Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat PDRB ADHB Sektor Jasa Perusahaan Kabupaten Muara Enim pada tahun 2024 mencapai Rp 12.310 juta. Terjadi pertumbuhan sebesar 11,5% dibandingkan tahun 2023 yang sebesar Rp 11.040 juta. Pertumbuhan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam sektor jasa perusahaan di Muara Enim.
Pertumbuhan PDRB jasa perusahaan Muara Enim cenderung fluktuatif dalam lima tahun terakhir. Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2019 sebesar 13,66%, sedangkan kenaikan terendah terjadi pada tahun 2021 sebesar 2,19%. Rata-rata pertumbuhan selama lima tahun terakhir adalah 7,60%. Pertumbuhan tahun 2024 (11,5%) berada di atas rata-rata lima tahun terakhir, menunjukkan kinerja yang lebih baik.
(Baca: PDRB ADHB Sektor Asuransi dan Dana Pensiun di Kep. Bangka Belitung | 2024)
Dibandingkan rata-rata pertumbuhan tiga tahun terakhir (2021-2023) sebesar 4,82%, pertumbuhan tahun 2024 jauh lebih tinggi. Hal ini mengindikasikan adanya akselerasi pertumbuhan sektor jasa perusahaan di Muara Enim pada tahun 2024. Secara historis, nilai PDRB jasa perusahaan terus meningkat dari Rp 2.923,8 juta pada tahun 2010 menjadi Rp 12.310 juta pada tahun 2024.
Pada tahun 2024, Kabupaten Muara Enim menempati peringkat 87 untuk PDRB jasa perusahaan di Pulau Sumatera. Peringkat ini sama dengan tahun 2023. Secara nasional, Muara Enim berada di peringkat 309. Nilai PDRB Muara Enim masih berada di bawah beberapa kabupaten/kota lain di Sumatera Selatan dan Sumatera.
Peningkatan PDRB ini menunjukkan sektor jasa perusahaan di Muara Enim terus berkembang dan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah. Pertumbuhan ini didorong oleh berbagai faktor, termasuk peningkatan investasi, ekspansi usaha, dan peningkatan permintaan jasa perusahaan.
Kabupaten Pasaman Barat
Kabupaten Pasaman Barat memiliki nilai PDRB jasa perusahaan sebesar Rp 12.640 juta, menempatkannya pada peringkat 86 di Pulau Sumatera dan peringkat 306 secara nasional. Pertumbuhan sebesar 5,07% menunjukkan perkembangan positif, meskipun lebih rendah dibandingkan beberapa daerah lain di pulau tersebut. Kenaikan nilai PDRB sebesar Rp 610 juta dari tahun sebelumnya menunjukkan adanya peningkatan aktivitas ekonomi di sektor jasa perusahaan.
(Baca: PDRB ADHB di Kabupaten Rote Ndao Menurut Sektor pada 2024)
Kabupaten Mamuju
Dengan nilai PDRB jasa perusahaan Rp 12.540 juta, Kabupaten Mamuju menduduki peringkat 26 di Pulau Sulawesi dan peringkat 307 secara nasional. Pertumbuhan yang cukup tinggi sebesar 12,06%, didukung oleh kenaikan nilai PDRB sebesar Rp 1.350 juta. Pertumbuhan ini mengindikasikan sektor jasa perusahaan di Mamuju mengalami perkembangan signifikan dan menjadi salah satu yang terbaik di Sulawesi.
Kota Tidore Kepulauan
Kota Tidore Kepulauan mencatatkan nilai PDRB jasa perusahaan sebesar Rp 12.420 juta, menempatkannya pada peringkat 7 di Pulau Maluku dan peringkat 308 secara nasional. Dengan pertumbuhan sebesar 5,43%, terjadi peningkatan nilai PDRB sebesar Rp 640 juta dibandingkan tahun sebelumnya. Peringkat yang cukup baik di Maluku menunjukkan sektor jasa perusahaan berperan penting dalam perekonomian kota ini.
Kabupaten Hulu Sungai Selatan
Kabupaten Hulu Sungai Selatan mencatat nilai PDRB jasa perusahaan sebesar Rp 12.290 juta dan menempati peringkat 38 di Pulau Kalimantan dan peringkat 310 secara nasional. Pertumbuhan yang signifikan sebesar 14,33%, didorong oleh kenaikan nilai PDRB sebesar Rp 1.540 juta. Pertumbuhan ini menjadi yang tertinggi dari semua wilayah yang dibandingkan. Kondisi ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas ekonomi di Hulu Sungai Selatan.
Kabupaten Sumbawa Barat
Kabupaten Sumbawa Barat memiliki nilai PDRB jasa perusahaan sebesar Rp 12.000 juta, menduduki peringkat 22 di Nusa Tenggara dan Bali serta peringkat 311 secara nasional. Pertumbuhan sebesar 7,72% menunjukkan adanya peningkatan aktivitas ekonomi, dengan kenaikan nilai PDRB sebesar Rp 860 juta dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan positif ini menunjukkan kontribusi signifikan sektor jasa perusahaan terhadap perekonomian kabupaten.