Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat data Anggaran Pendapatan Hibah Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan untuk periode 2018 hingga 2026. Pada tahun 2026 nilai anggaran ini tercatat sebesar 122 Rp miliar, mengalami penurunan sebesar 42,96 persen dibandingkan tahun 2025 yang mencatatkan nilai tertinggi sepanjang sejarah sebesar 213,88 Rp miliar. Meskipun terjadi penurunan di tahun terakhir, tren keseluruhan anggaran selama 9 tahun periode tercatat naik dengan pertumbuhan tahunan gabungan mencapai 48,71 persen per tahun.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Bengkulu 2024)
Sepanjang riwayat data, kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2023 dengan pertumbuhan 1218,68 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sementara penurunan terbesar tercatat tepat pada tahun 2026 dengan selisih pengurangan nilai sebesar 91,88 Rp miliar. Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir mencapai 8,83 persen, angka ini jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang mencapai 249,03 persen.
Kabupaten Tabalong berhasil mempertahankan peringkat pertama anggaran pendapatan hibah di seluruh wilayah Pulau Kalimantan untuk dua tahun berturut-turut yaitu 2025 dan 2026. Secara nasional, daerah ini menempati peringkat ketiga se-Indonesia pada tahun 2026, turun satu peringkat dari posisi pertama yang dicapai pada tahun 2025. Nilai anggaran tahun terakhir Kabupaten Tabalong masih tercatat berada di atas rata-rata nilai keseluruhan periode.
Pada perbandingan nasional tahun 2026, Kabupaten Tabalong berada di urutan ketiga setelah Kabupaten Deiyai Papua dengan nilai 175 Rp miliar dan Kabupaten Nabire Papua sebesar 141,75 Rp miliar. Sementara itu di bawah posisi Tabalong terdapat Kabupaten Intan Jaya Papua sebesar 80 Rp miliar dan Kabupaten Luwu Timur Sulawesi dengan nilai 64,14 Rp miliar. Penurunan pertumbuhan Kabupaten Tabalong di tahun 2026 sebesar 42,96 persen masih lebih baik dibandingkan Kabupaten Intan Jaya yang mengalami penurunan 63,84 persen.
Kabupaten Deiyai
Kabupaten Deiyai menempati posisi pertama peringkat nasional Anggaran Pendapatan Hibah tahun 2026 dengan nilai total mencapai 175 Rp miliar. Daerah ini mencatatkan pertumbuhan tertinggi di antara lima wilayah teratas sebesar 582,26 persen, dengan selisih kenaikan nilai dibanding tahun sebelumnya mencapai 149,35 Rp miliar. Sebagai wilayah tertinggi di Pulau Papua, nilai anggaran Deiyai tercatat 43,47 persen lebih besar dibandingkan nilai Kabupaten Tabalong yang menempati urutan ketiga nasional.
(Baca: Inflasi Kabupaten Kampar Mei 2026: Kelompok Perawatan Pribadi Dan Jasa Lainnya Tercatat Tertinggi)
Kabupaten Nabire
Kabupaten Nabire menduduki peringkat kedua nasional tahun 2026 dengan nilai Anggaran Pendapatan Hibah sebesar 141,75 Rp miliar. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 35,92 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan selisih pengurangan nilai sebesar 79,46 Rp miliar. Meskipun mengalami penurunan, nilai anggaran Nabire masih berada 16,19 persen di atas nilai Kabupaten Tabalong, dan menjadi wilayah kedua tertinggi di seluruh Pulau Papua.
Kabupaten Tabalong
Kabupaten Tabalong sebagai satu-satunya perwakilan Pulau Kalimantan di lima besar nasional menempati urutan ketiga pada tahun 2026 dengan nilai anggaran 122 Rp miliar. Daerah ini mencatatkan penurunan sebesar 42,96 persen dibanding tahun 2025, dengan pengurangan nilai sebesar 91,88 Rp miliar. Meskipun terjadi penurunan yang cukup besar, Tabalong tetap mempertahankan posisi juara pertama di seluruh wilayah Pulau Kalimantan untuk tahun 2026.
Kabupaten Intan Jaya
Kabupaten Intan Jaya berada di peringkat keempat nasional tahun 2026 dengan nilai Anggaran Pendapatan Hibah tercatat sebesar 80 Rp miliar. Wilayah ini mengalami penurunan terbesar di antara lima wilayah teratas yaitu sebesar 63,84 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan selisih pengurangan nilai mencapai 141,21 Rp miliar. Nilai anggaran daerah ini tercatat 34,43 persen lebih rendah dibandingkan nilai Kabupaten Tabalong pada periode yang sama.
Kabupaten Luwu Timur
Kabupaten Luwu Timur menempati posisi kelima nasional tahun 2026 dan menjadi satu-satunya perwakilan dari Pulau Sulawesi di daftar lima terbesar. Nilai anggaran pendapatan hibah daerah ini tercatat sebesar 64,14 Rp miliar, dengan penurunan sedikit sebesar 0,56 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Wilayah ini mencatatkan selisih pengurangan nilai terkecil yaitu hanya 0,36 Rp miliar dibandingkan seluruh wilayah di lima besar nasional.