Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat PDRB ADHB Sektor Industri Pengolahan Lainnya; Jasa Reparasi dan Pemasangan Mesin dan Peralatan di Sulawesi Barat pada tahun 2024 mencapai Rp 7,19 miliar. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 7,15% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan selama tiga tahun terakhir (2021-2023) yang hanya 3,95%, namun sedikit lebih rendah dari rata-rata pertumbuhan lima tahun terakhir (2019-2023) yang mencapai 0,16%.
Pertumbuhan tertinggi dalam lima tahun terakhir terjadi pada tahun 2023 dengan 12,02%, sedangkan penurunan terendah terjadi pada tahun 2019 dengan -33,33%. Secara umum, PDRB sektor ini di Sulawesi Barat menunjukkan kondisi fluktuatif dalam lima tahun terakhir, dengan kenaikan dan penurunan yang signifikan dari tahun ke tahun. Anomali terjadi pada tahun 2019, di mana terjadi penurunan tajam yang tidak konsisten dengan tren pertumbuhan sebelumnya.
(Baca: PDRB ADHB Sektor Jasa Perantara Keuangan Periode 2013-2024)
Secara ranking, PDRB sektor ini di Sulawesi Barat berada di peringkat 5 di antara pulau-pulau lain. Peringkat ini sama dengan tahun-tahun sebelumnya dalam lima tahun terakhir. Sementara itu, secara nasional, Sulawesi Barat berada di peringkat 31.
Kenaikan tertinggi dalam data historis terjadi pada tahun 2023 sebesar 12,02%, menunjukkan pemulihan signifikan setelah penurunan pada tahun 2019. Sementara itu, penurunan terendah terjadi pada tahun 2019 turun 33,33%, yang merupakan anomali dibandingkan dengan tren pertumbuhan positif sebelum dan sesudahnya.
Jika dibandingkan dengan kondisi 3 dan 5 tahun terakhir, terlihat bahwa sektor ini mengalami pemulihan yang cukup baik pada tahun 2023 dan 2024 setelah sempat terpuruk pada tahun 2019 dan sedikit melambat di tahun 2021-2022. Meskipun demikian, kinerja sektor ini masih perlu ditingkatkan untuk mencapai pertumbuhan yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Maluku
Dengan nilai PDRB sebesar Rp 10,11 miliar, Maluku menduduki peringkat pertama di pulau tersebut. Pertumbuhan sebesar 4,01% menunjukkan peningkatan yang solid dibandingkan tahun sebelumnya. Selisih nilai dengan tahun sebelumnya sebesar 0,39 juga mengindikasikan stabilitas dalam pertumbuhan.
(Baca: Data Historis Rata - Rata Upah di Sulawesi Barat Periode 2018-2023)
Aceh
Aceh menempati peringkat ke-9 di pulau Sumatera dengan nilai PDRB Rp 8,85 miliar. Pertumbuhan yang sangat tipis sebesar 0,23% mencerminkan tantangan dalam meningkatkan kinerja sektor ini. Selisih nilai yang sangat kecil, hanya 0,02, menunjukkan pertumbuhan yang stagnan dibandingkan tahun sebelumnya.
Papua Selatan
Papua Selatan berada di peringkat kedua di pulau Papua dengan nilai PDRB Rp 7,39 miliar. Pertumbuhan yang signifikan sebesar 11,46% menunjukkan potensi yang besar untuk pengembangan sektor ini di wilayah tersebut. Selisih nilai dengan tahun sebelumnya sebesar 0,76 juga mengindikasikan momentum pertumbuhan yang kuat.
Papua Tengah
Dengan nilai PDRB Rp 6,14 miliar, Papua Tengah berada di peringkat ketiga di pulau Papua. Pertumbuhan sebesar 5,86% mencerminkan kinerja yang cukup baik dalam mengembangkan sektor ini. Selisih nilai dengan tahun sebelumnya sebesar 0,34 menunjukkan peningkatan yang stabil.
Papua Barat Daya
Papua Barat Daya mencatatkan nilai PDRB sebesar Rp 5,22 miliar dan berada di peringkat keempat di pulau Papua. Pertumbuhan sebesar 3,37% menunjukkan potensi yang moderat. Selisih nilai dengan tahun sebelumnya sebesar 0,17 mengindikasikan pertumbuhan yang konsisten namun tidak terlalu signifikan.
Bengkulu
Bengkulu menempati peringkat ke-10 di pulau Sumatera dengan nilai PDRB sebesar Rp 5,07 miliar. Pertumbuhan yang signifikan sebesar 9,98% menunjukkan potensi yang menjanjikan. Selisih nilai dengan tahun sebelumnya sebesar 0,46 menunjukkan momentum pertumbuhan yang cukup kuat.