Pengeluaran Perkapita Sebulan di Gorontalo 2025
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data rata-rata pengeluaran per kapita per bulan Provinsi Gorontalo tahun 2025 sebesar 1.315.738 Rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2024, dan secara konsisten menunjukkan kenaikan selama lima tahun terakhir tanpa pernah terjadi penurunan tahunan. Dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir, nilai pengeluaran total 2025 lebih tinggi 5,1 persen, sementara bila dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir tercatat lebih tinggi 11,8 persen, menandakan pertumbuhan daya beli masyarakat berjalan lebih baik dibanding periode sebelumnya.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Batang Hari | 2004 - 2025)
Untuk tahun 2025, masyarakat Gorontalo mengeluarkan rata-rata 650.308 Rupiah per kapita per bulan untuk kebutuhan makanan, sedangkan untuk kebutuhan bukan makanan tercatat 665.429 Rupiah. Secara persentase, pengeluaran makanan menyumbang 49,43 persen dari total pengeluaran, sementara pengeluaran bukan makanan mengambil porsi 50,57 persen. Selama 10 tahun terakhir, titik kenaikan pengeluaran total tertinggi terjadi pada tahun 2019, sedangkan peningkatan terendah tercatat pada tahun 2022.
Berdasarkan urutan nasional tahun 2025, persentase konsumsi makanan Gorontalo berada di peringkat 25 dari seluruh provinsi di Indonesia. Artinya, terdapat 24 provinsi lain yang memiliki porsi pengeluaran makanan lebih besar dibanding Gorontalo. Sementara itu untuk urutan persentase konsumsi bukan makanan, Gorontalo menempati peringkat 12 nasional, yang menunjukkan 11 provinsi lain mempunyai porsi pengeluaran non makanan yang lebih tinggi dibanding wilayah ini.
(Baca: Inflasi Tahunan Kota Banda Aceh Juli 2026 4,06%, Perawatan Pribadi Dan Jasa Lainnya Jadi Pendorong)
Secara historis, pengeluaran masyarakat Gorontalo menunjukkan pola fluktuatif pada peringkat pulau Sulawesi, dimana posisi peringkat berpindah antara nomor 2 hingga 5 selama sepuluh tahun terakhir, dan pada tahun 2025 kembali berada di peringkat 4 setelah dua tahun berturut-turut di peringkat 3. Untuk peringkat nilai pengeluaran makanan tahun 2025 Gorontalo tetap bertahan di peringkat 4, sedangkan peringkat nilai pengeluaran bukan makanan turun satu peringkat menjadi posisi 4.
Tidak ditemukan anomali nilai menyimpang pada data 10 tahun terakhir, seluruh pergerakan nilai pengeluaran selalu bergerak naik dengan variasi laju peningkatan yang berbeda setiap tahun. Selama periode observasi, hanya terjadi satu kali penurunan sedikit nilai pengeluaran non makanan yaitu pada tahun 2022, yang tidak menyimpang jauh dari pola pertumbuhan jangka panjang keseluruhan pengeluaran masyarakat Gorontalo.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Jul) | 2,88% | -0.46 | |
| Inflasi mom (Jul) | -0,14% | -0.58 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.864 | +0.19 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Neraca perdagangan (Jun) | -450,50 | -72.02 | |
| Ekspor Migas (Jun) | 1,07 | +40.52 | |
| Impor Migas (Jun) | 4,56 | +0.96 | |
| Ekspor (Jun) | 25,46 | +9.72 | |
| Impor (Jun) | 25,91 | +4.41 | |
| Kunjungan Wisman (Mei) | 1,38 | +10.69 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |