Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran perkapita seminggu untuk bumbu racikan kemasan siap pakai di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara mencapai 261 Rupiah per kapita per minggu pada akhir tahun 2025. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 35,23 persen dibandingkan tahun 2024, dengan penambahan nilai sebesar 68 Rupiah per kapita per minggu. Sepanjang periode 2018 hingga 2025, data menunjukkan tren naik secara keseluruhan, dengan total peningkatan mencapai 148,57 persen atau rata-rata pertumbuhan tahunan sebesar 13,89 persen.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Sulawesi Tenggara 2025)
Kenaikan tertinggi pengeluaran bumbu racikan terjadi pada tahun 2022 dengan pertumbuhan 115,52 persen, saat nilai pengeluaran memuncak di angka 418,11 Rupiah per kapita per minggu. Setelah puncak tersebut terjadi penurunan selama dua tahun berturut-turut, sebelum akhirnya kembali naik pada tahun 2025. Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir tercatat negatif turun 8,52 persen, kondisi ini jauh lebih buruk dibandingkan rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang masih positif sebesar 30,32 persen.
Untuk posisi peringkat tahun 2025, Kabupaten Minahasa Utara menempati urutan 44 dari seluruh kabupaten kota di Pulau Sulawesi, dan berada di peringkat 322 secara nasional. Peringkat ini turun 10 posisi dibandingkan tahun sebelumnya di tingkat pulau, dan turun 43 posisi di peringkat nasional. Nilai pengeluaran tahun 2025 masih tercatat berada di atas nilai rata-rata seluruh periode pengamatan yang sebesar 210,63 Rupiah per kapita per minggu.
Kabupaten Buton Selatan
Kabupaten Buton Selatan mencatat nilai pengeluaran bumbu racikan sebesar 264 Rupiah per kapita per minggu pada tahun terakhir, angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Minahasa Utara. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 58,08 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penambahan nilai sebesar 97 Rupiah per kapita per minggu. Di tingkat Pulau Sulawesi, kabupaten ini menempati peringkat 43, hanya satu peringkat di atas Kabupaten Minahasa Utara, sementara secara nasional berada di urutan 320 atau dua peringkat lebih tinggi dibandingkan wilayah Sulawesi Utara tersebut.
Kabupaten Aceh Timur
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Tambrauw | 2010 - 2025)
Berada di Pulau Sumatera, Kabupaten Aceh Timur memiliki nilai pengeluaran bumbu racikan sebesar 263 Rupiah per kapita per minggu, selisih hanya 2 Rupiah dibandingkan Kabupaten Minahasa Utara. Pertumbuhan wilayah ini tercatat sebesar 9,58 persen pada tahun terakhir, angka pertumbuhan yang jauh lebih rendah dibandingkan pertumbuhan Kabupaten Minahasa Utara. Secara nasional kabupaten ini berada di peringkat 321, satu tingkat di atas Kabupaten Minahasa Utara dengan selisih nilai pengeluaran yang hampir tidak terlihat signifikan.
Kabupaten Pulau Morotai
Kabupaten Pulau Morotai wilayah Maluku mencatat nilai pengeluaran 260 Rupiah per kapita per minggu, hanya selisih 1 Rupiah di bawah nilai Kabupaten Minahasa Utara. Meskipun nilai hampir sama, wilayah ini justru mengalami penurunan sebesar 18,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya dengan pengurangan nilai sebesar 60 Rupiah per kapita per minggu. Di tingkat nasional wilayah ini menempati peringkat 323, satu tingkat di bawah Kabupaten Minahasa Utara meskipun perbedaan nilai pengeluaran sangat kecil.
Kabupaten Raja Ampat
Kabupaten Raja Ampat dari wilayah Papua mencatatkan nilai pengeluaran bumbu racikan sebesar 259 Rupiah per kapita per minggu. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sangat tinggi sebesar 94,74 persen pada tahun terakhir, menjadi pertumbuhan tertinggi diantara seluruh wilayah yang dibandingkan. Secara nasional kabupaten ini berada di peringkat 324, dua peringkat di bawah Kabupaten Minahasa Utara meskipun memiliki laju pertumbuhan pengeluaran hampir tiga kali lipat lebih besar.
Kabupaten Kepulauan Talaud
Kabupaten Kepulauan Talaud yang juga berada di wilayah Sulawesi memiliki nilai pengeluaran 259 Rupiah per kapita per minggu, sama persis dengan nilai Kabupaten Raja Ampat. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 47,16 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penambahan nilai sebesar 83 Rupiah per kapita per minggu. Di tingkat Pulau Sulawesi kabupaten ini berada di peringkat 45, satu peringkat tepat di bawah Kabupaten Minahasa Utara dengan selisih nilai pengeluaran hanya 2 Rupiah per kapita per minggu.