Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai PDRB ADHB Pengadaan Listrik dan Gas Provinsi Gorontalo pada kuartal I 2026 mencapai 7,2 Rp miliar. Angka ini menjadi nilai tertinggi sepanjang catatan historis sejak periode pertama Maret 2010. Sepanjang 65 periode kuartal yang tercatat, indikator ini menunjukkan tren naik konsisten dengan total perubahan nilai sebesar 190,32% selama 16 tahun pengamatan.
(Baca: Inflasi Tahunan Kabupaten Mamuju Juni 2026 2,9%, Perawatan Pribadi Dan Jasa Lainnya Jadi Pendorong)
Kuartal I 2026 Gorontalo mencatat pertumbuhan sebesar 1,27% dibandingkan kuartal sebelumnya. Rata-rata pertumbuhan 3 kuartal terakhir berada di angka 1,58%, sedangkan rata-rata 5 kuartal terakhir tercatat 1,60%. Pertumbuhan pada periode ini sedikit lebih rendah dibandingkan kedua rata-rata periode tersebut. Nilai terendah sepanjang sejarah tercatat pada kuartal I 2015 dengan nilai 2,32 Rp miliar, sementara kenaikan tertinggi pernah terjadi pada kuartal IV 2016 dengan pertumbuhan 32,13%.
Pada kuartal terakhir, Gorontalo menempati peringkat ke-6 di wilayah Pulau Sulawesi, dan peringkat 36 secara nasional. Dibandingkan provinsi lain di wilayah timur Indonesia, nilai PDRB listrik dan gas Gorontalo berada di bawah Sulawesi Barat yang mencatatkan 7,45 Rp miliar, namun masih lebih tinggi dibandingkan wilayah Papua Pegunungan yang hanya mencapai 2,13 Rp miliar pada periode yang sama.
Papua Barat
Provinsi Papua Barat menempati peringkat 33 secara nasional dan peringkat teratas di antara wilayah perbandingan dengan nilai PDRB listrik dan gas kuartal terakhir sebesar 8,35 Rp miliar. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 1,09% dibanding periode sebelumnya, dengan selisih kenaikan nilai sebesar 0,09 Rp miliar. Nilai ini menempatkan Papua Barat 1,15 Rp miliar lebih tinggi dibandingkan Gorontalo pada kuartal I 2026.
Papua Barat Daya
Papua Barat Daya tercatat memiliki nilai PDRB sektor listrik dan gas sebesar 7,87 Rp miliar pada kuartal terakhir, menempati peringkat 34 secara nasional. Wilayah ini tidak mencatatkan perubahan nilai atau pertumbuhan dibandingkan kuartal sebelumnya, sehingga posisi peringkatnya juga tidak bergeser. Nilai ini berada 0,67 Rp miliar di atas catatan Gorontalo pada periode yang sama.
(Baca: Statistik Rata - Rata Upah per Jam Pekerja Periode 2015-2023)
Sulawesi Barat
Sebagai satu wilayah di Pulau Sulawesi, Sulawesi Barat mencatatkan nilai PDRB listrik dan gas sebesar 7,45 Rp miliar dengan pertumbuhan 3,76% pada kuartal terakhir. Pertumbuhan ini merupakan yang tertinggi di antara seluruh wilayah perbandingan, dengan kenaikan nilai sebesar 0,27 Rp miliar. Peringkat wilayah ini berada di nomor 35 nasional, satu peringkat di atas Gorontalo pada periode Maret 2026.
Papua Selatan
Provinsi Papua Selatan menempati peringkat 37 secara nasional dengan nilai PDRB sektor listrik dan gas sebesar 3,40 Rp miliar pada kuartal I 2026. Wilayah ini mencatatkan penurunan sebesar 4,76% dibandingkan kuartal sebelumnya, dengan penurunan nilai sebesar 0,17 Rp miliar. Nilai ini kurang dari setengah catatan nilai PDRB yang berhasil dicapai oleh Provinsi Gorontalo pada periode yang sama.
Papua Pegunungan
Papua Pegunungan menempati posisi paling bawah di antara wilayah perbandingan dengan peringkat 38 secara nasional. Nilai PDRB listrik dan gas wilayah ini hanya tercatat 2,13 Rp miliar pada kuartal terakhir, dengan pertumbuhan sangat sedikit sebesar 0,47% dibandingkan periode sebelumnya. Nilai ini bahkan lebih rendah dibandingkan catatan terendah Gorontalo yang pernah tercatat pada tahun 2015 lalu.