tersebut. Rata-rata nilai tiga semester terakhir di Maluku fluktuatif, dengan kenaikan dan penurunan yang beralih-alih tanpa tren yang jelas.
Provinsi Nusa Tenggara Barat
Provinsi Nusa Tenggara Barat menempati peringkat 34 se-Indonesia dan peringkat 2 di Pulau Nusa Tenggara dan Bali dengan rata-rata upah bersih semester terakhir sebesar Rp1,343,696. Nilai ini merupakan yang terendah di antara provinsi perbandingan dan jauh lebih rendah dari Bengkulu. Nilai ini mengalami penurunan sebesar Rp286,098.28 dibandingkan semester sebelumnya dengan pertumbuhan negatif turun 17,55%. Peringkatnya di pulau tersebut berada di posisi kedua, namun nilai upahnya masih jauh di bawah rata-rata provinsi lain di perbandingan. Fluktuasi nilai upah di Nusa Tenggara Barat dalam tiga semester terakhir menunjukkan penurunan yang konsisten, dengan tidak ada kenaikan signifikan dalam periode tersebut.