Institusi Ditjen Dukcapil Kemendagri mencatat jumlah penduduk berprofesi sebagai perawat di Provinsi Riau pada tahun 2024 sebanyak 5.946 jiwa. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun 2023 yang tercatat sebanyak 5.739 jiwa, dengan pertumbuhan sebesar 3,61 persen. Peningkatan ini setara dengan penambahan sebanyak 207 jiwa dalam kurun waktu satu tahun. Peningkatan ini menempatkan Riau pada peringkat ke-5 di Pulau Sumatera dan peringkat ke-13 secara nasional.
Jika dibandingkan dengan data historis, pertumbuhan jumlah perawat di Riau menunjukkan fluktuasi. Data 2023 belum cukup memadai untuk memberikan gambaran lengkap. Namun, adanya peningkatan pada tahun 2024 mengindikasikan perkembangan positif dalam sektor ini. Peningkatan 3,61 persen pada tahun 2024 menunjukkan perbaikan signifikan, meskipun belum dapat dibandingkan dengan rata-rata pertumbuhan 3 atau 5 tahun terakhir karena keterbatasan data historis yang tersedia.
(Baca: Inilah Produk yang Banyak Diekspor Indonesia ke Hungary pada 2023)
Dibandingkan dengan provinsi lain di Pulau Sumatera, Riau menempati peringkat ke-5. Provinsi dengan jumlah perawat tertinggi di Sumatera adalah Lampung dengan 6.545 jiwa. Secara nasional, Riau berada di peringkat ke-13, di bawah Sulawesi Selatan (7.127 jiwa) dan di atas DI Yogyakarta (4.908 jiwa). Pertumbuhan perawat di Riau lebih rendah dibandingkan Sulawesi Selatan (4,12%) namun lebih tinggi dari DI Yogyakarta (2,96%).
Data historis yang terbatas menyulitkan identifikasi kenaikan tertinggi dan terendah dalam 5 tahun terakhir. Namun, peningkatan dari 5.739 jiwa pada tahun 2023 menjadi 5.946 jiwa pada tahun 2024 menunjukkan momentum positif. Untuk menganalisis anomali dan tren jangka panjang, diperlukan data yang lebih lengkap mencakup periode waktu yang lebih panjang.
Peringkat Riau di Pulau Sumatera tetap sama seperti tahun sebelumnya, yaitu peringkat ke-5. Nilai tahun terakhir (5.946 jiwa) menempatkan Riau di bawah Lampung (6.545 jiwa) dan di atas provinsi lain di Sumatera. Pertumbuhan 3,61 persen menunjukkan bahwa Riau masih memiliki potensi untuk meningkatkan jumlah tenaga kesehatan khususnya perawat di masa depan.
Sulawesi Selatan
Sulawesi Selatan menempati peringkat pertama di Pulau Sulawesi dengan jumlah perawat mencapai 7.127 jiwa, menunjukkan nilai tertinggi dibandingkan wilayah lain yang datanya tersedia. Pertumbuhan sebesar 4,12% menunjukkan penambahan tenaga perawat yang signifikan di wilayah tersebut. Secara nasional, Sulawesi Selatan menduduki peringkat ke-10, mengindikasikan kontribusi besar dalam penyediaan tenaga kesehatan perawat di Indonesia. Pertumbuhan ini jauh lebih baik dibandingkan rata-rata pertumbuhan di pulau lainnya, mencerminkan fokus yang kuat pada pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan.
(Baca: Harga Gas Alam Dunia Sore Hari Diperdagangkan US$5,39 /Mmbtu (Kamis, 22 Januari 2026))
Lampung
Lampung berada di peringkat ke-4 di Pulau Sumatera dengan 6.545 jiwa perawat, pertumbuhan mencapai 5,06 persen. Provinsi ini menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik. Secara nasional, Lampung menduduki peringkat ke-11. Angka ini memperlihatkan Lampung sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor kesehatan. Pertumbuhan yang tinggi ini bisa menjadi indikasi adanya investasi yang besar dalam pendidikan dan pelatihan tenaga medis di Lampung.
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatatkan diri di peringkat ke-2 di wilayah Nusa Tenggara dan Bali, dengan jumlah perawat sebanyak 6.075 jiwa. Pertumbuhan di NTB mencapai 6,26%, menjadi yang tertinggi dibandingkan wilayah lain yang datanya tersedia. Di tingkat nasional, NTB berada pada peringkat ke-12. Hal ini menunjukkan bahwa NTB memiliki perkembangan yang menjanjikan dalam meningkatkan ketersediaan tenaga perawat, meskipun berada di bawah beberapa provinsi besar lainnya.
Kalimantan Timur
Kalimantan Timur menempati peringkat pertama di Pulau Kalimantan dengan jumlah perawat 5.164 jiwa. Pertumbuhan sebesar 5,65% mengindikasikan peningkatan signifikan dalam jumlah tenaga kesehatan di provinsi ini. Secara nasional, Kalimantan Timur berada pada peringkat ke-14. Pertumbuhan ini penting mengingat Kalimantan Timur merupakan salah satu pusat industri dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia, sehingga kebutuhan akan tenaga kesehatan yang memadai semakin meningkat.
Bali
Bali berada di peringkat ke-3 di wilayah Nusa Tenggara dan Bali dengan jumlah perawat 4.920 jiwa, menunjukkan pertumbuhan yang cukup tinggi sebesar 5,62%. Bali berada di peringkat ke-15 secara nasional. Pertumbuhan ini mendukung sektor pariwisata yang menjadi andalan Bali, dengan memastikan ketersediaan layanan kesehatan yang memadai bagi wisatawan dan penduduk lokal.
DI Yogyakarta
DI Yogyakarta berada di peringkat ke-6 di Pulau Jawa dengan jumlah perawat sebanyak 4.908 jiwa. Pertumbuhan sebesar 2,96% menunjukkan peningkatan yang moderat dibandingkan provinsi lainnya. Secara nasional, DI Yogyakarta menduduki peringkat ke-16. Yogyakarta dikenal sebagai kota pendidikan, sehingga peningkatan jumlah perawat yang stabil ini penting untuk mendukung kualitas layanan kesehatan di wilayah tersebut.