Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data PDRB ADHK Pengeluaran LNPRT Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah hingga akhir tahun 2025 sebesar 37.750 Rp juta. Sepanjang periode 2010 hingga 2025, nilai indikator ini menunjukkan tren naik secara konsisten, hanya terjadi satu kali penurunan pada tahun 2020. Pada tahun 2025, terjadi kenaikan sebesar 4,69 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penambahan nilai sebesar 1.690 Rp juta.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di DKI Jakarta 2025)
Selama 16 tahun periode pencatatan, kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2024 dengan pertumbuhan 13,5 persen, sementara satu-satunya penurunan tercatat pada tahun 2020 turun 4,15 persen. Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir mencapai 8,255 persen, angka ini lebih baik dibandingkan rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang hanya sebesar 7,1693 persen, juga melampaui rata-rata pertumbuhan seluruh periode sebesar 7,1508 persen.
Posisi ranking Kabupaten Banggai Kepulauan pada tahun 2025 berada di urutan 67 dari seluruh kabupaten/kota di wilayah Pulau Sulawesi, dan peringkat 454 secara nasional. Selama 5 tahun terakhir, peringkat nasional wilayah ini menunjukkan perbaikan, dari posisi 464 pada tahun 2020 naik 10 peringkat hingga tahun 2025. Pada tahun terakhir, nilai PDRB indikator ini berada di atas rata-rata historis wilayah.
Kabupaten Buru Selatan
Kabupaten Buru Selatan menempati peringkat 14 wilayah se-Pulau Maluku dan peringkat 451 secara nasional untuk indikator yang sama pada tahun 2025, dengan nilai PDRB tercatat sebesar 39.720 Rp juta. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,44 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penambahan nilai sebesar 2.050 Rp juta. Nilai PDRB wilayah ini sedikit lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Banggai Kepulauan, dengan selisih sekitar 1.970 Rp juta, dan memiliki peringkat 3 posisi lebih tinggi secara nasional.
Kabupaten Mappi
Kabupaten Mappi dari wilayah Pulau Papua menempati peringkat 16 di pulau tersebut dan peringkat 452 secara nasional tahun 2025. Nilai PDRB ADHK LNPRT wilayah ini tercatat 39.190 Rp juta, dengan pertumbuhan negatif turun 1,56 persen pada tahun terakhir, menjadi satu dari sedikit wilayah yang mengalami penurunan pada periode ini. Meskipun nilai absolut masih lebih tinggi dari Kabupaten Banggai Kepulauan, tren pertumbuhan negatif membuat jarak peringkat nasional hanya terpaut 2 posisi.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Bantul | 2004 - 2025)
Kabupaten Raja Ampat
Kabupaten Raja Ampat berada di peringkat 17 wilayah Pulau Papua dan peringkat 453 secara nasional tahun 2025, dengan nilai PDRB sebesar 39.010 Rp juta. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 5,72 persen pada tahun terakhir, menjadi salah satu pertumbuhan tertinggi di antara kelompok wilayah perbandingan ini. Pertumbuhan ini didapatkan dari penambahan nilai sebesar 2.110 Rp juta dibandingkan tahun 2024, dengan peringkat nasional hanya terpaut 1 posisi dibawah Kabupaten Mappi.
Kabupaten Kaimana
Kabupaten Kaimana menempati posisi 18 di Pulau Papua dan peringkat 455 secara nasional tahun 2025, dengan nilai PDRB tercatat sebesar 37.390 Rp juta. Wilayah ini mengalami penurunan turun 6,6 persen pada tahun terakhir, menjadi penurunan terbesar di seluruh kelompok wilayah perbandingan, dengan pengurangan nilai sebesar 2.640 Rp juta dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai wilayah ini sedikit dibawah nilai Kabupaten Banggai Kepulauan, dengan selisih sekitar 360 Rp juta saja.
Kabupaten Mamuju Tengah
Kabupaten Mamuju Tengah merupakan satu-satunya wilayah lain dari Pulau Sulawesi dalam kelompok perbandingan, menempati peringkat 68 di pulau tersebut dan peringkat 456 secara nasional tahun 2025. Nilai PDRB wilayah ini tercatat 35.890 Rp juta, dengan pertumbuhan sebesar 4,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peringkat wilayah ini berada tepat satu posisi dibawah Kabupaten Banggai Kepulauan baik di tingkat pulau Sulawesi maupun secara nasional, dengan selisih nilai sekitar 1.860 Rp juta.
Kota Sawahlunto
Kota Sawahlunto dari wilayah Pulau Sumatera menempati peringkat 145 di pulau tersebut dan peringkat 457 secara nasional tahun 2025, menjadi wilayah dengan peringkat terendah dalam kelompok perbandingan ini. Nilai PDRB indikator ini tercatat 35.700 Rp juta, dengan pertumbuhan sebesar 4,63 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan wilayah ini hampir sama persis dengan pertumbuhan Kabupaten Banggai Kepulauan pada tahun yang sama, namun memiliki nilai absolut sekitar 2.050 Rp juta lebih rendah.